Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
136. Pagi yang merepotkan


__ADS_3

Pagi hari suara burung berkicau dengan merdunya. Melvin bangun terlebih dahulu dari sang istri. Dilihatnya wajah Dinka yang masih terlelap dengan sebuah lukisan alami di sudut bibirnya. "Kamu sampai ngiler gini sih sayang" Melvin tersenyum dan mengambil tisu untuk mengelap air liur Dinka. Sebuah kecupan sekilas tidak lupa di daratkan di bibir istrinya. "Morning kiss sayang" Melvin berkata sambil tersenyum.


Jarang-jarang Melvin bersikap romantis, tapi bila perhatian diselalu menomor utamakan. Dinka perlahan membuka matanya melihat Melvin sudah ada persis didepan wajahnya. Sontak Dinka terkejut dan mendorong badan Melvin. Karena serangan dadakan dari sang istri membuat Melvin terjungkal ke samping ranjang empuknya. "Astaga sayang kenapa main dorong aja sih" gerutu Melvin.


"Lagian muka kamu aneh, ngapain juga deket-deket kan jadi muka kamu kelihatan gede banget di depan ku" sahut Dinka. Melvin mengelus pantatnya yang terkena sudut lancip tempat tidur. "Lumayan juga tenaga kamu kalau habis bangun tidur" Melvin mulai mendekati lagi sang istri.


"Daripada mubazir terbuang sia-sia mending kita regangin otot berdua" Melvin meraih tangan Dinka. Karena Dinka pikir suaminya ingin mengajaknya olahraga yoga jadi Dinka bangun dari tempat tidur. "Eh sayang mau kemana?" tanya Melvin heran. "Kamu bukannya mau ngajak aku buat yoga" Dinka yang akan turun dari ranjang di cegat oleh Melvin.


"Bukan itu tapi aku mau kamu" ucap Melvin dengan senang. Tak lupa sebuah senyuman di tampilkan agar sang istri mau menuruti permintaannya. "Kamu tuh ya pikirannya kotor terus, cuci sana pake detergen biar gak mikir kesana terus" gerutu Dinka.


Tanpa menjawab Melvin mengawali dengan mencium tangan Dinka yang sudah terlanjur di pegang. "Sayang ayo dong" paksa Melvin pada sang istri. Dinka tersenyum dan mendekati wajah Melvin sambil berkata "ogah". Setelah puas mengerjai suaminya Dinka bergegas masuk kedalam kamar mandi.


Melvin mengejarnya namun pintu kamar mandi telah dikunci lebih dulu oleh Dinka. "Sayang buka dong, aku pengen masuk" ucap Melvin sambil mengetuk pintu berulang kali. "Kamu masa tega banget sih biarin aku nunggu di luar sini" keluh Melvin dengan nada manja. Dinka tertawa senang didalam kamar mandi. "Ya udah kamu nunggu aku beres mandi dulu baru kamu masuk" ucap Dinka.


Dia sengaja berlama-lama dikamar mandi agar Melvin tak memaksanya melakukan hubungan suami istri di pagi hari. Menurutnya bila dilakukan dipagi hari membuatnya cepat lelah. Apalagi keadaan sedang hamil besar.

__ADS_1


Melvin tidak pantang menyerah dan terus mengetuk pintu agar Dinka mau membukakan pintu kamar mandi. "Sayang buka dong, aku dobrak ya kalau kamu gak buka" ancam Melvin. "Dobrak aja kalau kamu bisa" Dinka memainkan air busa di dalam bathup. Dia sedang asik berendam air busa tanpa memperdulikan sang suami.


Melvin pun mencari kunci cadangan dan membuka pintu kamar mandi tanpa mendobraknya. Melihat pemandangan indah dari sang istri membuatnya bergelora. Dinka mendendangkan lagu kesukaannya sambil menutup kedua mata. Diam-diam Melvin ikut masuk kedalam bathup. Tangannya mulai berpetualang secara liar pada tubuh istrinya.


Terkejutlah Dinka karena tau-tau sudah ada sang suami didalam bathup. "Kamu kapan masuknya" Dinka menghalangi bagian dadanya dengan kedua tangan yang disilangkan. Berharap Melvin tidak melakukan aksinya.


"Sayang kamu udah telat, aku mau kamu sekarang juga" Melvin memulai dengan mencium kening Dinka. Dan menggendongnya ke ranjang empuknya. Tubuh Dinka sama sekali tidak di balut apapun. Air busa masih menempel ditubuh mulus sang istri. Terjadilah olahraga yang intim dan romantis di pagi hari.


"Vin udah jangan lama-lama" keluh Dinka ditengah nafasnya yang terengah-engah. Agar Melvin segera menyelesaikannya dengan cepat. Melvin masih asik berkelana di atas tubuh sang istri. Tidak mau menghiraukan apa yang di ucapkan istrinya, Melvin membungkam bibir Dinka dengan sebuah ciuman.


Waktu berjalan begitu lambat bagi Dinka namun bagi Melvin berlalu begitu cepat. Untuk yang kedua kalinya Dinka mau tidak mau harus masuk kamar mandi lagi berdua dengan Melvin untuk mandi bersama.


Reta sudah mengetuk pintu kamar kakaknya sedari tadi, namun tak kunjung ada tanggapan. "Kakak" panggil Reta. "Lagi pada ngapain sih, pake pintu di kunci segala" gerutu Reta pada diri sendiri. "Kak Melvin buka pintunya, aku mau ambil laptop ku" Reta mssih terus mengetuk pintu. Kali ini sedikit lebih keras. "Kak Melvin buka pintunya aku mau ambil laptop, aku mau berangkat sekarang juga" ucap Reta.


Dinka selesai terlebih dulu dan membuka pintu kamarnya. "Ada apa ta?" tanya Dinka. "Kakak ipar aku udah ketuk dari tadi lho kenapa baru di buka sih" keluh Reta.

__ADS_1


"Aku habis mandi" Dinka menunjukan bahwa dia hanya memakai handuk saja. "Mana laptopnya, aku harus berangkat cepat nih" Reta menerobos masuk kedalam.


"Tuh di atas meja deket jendela, aku mau pakai baju dulu" Dinka menuju ruang sebelah kamar. "Kak Melvin mana kok gak kelihatan?" tanya Reta. "Lagi mandi" ucapan dari Dinka membuat Reta mengernyit. "Kalian mandi bareng ya" ledek Reta sambil tersenyum geli.


"Udah sana katanya mau berangkat" Dinka mendorong Reta ke arah pintu. Melvin keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah handuk. Timbul keisengan Reta menjahili sang kakak. "Tuh rambutnya basah, terlalu keseringan keramas gak baik lho kak" Reta cengengesan dan langsung keluar dari kamar.


"Apaan sih" keluh Melvin. "Sayang siapin setelan jas aku dong sama dasi sekalian" pinta Melvin.


"Ambil sendiri dong manja banget sih, biasanya juga ambil sendiri" Dinka membungkus rambutnya yang masih basah dengan handuk. "Kan aku lagi pengen pake baju yang kamu siapin sayang, ambilin yah" Melvin berkata semanis mungkin agar Dinka mau memilihkan setelan jas untuknya.


Dinka melihat satu persatu ke lemari baju Melvin. "Ini setelan jasnya kok hampir sama semua warnanya, aku pilih yang mana ya" ucap Dinka pada diri sendiri. Dia pun memilih jas yang berwarna merah maroon. Dengan dasi motif putih hitam.


"Pake warna ini ya vin" Dinka meletakkan setelan jas di tempat tidur. "Masa yang warna itu sih sayang, aku kelihatan tua kalau pake yang itu" keluh Melvin. "Terus mau pake yang warna apa? Tadi minta dipilihin udah dipilihin malah protes" sahut Dinka dengan ketus.


"Yang warna putih dong atau hitam" pinta Melvin. Dengan wajah bersungut Dinka kembali mengambilkan setelan jas untuk sang suami. Pagi hari mood nya sudah dibuat buruk oleh Melvin.

__ADS_1


__ADS_2