Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
88. Rencana kedua


__ADS_3

Dinka langsung masuk kedalam kamar untuk menenangkan dirinya. Badannya juga sedikit lelah. Dibaringkannya tubuh keatas ranjang. Matanya pun terlelap.


Melvin masuk kedalam kamar dengan hati-hati karena takut menganggu sang istri yang sedang tidur. Dia harus memikirkan ulang bagaimana caranya bisa meminta maaf pada Dinka. Rencana pertama sudah gagal.


Di pandangi nya wajah sang istri. Melvin dengan lembut mencium kening Dinka.


Dilantai bawah Reta mengumpulkan lilin untuk digunakan sang kakak. Kali ini Reta yang merancang sendiri rencana itu. Dia akan membantu Melvin agar cepat mendapat maaf dari Dinka.


"Kembar sini deh, kalian bantu aku ya malam ini juga kita harus berhasil jangan kaya tadi gagal" keluh Reta. Si kembar membawa lilin-lilin ketaman belakang rumah.


Satu persatu lilin di susun membentuk sebuah tulisan. Mereka mengerjakannya dengan rapih dan teliti.


Melvin sengaja tidak ikut makan malam. Dirinya harus standby di taman belakang rumah. Melihat sang adik yang menyusun semua rencana itu membuatnya merasa bangga.


Setelah makan malam Dinka di ajak Reta ke taman belakang rumah. Mata Dinka di tutup oleh Reta. "Astaga ta kenapa mataku ditutup segala sih" gerutu Dinka.


"Gue punya kejutan buat loe dan loe pasti bakal seneng" sahut Reta. "Aku kan gak ulang tahun. Kenapa ngasih kejutan segala" ujar Dinka. Reta menuntun sang kakak ipar dengan perlahan.


Lilin-lilin sudah dinyalakan oleh kembar dan Melvin sudah memposisikan dirinya di sebuah tulisan berbentuk hati. Tangan Melvin memegang setangkai mawar merah. Malam ini dia terlihat lebih tampan. Ya memang pada dasarnya dia sudah tampan.


Dinka berjalan perlahan dituntun oleh Reta dari belakang. Reta mengarahkan untuk mendekat pada Melvin. Tangan Dinka pun diambil oleh Melvin.

__ADS_1


Walaupun mata Dinka tertutup tapi dia bisa merasakan tangan suaminya. "Ta kamu dimana?" tanya Dinka. Reta diam tidak menjawab apapun. Melvin membuka penutup mata sang istri. Sambil bersimpuh Melvin mengarahkan bunganya pada Dinka.


Dinka tidak mengambil bunga tersebut dan mengacuhkan suaminya. "Sayang lihat ke arah belakang mu" ucap Melvin. Dinka menengok kebelakang. Sebuah tulisan kata permintaan maaf terbentuk oleh lilin.


Seketika Dinka merasa terharu dan tersenyum. "Mau kan maafin aku" ucap Melvin disela senyuman Dinka.


Dinka terdiam cukup lama sembari memandangi lilin-lilin. 'Sangat indah' gumam Dinka dalam hati. Kedua tangan Melvin memeluk sang istri dari belakang. "Sayang aku bener-bener minta maaf ya. Aku cinta banget sama kamu" imbuh Melvin.


Tangan Dinka melepaskan pelukan Melvin. Seketika Melvin pun terdiam. Alisnya diangkat satu karena bingung. Apa mungkin cara itu kurang efektif untuk membuat Dinka luluh pikirnya. Dinka hanya tersenyum dan meninggalkan Melvin sendirian ditaman.


Kembang api pun dinyalakan oleh kembar. Mereka pikir rencana itu akan berhasil membuat Dinka memaafkan suami. Tapi mereka belum tau bahwa Dinka sudah tidak berada di taman lagi.


Bunyi kembang api semakin membuat hati Melvin gelisah. Reta berlari kearah si kembar agar tidak usah menyalakan kembang api lagi. "Gagal" gerutu Reta. "Maksudnya non?" tanya Arini.


Dengan hati yang hampa Melvin kembali kedalam kamarnya. Dibukanya pintu kamar dan melihat Dinka sedang asik menyantap buah-buahan.


Melvin berjalan masuk kedalam kamar untuk mengambil ponselnya dan kunci mobil. "Mau kemana?" tanya Dinka. Sontak Melvin langsung melihat kearah sang istri. "Mau kerumah sakit" jawab Melvin.


Diajak bicara oleh sang istri saja sudah membuat dirinya senang. "Mau ikut?" tanya Melvin balik. Dinka hanya menggeleng. Baru saja dirinya merasa girang. Dalam sekejap saja rasa senang itu sirna. Malam ini lebih baik dia menginap dirumah sakit menunggui sang bunda.


Tibalah dirinya dirumah sakit. Wajah dingin Melvin membuat sang kakak bertanya-tanya. Melvin masuk kedalam ruang rawat dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.

__ADS_1


"Kenapa sama adik mu itu?" tanya Arya. Alfan menggendikkan kedua bahu sambil berkata "tidak tau yah". Arya menghampiri anaknya.


"Kamu harusnya mencari cara agar istri mu mau memaafkan kamu, kenapa malah kesini" ucap sang ayah. Melvin masih diam sambil memainkan ponselnya. "Malam ini biar Melvin yang jaga bunda yah" sahut Melvin.


+++


Pagi hari sang ayah datang kerumah sakit untuk bergantian jaga. Melvin pulang dengan mengendarai mobilnya sedikit cepat. Matanya masih mengantuk dan tidak fokus. Hampir saja dirinya menabrak mobil lain.


Sampai dirumah Melvin langsung masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya disofa kamar. Karena melihat sang istri masih tertidur di ranjang. Melvin memilih tidur disofa saja.


Dinka terbangun dan melihat sang suami tertidur di sofa. Dia pun mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Didalam kamar mandi tidak ada satu pun handuk yang tergantung. Dengan perlahan Dinka membuka pintu kamar mandi dan berjalan mendekat ke ranjang. Diambilnya selimut untuk menutupi tubuhnya.


Melvin terjatuh dari atas sofa. Karena itu dia terbangun. Melihat sang istri hanya mengenakan selimut. Muncul pikiran yang membuatnya bergairah.


Dinka langsung melangkahkan kakinya masuk kekamar mandi. Belum sempat mengunci pintu kamar mandi Melvin telah berhasil masuk kedalam.


"Kamu ngapain ikutan masuk sih" gerutu Dinka. Tanpa berkata apapun Melvin meraih bibir Dinka dan menciumnya. Percuma saja Melvin menjawab sang istri. Karena Melvin sudah sangat bergairah. Sudah cukup lama dia tidak menyentuh Dinka.


Melvin menciumnya dengan buas, bagaikan singa yang baru dikasih makan daging setelah berhari-hari. Dinka tidak menolak aksi suaminya terhadap tubuhnya. Dirinya juga ikut menikmati.


Dengan perlahan Melvin memasukan juniornya kedalam tubuh bagian bawah Dinka. Kedua tangan Melvin memegangi pinggang sang istri. Melvin melakukannya dengan lembut dan perlahan. Mengingat perut sang istri sudah membuncit namun belum terlalu besar.

__ADS_1


Mereka melakukannya cukup lama. Tato berwarna merah sengaja di tinggalkan oleh Melvin di leher sang istri. Selesai melakukan olahraga pagi berdua. Melvin dan Dinka melanjutkannya dengan mandi bersama. Tapi tidak ada obrolan diantara mereka berdua.


__ADS_2