
Dinka berjalan kedapur untuk mencari cemilan. Kebetulan para pelayan sedang bersiap untuk memasak hidangan makan siang. "Bi masak apa baunya enak" ucap Dinka pada pelayan yang ada di dapur. "Ini non sop ikan, kesukaannya non Reta" jawab si pelayan. Dari arah lain bi Nah datang mendekati Dinka. "Nona mau makan apa, atau mau saya masakin sesuatu?" tanya bi Nah. "Kayanya sop ikannya enak bi" Dinka menunjukan sop ikan yang sedang di masak. "Sejak kapan non doyan sama sop ikan gabus?" tanya bi Nah lagi.
"Sop ikan gabus ya bi, tapi dari baunya aja kayanya enak" mata Dinka terus menerus memandangi panci yang berisi sop ikan. Bi Nah tersenyum melihat Dinka. "Bibi ambilin ya non, mau makan sekarang atau nanti?" bi Nah mengambilkan semangkuk sop ikan tersebut.
"Makan sekarang aja bi udah laper soalnya" Dinka duduk di kursi dapur. Tangannya sudah siap dengan memegang sendok. "Pasti non laper ya" bi Nah meletakkan semangkuk sop ikan di meja. Dinka menghirup bau harum dari masakan itu. Dia memang kurang suka bau amis dari ikan laut maupun tawar. Tapi semenjak hamil dia sangat suka bau itu. Justru yang dia tidak suka malah bau dari badan suaminya. Padahal Melvin sudah sering memakai parfum bila berdekatan dengan sang istri.
Dengan lahap Dinka mengayunkan sendok ke mulutnya. Sampai dia meminta berulang kali untuk memakan sop ikan itu. "Mau lagi bi" ucap Dinka tidak tau untuk yang keberapa kali. "Tapi ini permintaan dari non Reta non kalau dia ingin di masakan sop ikan untuk makan siang ini" sahut bi Nah.
"Kan bisa masak lagi, lagian Reta juga belum pulang kok" keluh Dinka. "Iya non sebentar ya" bi Nah kembali mengambilkan sop ikan yang hampir habis. Pelayan yang memasak pun mengeluh pada bi Nah bahwa ikan gabus di kulkas sudah tidak tersedia lagi.
Setelah kenyang Dinka mengelus perutnya yang buncit. Terdengar suara tawa dari Reta. Itu menandakan dia sudah pulang kerumah. Dinka beranjak kembali keruang tamu menemui suaminya. 'Sepertinya Reta sudah akrab dengan teman-temannya Melvin' gumam Dinka dalam hati.
Sepasang matanya kini beralih melihat Bobby. Terlihat Bobby memasang wajah cemberutnya karena Reta akrab dengan Ronald. Dinka tertawa melihat raut wajah Bobby yang lucu karena cemburu. Sedari tadi Bobby memang di acuhkan oleh Reta.
"Duh kayanya asik banget nih ngobrolnya sampai Bobby di cuekin gitu" Dinka berkata sambil berjalan mendekati suaminya. Reta menatap kesampingnya dan berkata "beb katanya tadi kamu laper kenapa masih disini, sana makan dulu".
__ADS_1
"Kamu jangan kaya gitu dong ta, lihat tuh mukanya Bobby ditekuk gitu kaya kertas kusut" Dinka tertawa melihat ekspresi wajah Bobby.
Melvin melihat arloji yang membulat indah di tangannya. "Udah waktunya makan siang nih, kita makan siang dulu ya" ajak Melvin pada yang lain.
Semua hidangan ditata rapih oleh beberapa pelayan. "Oiya Alfan mana vin, om dan tante juga gak kelihatan" Ronald menatap kesekeliling. "Ayah lagi diluar negeri buat nemenin bunda berobat sama kak Alfan juga" jawab Melvin.
Melvin menduduki kursi yang biasa di duduki sang ayah. Dinka duduk dikursi sebelah kanannya Melvin. Dengan santainya Ronald nyerobot duduk di samping kursi Dinka. Padahal kursi itu yang akan diduduki oleh Reta. "Gue duduk disini" ucap Ronald dengan senyuman. Akhirnya Reta duduk di sebelah Bobby.
Melvin berdehem melihat kearah Ronald. Tingkah Ronald sedari tadi sudah keterlaluan menurutnya. Membuat dia tidak lagi mood untuk makan. "Sayang mau makan apa?" Dinka mengambilkan nasi untuk Melvin.
Kali ini Bobby yang memandang Reta dengan marah. "Beb dia kan bukan anak kecil, dia bisa ambil sendiri kok nasinya" gerutu Bobby. Kini Bobby yang merebut piring Ronald dari tangan Reta. Bobby juga yang menambahkan nasi untuk Ronald. "Nih makan yang banyak biar kuat, di seruduk sama banteng jantan biar gak oleng" celetuk Bobby dengan ketus.
Ronald tertawa renyah seperti biasa. "Kalian ini pada kenapa sih?" tanya Ronald yang sengaja menggoda para wanita. Suara hening sejenak. Dinka mengambil buah di hadapannya dan memakannya. "Kamu gak makan sayang?" tanya Melvin. "Engga, tadi udah makan di dapur" Dinka geleng-geleng kepala.
Reta menatap satu persatu lauk pauk yang tersaji. Dia merasa ada yang kurang dengan hidangan makan siangnya. "Kayanya aku udah bilang suruh dimasakin sop ikan tapi kok gak ada sih" keluh Reta.
__ADS_1
Dinka membungkam mulutnya dengan satu tangan. Reta berjalan kedapur untuk meminta sop ikan kesukaannya. Dinka beranjak masuk kembali kedalam kamar untuk menghindari Reta karena sudah menghabiskan sop ikan.
Belum sampai kedalam kamar Reta sudah teriak-teriak memanggil Dinka. "Kakak ipar malah ngabisin sop ikan kesukaan ku sih" gerutu Reta. "Ya udah besok minta di masakin lagi" sahut Melvin. "Ya udah deh, gak papa" Reta mengambil lauk yang lainnya.
Setelah makan siang selesai dan Ronald pun sudah pamit untuk pulang. Melvin berencana melanjutkan pekerjaannya. Dia kembali ke kamarnya. Dia mencari-cari proposal yang sudah dicetak. Dinka asik main game di ponsel sang suami. "Sayang kamu lihat tumpukan kertas yang ada di sini gak?" tanya Melvin sambil mencari.
"Kertas yang mana?" tanya Dinka balik tanpa menoleh kearah sang suami. "Ini kertas yang di dekat alat print yang udah aku cetak" sahut Melvin.
"Engga" Dinka menjawab dengan cepat. Tanpa tau bahwa dialah yang sudah menggunakan kertas itu untuk kipasan tadi. "Sayang masa kamu gak lihat sih" ucap Melvin memastikan. Dia pun turun ke lantai bawah untuk melanjutkan mencarinya. Dia pikir dia sendiri yang membawanya ke suatu tempat.
'Perasaan aku turun ke ruang tamu gak bawa apa-apa deh tapi kenapa bisa gak ada sih' gumam Melvin dihatinya. Dia pun melihat pelayan yang sedang membereskan ruang tamu dan memegang sebuah kertas. "Bi sebentar, itu kertas apa ya?" Melvin menghampiri pelayannya. Melihat kertas yang sudah kusut membuatnya tercengang. "Astaga kenapa kertas ini ada di bibi?" tanya Melvin lagi.
"Maaf tuan muda kertas itu sejak tadi sudah ada di meja ini mau saya buang, memang kenapa ya?" tanya si pelayan.
Melvin menghela nafasnya dengan dalam. Dia melihat Dinka kipas-kipas dengan sebuah kertas sewaktu turun dari lantai atas. Namun dia tidak tau bahwa itu adalah proposal yang dia buat.
__ADS_1