
Melvin sudah siap dengan pakaian kasualnya. Dinka memakai baju kodok yang sedikit longgar agar badannya merasa nyaman. Dinka tidak memakai heels seperti biasa karena dilarang oleh Melvin.
Lebih nyaman memakai sneakers dari pada harus memakai hak tinggi. Tinggi tubuh Dinka yang hanya sebahu Melvin membuat Dinka tidak percaya diri. Sebahu itu pun ketika dirinya memakai heels yang cukup tinggi. Apalagi berjalan bersebelahan tanpa memakai heels.
Di usia kandungannya yang menginjak bulan kelima itu membuat badannya bertambah gendut. Tapi bagi Melvin sang istri tetap terlihat cantik. Bahkan menurutnya lebih lucu dari saat sebelum Dinka hamil.
Tubuh mungilnya bila bersanding dengan Melvin terlihat kecil. Karena badan Melvin yang berotot besar dan sixpack. Menurut Dinka tingginya Melvin saja seperti tiang listrik. Dengan bentuk tubuh Dinka yang gendut itu hampir seimbang dengan tubuh Melvin. Walaupun terlihat pendek.
"Sayang kamu bulet ya" ledek Melvin. Dinka hanya melirik sang suami. Lirikannya membuat Melvin tersenyum. "Maaf aku cuma becanda kok" ucapnya.
Melvin memegang tangan Dinka dengan erat. Hari kedua ini mereka berdua akan pergi ke Disneyland. Kebetulan akan ada parade karakter dari walt disney.
Sampai lah mereka ditempat tujuan. Tempatnya terbilang cukup ramai. Dinka menarik Melvin dengan cepat untuk mencari tempat bagian terdepan. Agar dirinya bisa melihat karakter disney dengan jelas. Apalagi dirinya sangat suka tokoh kartun mickey dan minnie mouse.
Parade nya pun dimulai banyak karakter kartun yang dipamerkan. Dengan sigap tubuh Melvin melindungi sang istri agar tidak tersenggol penonton yang lain.
Dinka mengambil banyak jepretan dari kamera yang dibawanya. Selesai menonton parade, Dinka mengajak sang suami untuk berfoto ria. Mereka banyak mengambil foto.
Puas berkunjung ke disneyland perut Dinka keroncongan. Melvin pun membawa sang istri ke sebuah restoran tak jauh dari sana. Dinka memesan banyak makanan.
Minuman yang di pesan Dinka ada yang mengandung soda. Melvin langsung mengambil minuman itu. Dan memesan minuman yang lain. "Kenapa diambil" gerutu Dinka. "Ini mengandung soda sayang, kamu tuh lagi hamil" sahut Melvin. Dinka pun melanjutkan makannya kembali.
Karena kelelahan Dinka meminta pulang. Mereka pun kembali ke hotel. "Eskrim" ucap Dinka. Melvin mengangkat kedua alisnya seakan tidak percaya bahwa istrinya meminta eskrim.
__ADS_1
"Emang masih laper?" tanya Melvin. "Tinggal di beliin juga kenapa harus tanya" kata Dinka ketus. "Kamu tadi habis makan banyak sayang. Kasihan perut mu itu...nanti saja ya" sahut Melvin dengan selembut mungkin.
"Sekarang" ucap Dinka sambil berkacak pinggang. Melvin mendesah dan melangkahkan kakinya untuk membelikan eskrim.
Dinka menyusul Melvin sampai di depan pintu lift. "Yang kaya kemaren ya" ucapnya sedikit keras. Melvin mengacungkan jempolnya.
"Yang kaya kemaren yang kaya gimana coba" ucap Melvin pada diri sendiri. 'Daripada salah lagi mending beli yang banyak coklatnya saja, ini juga kalau tidak disuruh bolak-balik lagi' batin Melvin.
Melvin memberikan kantung plastik pada sang istri. "Sayang ini" Melvin melihat mata Dinka yang sudah terpejam. Melvin pun meletakkan eskrim nya di dalam kulkas. Lalu membuka laptopnya untuk bekerja.
Bunyi ponsel Melvin pun terdengar tertulis nama Alfan dilayar. "Hallo kak" jawab Melvin. "Gimana honeymoon nya?" tanya Alfan dari seberang telepon.
"Ya gini deh kak" jawab Melvin. "Gini gimana?" tanya Alfan lagi. "Susah dijelasin" jawab Melvin. Terdengar suara Alfan yang tertawa. "Pasti Dinka buat kamu repot ya" ucapnya.
Melvin mengusap keningnya. "Ya gitu deh kak" ujar Melvin. "Kamu harus bisa buat istrimu memaafkan mu. Gunakan waktu sebaik mungkin" Alfan menasehati sang adik.
"Yasudah kamu nikmati waktu berliburnya ya, kakak disini juga lagi menikmati pusingnya mengurus perusahaan sendirian" kini giliran Alfan yang mengeluh. "Kalo bisa cepet pulang ya dek" imbuhnya.
"Kak gak usah ngledek deh lagi males becanda pake manggil dek segala" timpal Melvin.
Dinka pun terbangun dari tidurnya dan memasuki kamar mandi. Langkahnya balik lagi untuk mengambil ponsel milik suaminya. Melvin tidak tau kalau ponselnya diambil Dinka karena saking fokus mengerjakan pekerjaan kantor.
Pintunya sengaja dikunci agar Melvin tidak masuk. Badannya berendam didalam bathup berisi air hangat. Sangat nyaman ketika berendam air hangat.
__ADS_1
Diambilnya sabun cair untuk membuat busa. Mandi sambil bermain busa sudah lama tidak dilakukannya. Terdengar suara pintu yang diketuk. Itu pasti Melvin.
"Sayang buruan mandinya aku kebelet nih" ucap Melvin. Dinka sama sekali tidak mau membukanya. Kerannya dibuka agar suara Melvin tidak terdengar.
"Sayang buruan buka" gerutu Melvin. Tak kunjung dibuka oleh Dinka terpaksa dia harus pergi ke toilet umum.
Dinka cukup lama berendam didalam bathup sambil membaca artikel seputar kehamilan. Banyak info yang belum diketahuinya. Dengan membaca artikel tentang kehamilan membuatnya jadi tau semua hal.
Dia juga browsing nama-nama bayi yang bagus. Tapi percuma saja pasti Melvin yang akan memberikan nama untuk bayinya.
Dinka membungkus tubuhnya dengan handuk. Kakinya keluar dari kamar mandi. Matanya tidak melihat sang suami. 'Kemana dia?' gumam Dinka dalam hati. Melihat laptop yang masih menyala Dinka pun mematikannya. Tanpa menyimpan file yang sedang dikerjakan oleh Melvin.
"Sayang lihat ponselku tidak" Melvin mencarinya kesana kemari. Tapi tetap tidak ketemu. Karena kliennya akan melakukan panggilan penting sebentar lagi.
Dinka memposisikan badannya senyaman mungkin. Disantapnya buah sembari menonton televisi. Padahal bahasa pun dia tidak mengerti. Asal ditonton saja.
"Sayang lihat ponselku gak?" tanya Melvin yang kedua kalinya. Dinka hanya menggeleng sambil memasukan buah kedalam mulut.
Melvin kembali mencari dimana ponselnya. Sampai kembali lagi ke toilet umum untuk memastikan ponselnya tertinggal atau tidak.
Dering suara telpon Melvin berbunyi berulang kali dari dalam kamar mandi. Karena ponsel bergetar akhirnya masuklah ponsel tersebut kedalam bathup yang masih berisi busa.
Melvin sudah kelimpungan mencari dimana ponselnya. Pada akhirnya dirinya memutuskan untuk mandi saja. Bathup pun di kurasnya terlihat sebuah benda.
__ADS_1
Melvin tercengang melihat ponselnya yang sudah kemasukan air itu. Sebenarnya ponselnya itu tahan air tapi karena terlalu lama terendam membuat ponselnya mati.
Melvin geleng-geleng kepala sembari mengusap dada bidangnya. Dia tau itu pasti kerjaan sang istri. Namun apa daya dirinya tidak bisa memarahi sang istri. Yang ada malah Melvin lah yang akan terkena damprat balik.