Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
77. Permintaan maaf


__ADS_3

Bobby sengaja berangkat kuliah lebih awal. Dibawanya sebuket bunga mawar merah. Tubuhnya bersandar pada mobil sambil melihat jam tangan.


Kemudian Bobby mondar mandir didepan asrama wanita. Cukup lama dirinya menunggu. Banyak para wanita yang keluar dari asrama sambil memandangi Bobby.


Mereka mengira akan ada ungkapan cinta didepan asrama. "Siapa pria itu, wajahnya tampan" ucap seorang wanita. "Tidak tau mungkin dia sedang menunggu pacarnya kali" sahut yang lain.


Sinta dan pengikutnya pun keluar dari asrama. Matanya terbelalak melihat Bobby didepan asrama mereka dengan membawa sebuket bunga. Sinta berjalan mendekat diikuti Berta dan Rani. "Hay ganteng sedang menunggu siapa?" tanya Sinta.


Bobby menyeringai dan bibirnya tersenyum setengah. "Bukannya dijawab malah diam saja" gerutu Sinta. "Gue gak ada kepentingan dengan kalian, bisakah kalian tinggalin gue disini sendiri" jawab Bobby dengan tegas.


"Ganteng-ganteng tapi nyebelin banget sih loe" sahut Berta. Sinta dan anteknya pergi meninggalkan Bobby. Orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. "Nongol juga dia" ucap Bobby sambil berjalan menghampiri Reta.


"Reta" panggil Bobby. Reta melihat kearah Bobby dan berlari untuk menghindarinya. "Reta tunggu" Bobby mengejar Reta.


Langkah kaki Reta terkejar. Bobby menggunakan kedua tangannya untuk menghalangi jalan Reta. "Kasih gue waktu buat jelasin semuanya" bujuk Bobby. Wajahnya terlihat merasa bersalah.


Reta memaksakan tersenyum seraya berkata "sepertinya gue udah tau semuanya dan gak ada yang perlu loe jelasin lagi, paham".


Tidak ada kata menyerah bagi Bobby. "Please ta seenggaknya loe kasih gue kesempatan buat minta maaf" Bobby memohon dengan tangannya.


"Gak perlu minta maaf dan gak ada yang perlu dimaafkan, udah ya gue mau kekampus" Reta berjalan menuju kampus yang tidak jauh dari asrama.

__ADS_1


Bobby hanya menatap kepergian Reta. Pada Reta sudah gagal mungkin Bobby akan meminta maaf pada Dinka dan menjelaskan semuanya. Dengan cara itu mereka bisa kembali berteman. Karena setau Bobby Dinka ini wanita yang lembut.


Bobby melajukan mobilnya menuju kampus. Dilihatnya tempat yang biasa dia gunakan dengan Reta untuk menunggu Dinka. Dia pun berjalan masuk kedalam kelas. Pasti Reta sudah berada didalam kelas.


Dinka diantarkan oleh sang suami ke kampus. Mobil Melvin menepi ke pinggir jalan. Dinka meraih tangan Melvin dan mencium punggung tangan suaminya. Dengan nakal bibir Melvin mencium bibir Dinka tapi hanya sekilas. "Morning kiss" ucap Melvin tersenyum.


Tidak ketinggalan Dinka menarik dasi Melvin dan mencium bibir sang suami kembali. "Kau sekarang nakal ya" ledek Melvin. "Memangnya hanya kau saja yang bisa begitu, akupun bisa...apa susahnya" sahut Dinka dengan menjulurkan lidah.


Dengan cepat Dinka turun dari mobil Melvin. Karena bisa saja Melvin meminta ciuman lagi. Sudah tidak ada waktu baginya untuk meladeni sang suami. Melvin pun tersenyum sambil kembali menjalankan mobilnya.


+++


Alfan melangkahkan kaki keluar dari ruang kerjanya. Dilihatnya Melvin berada diruangan. Alfan memasukan kepalanya kedalam ruang kerja sang adik. "Vin kaka mau pergi dulu ya ada urusan" pamit Alfan. Melvin melihat sang kaka sambil mengangguk.


Sudah cukup lama Alfan mendiamkan Serin. Begitu pula dengan Serin. Mereka memang sudah tidak pernah berkomunikasi lagi.


Alfan mendatangi apartemen Serin dan mengetuk pintu. Serin mengira itu Melvin. Langkahnya dengan cepat membuka pintu. Terlihat wajah Alfan yang tersenyum.


"Hay" sapa Alfan melambaikan tangan. "Boleh aku masuk" imbuhnya. Tanpa berkata Serin memundurkan langkahnya mempersilakan Alfan masuk.


Alfan masuk kedalam apartemen dan terkejut melihat kondisi apartemen yang begitu berantakan. Pasti sesuatu terjadi pada Serin. Dia membalikkan tubuh menghadap tunangannya.

__ADS_1


"Apa kamu ada masalah?" tanya Alfan dengan suara lembut. Serin mulai menangis dan memeluk Alfan. "Kak Alfan" ucap Serin sembari memeluk erat Alfan.


"Ada apa?" tanya Alfan lagi. Tanpa rasa ragu Serin menceritakan semuanya. "Aku berantem sama Reta, dia..dia menuduh ku berselingkuh padahal aku hanya sedang mengobrol dengan teman lama ku. Kami tidak sengaja bertemu di sebuah cafe dan Reta memergoki kami. Dia menumpahkan makanan ke wajah ku kak bahkan dia juga menamparku" jawab Serin dengan sesenggukan.


Bukan Serin namanya kalau tidak bisa memutar balikkan fakta. Wajahnya dibuat memelas mungkin agar Alfan percaya. Namun Alfan sedikit ragu dengan ungkapan Serin. Karena Alfan tau sekali sifat adik tomboinya.


"Benarkah?" tanya Alfan memastikan. Serin manggut-manggut sembari menunduk. Alfan memang tergolong seperti Melvin yang tidak tegaan pada Serin bila melihatnya menangis.


Tapi rasa yang dimiliki Alfan untuknya sudah memudar. Alfan mendudukan Serin disofa dan mengambilkan minuman.


"Minumlah" ucap Alfan memberikan gelas. Serin menerima dan meminumnya. "Bagaimana kau tidak memberi tau padaku bahwa kau sudah pindah ke sini?" tanya Alfan.


Serin terdiam karena bingung harus menjawab apa. Otaknya berpikir untuk mencari alasan yang tepat agar Alfan percaya dan justru merasa iba.


"Aku sudah tidak dianggap anak lagi oleh orangtua angkatku, bahkan adikku juga mengusirku dari rumah" jelas Serin sambil menunduk. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Serin hanya sedang bertengkar dengan adiknya.


Alfan mengusap dengan lembut rambut Serin. "Kenapa selama ini kau tidak mencari ku atau menghubungi ku" ujar Alfan. Serin menatap Alfan sambil berkata "kak Alfan juga tidak pernah menghubungi ku".


"Bagaimana aku menghubungi mu kalau sms dan telepon pun tak pernah kau jawab atau balaskan" sahut Alfan dengan cepat. Serin menundukan kepalanya lagi. "Aku memang sengaja mendiamkan kak Alfan, aku ingin mengukur seberapa dalam cinta kak Alfan padaku" jelas Serin.


Bibir Alfan tersenyum sebelah. 'Kau ingin mengukur rasaku, memang rasa ini seperti jalan yang harus diukur' gumam Alfan dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa kak Alfan diam?" tanya Serin. "Apa kau lapar?" tanya Alfan. Serin mengangguk. Mereka pun pergi ke restoran mewah untuk makan.


__ADS_2