
Diam-diam Bobby dan Reta ikut mendengarkan penjelasan dari Armand. Tak terasa airmata Reta jatuh mendengar sekilas tentang kehidupan dari calon mertuanya itu. Bobby melirik ke sampingnya dan sedikit terkejut. "Beb kamu nangis" ucap Bobby.
"Kasian ya om Armand, kehidupannya yang dulu begitu pahit" Reta menghapus airmata yang menetes di pipi.
Betty baru pulang dari acara arisan sosialita. Dia melihat anak lelakinya dan sang kekasih sedang berdiri di depan pintu rumah. Kemudian datang menghampiri untuk menegurnya. "Kalian lagi ngapain" ucap Betty.
Mendengar suara dari belakang Bobby dan Reta kompak menengok. "Mamah baru pulang" Bobby mencium tangan sang mamah di ikuti oleh Reta. "Kenapa gak masuk, malah berdiri di sini" lanjut Betty. Langkah kaki Betty masuk kedalam ruang tamu dan melihat sang suami bersama anak tirinya. "Eh ada Dinka ya" Betty mencoba tersenyum manis. Segera Armand menghapus airmatanya. Dinka juga menghapus airmatanya.
Betty terheran melihat sang suami dan Dinka menghapus airmata. "Kalian kenapa?" tanya Betty sembari mendudukan diri di samping suaminya.
"Apa ada yang terjadi?" tanya Betty lagi. Armand hanya menggelengkan kepala. Dinka mencium tangan mamah tirinya. "Dimana Melvin? Kok gak kelihatan?" tanya Betty.
"Enggak ikut tante" jawab Dinka sambil tersenyum tipis. "Mulai sekarang dia akan tinggal bersama kita" ungkap Armand disertai melangkah ke atas tangga tanpa menjelaskan apapun pada sang istri.
"Maksud papah gimana sih" Betty menyusul suaminya yang akan menuju ke dalam kamar. Dinka pun diantarkan oleh pelayan menuju ke kamarnya. Tapi di cegat oleh adik iparnya. "Kakak ipar ada masalah lagi sama kak Melvin?" tanya Reta. Suara Reta yang tiba-tiba bertanya itu membuat Dinka tersentak kaget.
"Ta kamu di sini?" tanya Dinka sebelum menjawabnya. Reta hanya manggut-manggut. "Apa ada masalah lagi dengan kak Melvin, sehingga om Armand nyuruh kakak ipar untuk tinggal di sini?" tanya Reta lagi. Dia belum tau masalah yang tengah terjadi antara Melvin dan Armand.
__ADS_1
"Ceritanya panjang, intinya bapak ku salah paham sama Melvin jadi aku di suruh tinggal di sini" ungkap Dinka. "Tapi kenapa?" Bobby maju kedepan mendekat pada Dinka. "Iya kak apa yang terjadi?" Reta menjadi penasaran.
"Aku akan tinggal di sini sementara waktu, kamu bilang sama Melvin bahwa aku baik-baik saja" Dinka mendekati Reta dan berbisik padanya. "Iya kak" bisik Reta.
Bobby jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Begitu pula dengan Reta. Bobby melirik pada sang kekasih. Dan memberi kode untuk keluar dari rumah. Dinka pun berjalan menuju kamar untuk sekedar meluruskan tubuhnya.
"Sehat terus ya sayang semoga persalinannya lancar dan mudah" ucap Dinka sembari mengusap lembut perut buncitnya. Ada gerakan yang cukup kencang dari sang buah hati. Yang mana itu tandanya si kecil merespon ucapan Dinka. Bibirnya tersenyum senang karena gerakan si kecil yang aktif.
Diluar rumah Reta dan Bobby bertanya-tanya satu sama lain apa yang sedang terjadi. "Kayanya ada masalah yang membuat papah membawa Dinka kesini deh" ungkap Bobby. "Iya tadi kan kakak ipar juga ngomongnya gitu" sahut Reta. "Tapi masalah apa, bukannya kakak ipar mu dengan suaminya sudah baikan" timpal Bobby.
Reta diam sejenak untuk berpikir. "Jangan-jangan karena masalah yang waktu itu deh, yang Dinka kira kak Melvin selingkuh lagi sama Serin. Dan om Armand baru mengetahuinya. Jadi om Armand membawa Dinka kesini. Itu sih baru tebakan aku" ucap Reta. "Bener juga itu beb masuk akal" Bobby manggut-manggut mengiyakan ucapan Reta.
"Ya udah bahas besok lagi, lebih jelasnya tanya sama kak Melvin aja. Ayo antar aku pulang" Reta menarik tangan Bobby menuju garasi mobil. "Iya kekasih ku yang tomboi" Bobby mengikutinya di belakang sambil cengengesan.
Belum sempat melajukan mobil, Reta dan Bobby melihat mobil milik Melvin yang melaju ke depan rumah Bobby. "Beb itu bukannya mobil kak Melvin" Reta mencolek Bobby dan menunjuk ke arah depan.
"Iya beb" Bobby segera turun dari dalam mobil dibarengi dengan Reta. "Kak Melvin" Reta dengan cepat menghampiri sang kakak. "Dek, kebetulan kamu disini. Apa kamu bertemu Dinka tadi?" tanya Melvin. "Iya kak" Reta mengangguk.
__ADS_1
"Kak Melvin sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Dinka di bawa pulang sama papahku?" tanya Bobby penasaran. "Aku juga kurang paham tiba-tiba papah mu datang dan membawa Dinka" jelas Melvin.
"Sepertinya dia mengira aku selingkuh" lanjut Melvin. Reta dan Bobby saling menatap. "Kakak yang sabar ya, kata Dinka dia akan menginap di sini untuk sementara. Mungkin sampai amarah om Armand reda" ungkap Reta sambil memegang tangan sang kakak.
"Tapi kakak gak bisa jauh dari Dinka dek. Apalagi dia akan melahirkan" sahut Melvin. "Aku akan coba bicara sama papah kak" Bobby ikut mendekat pada Melvin dan memegangi tangan Melvin yang satunya.
Reta melotot pada Bobby. Sambil menunjuk dengan dagunya memberi kode agar melepaskan tangan Melvin. Bobby mengerti maksud tatapan Reta dan langsung melepaskannya. "Coba kamu bicara sekarang ya sama papah kamu" pinta Melvin.
"Kakak tenang dulu, tadi kakak ipar bilang mau menginap di sini. Sebaiknya kak Melvin pulang ya buat tenangin diri dulu" saran Reta. Bobby diam sejenak sambil berpikir. Tangannya memegangi dagu dan tatapan matanya menuju ke atas. "Ah aku baru ingat ada jalan tikus nih di rumah" celetuk Bobby. Yang dikira sebuah guyonan untuk menghibur Melvin. Reta memukul lengan Bobby cukup keras. Sampai membuat Bobby mengaduh. "Maksud kamu apaan sih, sekarang bukan waktunya becanda ****" gerutu Reta.
"Siapa yang becanda beb, aku serius kok" keluh Bobby sambil mengusap-usap lengannya yang di pukul tadi. "Serius apaan" ketus Reta.
"Iya di taman sebelah rumah ada jalan tikus yang jarang di lewatin beb, kak Melvin bisa lewat sana kalau mau masuk kerumah agar gak ketahuan sama papah" jelas Bobby. Namun Reta dan Melvin masih belum paham. "Kamu mau nyuruh kak Melvin masuk lewat lubang tikus gitu maksudnya" Reta kini makin marah.
"Enggak bukan begitu" Bobby melambai-lambaikan tangan agar Reta dan Melvin tidak salah paham. "Maksudnya ada pintu yang jarang di lewatin sama orang di samping dekat taman. Itu tepat terhubung gak jauh dari kamarnya kakak ipar" Bobby mengangkat kedua alisnya.
"Yang jelas dong ngomongnya" Reta semakin ketus. "Gini beb, kalau kak Melvin mau mengendap-endap masuk kedalam rumah harus lewat pintu samping yang dekat dengan taman nanti masuk sedikit terus ada tangga langsung ke hubung sama kamarnya kakak ipar yang dekat jendela itu" Bobby menunjuk ke arah atas.
__ADS_1
"Kenapa gak bilang dari tadi" ucap Reta dan Melvin secara kompak. "Masalahnya aku lupa naruh kunci pintunya dimana" Bobby garuk-garuk kepala sambil cengengesan. Reta dan Melvin menepuk jidatnya masing-masing.