Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
152. kasih sayang seorang ayah #2


__ADS_3

Armand menyelesaikan semua administrasi kepulangan sang anak. "Lah mana Melvin tadi ada disini?" tanya Armand bingung. "Mungkin tuan muda sudah pulang terlebih dahulu tuan" jawab bi Nah. Dinka hanya diam mendengarkan.


Melvin sudah menghilang terlebih dulu dari rumah sakit. Dia tidak mau kalau Dinka melihatnya merana. "Mau sampai kapan kamu seperti ini sayang" ucap Melvin sambil memandangi sang istri dari kejauhan.


Dinka di tuntun oleh sang ayah. Bi Nah mengekori dari belakang membawa tas berisi baju Dinka. "Tuan Armand biar saya juga ikut mendampingi nona selama di rumah tuan" ucap bi Nah. "Gak usah bi nanti akan ada perawat yang menjaga Dinka selama dirumah ku" sahut Armand.


Dinka mendudukan dirinya secara perlahan dikursi mobil. "Hati-hati nak" pinta Armand. Mobil melaju dengan kecepatan biasa. "Bi Nah nanti bilang pada Melvin suruh menyusul Dinka kerumah" ucap Armand.


"Iya baik tuan" jawab bi Nah. "Gak usah pak" sahut Dinka dengan cepat. "Lah kenapa?" tanya Armand. Dinka diam tidak menanggapinya. Begitu pula dengan bi Nah.


Armand memang sudah mencium keanehan pada hubungan rumah tangga Melvin dengan sang anak. Tapi Armand akan mencari tau sejelas-jelasnya apa yang terjadi.


Sampailah di rumah milik Armand. Sang istri yang sedang bersantai ria di kejutkan dengan kedatangan anak tirinya. Betty kemudian menghampiri suaminya dan bertanya "kenapa Dinka bisa mau kesini?".


Armand hanya menyuruh sang istri untuk diam. "Nak kamu akan menempati kamar disebelah Bobby ya. Kamar itu sudah bapak siapkan jauh-jauh hari ketika kamu mau pulang atau menginap di sini" ungkap Armand. Dinka mencoba menerima ibu tirinya. Dia mendekat kearah Betty dan mencium tangannya. Sebagai bukti kebaktian seorang anak. Walaupun Dinka belum menerima seutuhnya kehadiran ibu tiri di hidupnya. Namun itu lebih baik bila harus tinggal bersama sang suami yang telah mengkhianatinya.


"Tante Betty apa kabar?" tanya Dinka dengan suara yang lirih dan lembut. "Baik nak Dinka" Betty cukup terkejut dengan sikap yang ditunjukan Dinka padanya. Betty ini sebenarnya bisa menerima Dinka sebagai anak tirinya. Yang dia tidak terima adalah saat suaminya yang dianggap sebagai orang terkasih membohonginya selama puluhan tahun. Armand memang mengaku masih single saat menikah dengannya. Tapi waktu sudah berlalu begitu lama, dia harus menerima kenyataan bahwa Dinka merupakan bagian dari kehidupannya yang sekarang.

__ADS_1


Armand langsung menyuruh Dinka untuk beristirahat didalam kamar ditemani oleh bi Nah. "Kamu istirahatlah dikamar biar bi Nah yang menjaga dan menemani mu" saran Armand. "Iya pak" Dinka berjalan secara perlahan dituntun oleh bi Nah kelantai atas.


Betty menarik tangan suaminya dan mengajaknya masuk kedalam kamar untuk bicara. Dirinya ingin meminta penjelasan dari sang suami. "Apa maksud kamu pah dengan membawa Dinka kemari?" tanya Betty penasaran. Armand duduk di ranjang empuknya. "Dia yang meminta sendiri ingin tinggal bersama ku. Jadi aku membawa dia pulang" jelas Armand.


"Tidak mungkin tidak ada maksud apa-apa dari Dinka yang tiba-tiba ingin tinggal bersama kita pah" sahut Betty. "Justru itu mah, papah menduga kalau rumah tangga Dinka dan Melvin sedang dalam masalah. Papah dulu pernah cerita ke mamahkan soal Melvin yang berselingkuh dengan calon tunangannya Bobby" ungkap Armand.


"Iya pah mamah ingat. Wanita yang bernama Serin itu kan?" tanya Betty memastikan. "Iya papah curiga bahwa Melvin masih berhubungan dengan wanita licik itu. Jadi Dinka ingin berpisah dengan Melvin. Itu baru dugaan papah saja" jelas Armand.


"Papah jangan ngomong sembarangan gitu. Mana mungkin Melvin mau kembali berhubungan dengan Serin sih pah. Kan dia tau sendiri Serin wanita seperti apa" ujar Betty. "Papah tidak mau ambil pusing tentang Melvin mah. Yang jelas kalau saja Melvin menyakiti Dinka lagi papah gak akan terima begitu saja walaupun dia anaknya Arya dan Sarah. Papah akan bilang semua pada Arya" ucap Armand panjang lebar.


Kini orangtuanya sudah meninggal dan yang mengambil alih perusahaan ialah Armand. Bisa dibilang Armand lah yang beruntung bisa menikahi Betty walaupun dirinya janda beranak satu.


"Ya sudah aku mau kembali kekantor, kalu ada apa-apa kamu hubungi aku secepatnya ya" pinta Armand. "Iya pah hati-hati" Betty mengantarkan sang suami sampai didepan pintu rumah.


Melvin berjalan mondar mandir di sekitar kompleks rumah mertuanya. Dia jadi bingung sendiri mau ngapain. "Masuk tidak...masuk tidak" ucapnya sendiri.


"Astaga kenapa malah jadi bingung sendiri sih. Aku harus beranikan masuk dan membawa istri ku pulang" Melvin kembali masuk kedalam mobilnya dan melajukan kearah gerbang rumah Armand.

__ADS_1


"Nyonya ada yang mencari anda" ucap seorang pelayan pada Betty. "Siapa bi?" Betty berjalan menuju ruang tamu. "Oh nak Melvin ya" ucap Betty tersenyum. "Iya tante, apa kabar?" tanya Melvin.


"Tante baik, silahkan duduk" Betty mempersilahkan. "Tante tau maksud kedatangan mu kesini" imbuh Betty. "Iya pasti sudah bisa ketebak ya tante" sahut Melvin.


Betty tersenyum melihat wajah tampan Melvin. "Istri kamu ada di kamar lagi istirahat kamu temui saja dia ajak bicara baik-baik" saran Betty. "Baik tante terimakasih" Melvin berjalan menuju ke kamar dimana Dinka berada.


Melvin langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Terlihat bi Nah sedang tidur dan tak terlihat keberadaan sang istri. Tapi ada suara gemercik air yang jatuh dari kamar mandi. 'Mungkinkah Dinka sedang mandi?' batin Melvin.


Dia memberanikan membuka pintu kamar mandi yang tak di kunci. Melihat sang istri tanpa sehelai benang pun membuat Melvin merinding sampai ubun-ubun. Walaupun itu bukan kali pertama dia melihatnya.


Dinka terkejut melihat sang suami sudah ada di dalam kamar mandi. "Melvin kamu kok bisa masuk kesini" Dinka segera mengambil handuknya dan membalut tubuhnya.


"Sayang aku hanya..." ucapan dari Melvin terpotong oleh Dinka. "Keluar" ucap Dinka sedikit keras. Melvin tidak bergerak dari tempatnya berdiri. Matanya menatap sang istri dengan dalam. Melvin memberanikan diri memeluk sang istri dan meminta maaf. "Sayang maafkan aku" ucap Melvin.


Dinka hanya diam tidak membalas pelukan dari suaminya. Melvin beralih memandangi bibir Dinka. Sebuah kecupan hangat mendarat di bibir sang istri.


Tau sang istri tidak menolaknya, Melvin kembali mencium Dinka dan membabat habis bibir sang istri. Airmata keluar dari mata kedua insan itu.

__ADS_1


__ADS_2