Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
135. Tingkah istri yang hamil #2


__ADS_3

Melvin kembali kedalam kamar dengan membawa kertas yang sudah kusut itu. Dinka masih asik memainkan game di ponsel. "Sayang ini ulah siapa?" Melvin menunjukan kertas itu persis di hadapan wajah Dinka. Membuat Dinka menatap kearah kertas tersebut. "Ini kertas yang aku buat kipasan tadi sayang, karena aku kepanasan" dengan polosnya Dinka berkata.


Melvin tersenyum melihat kearah sang istri. "Sayang ini proposal yang aku cetak tadi, buat besok. Kenapa malah di buat kipasan sama kamu kan jadi kusut" ucap Melvin selembut mungkin agar sang istri tidak marah karena di salahkan. "Kan aku gak tau" sahut Dinka. "Udah ada ac emang masih panas ya?" tanya Melvin. "Ac nya tadi aku matiin jadi panas" Dinka menatap kembali ke layar ponsel.


"Okeh ini salah kamu, sebagai hukuman aku mau minta jatah nanti malam" ucap Melvin dengan tegas. Tapi Dinka tidak menggubris ucapannya.


"Sayang kamu denger gak sih aku ngomong" gerutu Melvin. Tangannya memegangi dagu Dinka untuk beralih menatapnya. "Kan bisa di cetak ulang, kenapa kamu nyalahin aku sih cuma karena kaya gitu doang" keluh Dinka.


Melvin mengambil nafas dalam dan menghembuskannya. 'Sabar-sabar istri lagi hamil emang sensitif banget, dari pada ntar malam gak dikasih jatah mending aku yang ngalah' batin Melvin. "Iya sayang maaf ya bukannya aku mau nyalahin kamu tapi kamu emang sudah bersalah dan sebagai hukumannya aku mau kamu" ucap Melvin dengan lembut.


"Iya-iya" sahut Dinka ketus. Ponsel milik Melvin di lempar kearah tempat tidur. "Aku ngantuk aku mau tidur siang dulu, kamu jangan berisik" imbuh Dinka.


Melvin sengaja mendekati sang istri untuk bermesraan. Direbahkan tubuhnya di belakang sang istri. "Awas katanya kamu mau melanjutkan kerjanya...sana ih" Dinka mengibaskan tangan Melvin yang ada di perutnya.


"Pelit banget sih kamu" bisik Melvin ditelinga Dinka. "Kalau kita melakukannya sekarang nanti malam gak minta lagi deh" rayu Melvin. Dinka tidak menjawab ucapan suaminya. Namun tangan Melvin melalang buana ditubuh sang istri. Tanpa ada perlawanan dari Dinka membuat Melvin senang. Itu tandanya sang istri pasrah mau di perlakukan seperti apapun. Dinka sudah tertidur pulas, tapi Melvin tetap melanjutkan aksi buasnya.


Puas berpetualang di tubuh sang istri Melvin melanjutkan aktivitas pekerjaannya kembali. Dia mengakhirinya dengan mencium kening sang istri.

__ADS_1


Proposal yang sudah dicetak, akhirnya satu persatu dicetak ulang, takut ada yang belum tercetak Melvin menelitinya satu persatu. "Kak Melvin" Reta mengetuk pintu kamar Melvin dan langsung membukanya. Hanya kepalanya saja yang melongok kedalam.


"Kak pinjem mobil sportnya dong, mobil aku lagi dibengkel. Aku mau kencan sama Bobby" lanjut Reta. "Mau dibawa kemana de?" tanya Melvin.


"Mau dibawa kencan lah, mobilnya Bobby juga di pakai sama adiknya" sahut Reta. Melvin mengambil kunci mobil dan stnk untuk diberikan pada Reta. "Pulang jangan malem-malem" pinta Melvin.


"Iya gak tau ntar" Reta menjulurkan lidahnya pada Melvin. "Di bilangin baik-baik malah kaya gitu" gerutu Melvin. Reta beralih memandang ke arah tempat tidur. "Kaka ipar tumben tidurnya pake selimut sampai rapet kaya gitu" Reta tersenyum dan memainkan matanya. "Pasti habis itu ya" ledek Reta.


"Udah sana pergi" kata Melvin. "Siang-siang bolong begini, ya ampun kakak ini" sambung Reta dan langsung menutup pintunya dengan rapat. Melvin hanya geleng-geleng kepala. Adiknya sudah mulai berani meledeknya.


Malam ditaburi oleh bintang-bintang di langit. Melvin menyiapkan beberapa vitamin yang akan diminum oleh sang istri. Semenjak hamil Melvin sangat memperhatikan sang istri. Karena ini merupakan kehamilan pertama bagi Dinka. Istri yang hamil pun sangat butuh perhatian ekstra dari suaminya. Seperti suami idaman Melvin melakukan beberapa tugasnya sebagai suami yang baik.


"Sebentar lagi kan aku mau KKN nih di perusahaannya om Armand biar bisa barengan gitu sama Bobby, dan aku disuruh buat contoh proposal yang menarik sama om Armand agar bisa KKN disanah" Reta menjelaskan.


"Biasanya kan dari pihak kampus yang mencari tempat buat KKN? Lagian kenapa juga kamu gak magang di tempat kaka aja?" tanya Melvin.


"Emmm itu kak anu..." Reta tidak melanjutkan ucapannya. 'Kalau sampai aku magang di perusahaannya kak Melvin aku jadi gak bisa berduaan sama Bobby dong, ah gak asik banget kan' gumam Reta dalam hati.

__ADS_1


Melvin membawa nampan berisi vitamin dan segelas air kedalam kamar. "Kak gak jadi deh aku mau ngerjain berdua aja sama Bobby" ucap Reta sedikit keras.


"Bilang aja mau berduaan sama Bobby" sahut Melvin. Reta hanya cengengesan menanggapi kata-kata dari kakak angkatnya itu.


Didalam kamar Dinka menggerai rambutnya yang masih basah. Biasanya dia menggunakan hairdryer untuk mengeringkan rambut, tapi dia sedang malas menggunakannya.


"Sayang sengaja ya rambutnya di gerai gitu untuk menggoda ku" Melvin meletakkan nampan dimeja. "Kamu sih pikirannya ke situ mulu dari kemaren" Dinka menengok kearah suaminya.


Melvin berjalan menghampiri Dinka dan memeluknya dari belakang. "Kenapa wajar dong, waktu itu kata dokter juga kita harus sering melakukannya. Dan itu baik buat kandungan kamu" bisik Melvin. "Sering sih sering tapi kan gak sehari dua kali juga" keluh Dinka sambil menyisir rambut panjangnya.


"Sini biar aku yang menyisir rambut kamu" Melvin mengambil sisir dari tangan Dinka. Dan mulai menyisir rambut sang istri. Berulang kali Melvin menghirup bau wangi buah dari rambut istrinya.


"Sayang kamu mandi sana bau" ucap Dinka. Melvin mencium bau badannya sendiri. "Aku udah mandi sayang emang masih bau ya?" tanya Melvin.


"Iya kamu tuh aneh baunya" Dinka menutup hidungnya sendiri. "Apa karena parfum aku ganti jadi baunya aneh" Melvin masih sibuk menciumi bau badannya.


"Udah sana mandi dulu terus ganti baju, kamu nih bau banget" Dinka mendorong tubuh suaminya masuk kedalam kamar mandi. Tangan Dinka di tarik oleh Melvin agar ikut masuk kedalam. "Sayang kamu mau apa sih" Dinka mencoba menghindar dari Melvin.

__ADS_1


Melvin menciumi leher jenjang Dinka. Tapi Dinka terus menolak. "Vin lepas aku gak mau, kamu nih seneng banget maksain deh" gerutu Dinka.


Dengan sekuat tenaga Dinka mendorong tubuh Melvin agar menjauh darinya. Namun sia-sia saja Melvin tak bergerak sedikit pun. "Sayang sebentar doang" Melvin masih terus memeluk Dinka dan menciumi leher mulus sang istri.


__ADS_2