Gadis Desa bukan Cinderella

Gadis Desa bukan Cinderella
55. Serangan yang mendadak


__ADS_3

Dirumah megah keluarga Tama. Dinka duduk berjongkok diatas kursi didapur. Dia sedang menghabiskan persediaan madu karena baginya memakan madu tidak membuatnya cepat mual. Mungkin bayi nya si Melvin ini suka dengan hal yang berbau manis.


Terlihat dua botol madu berukuran sedang sudah kosong. Kini Dinka sedang menghabiskan botol yang ketiga.


"Astaga nona" ucap Alini. Dinka menengok kearah kedatangan sikembar. "Mau" tawar Dinka sambil menjulurkan tangannya memegang botol madu.


"Nona kelaparan atau memang sedang nyidam ini?" tanya Arini sambil menggaruk kepalanya. "Hem laper" jawab Dinka cengengesan.


Sikembar mengernyit. Alini menuangkan air putih untuk majikannya. "Emang gak kebanyakan sampai tiga botol madu non" sahut Alini sembari memberikan gelas.


"Laper kembar cuma makan madu yang gak bikin mual" jelas Dinka. Alini dan Arini saling menengok satu sama lain karena terheran. "Nona mau memakannya dicampur dengan roti tawar atau jus?" tanya Alini.


"Engga makan madunya aja udah cukup" jawab Dinka. Dinka berpindah haluan menuju ke ruang keluarga untuk menonton tv. Dia mengambil satu botol madu lagi dari dalam kulkas.


"Besok-besok stok madu yang banyak ya, oiya sekalian madu yang murni dong" pinta Dinka pada sikembar. Pelayan kembarnya mengangguk dan berkata "baik nona". Sikembar mengikuti langkah Dinka dibelakangnya.


Suara mobil Melvin terdengar para pelayan beserta pak Mimin bersiap untuk menyambutnya. Melvin berjalan masuk kedalam rumah sembari mengendurkan dasinya.


Dinka menatap cuek pada sang suami. Dan kembali fokus pada layar tv yang besar dihadapannya. Tangannya sesekali menuangkan madu kedalam mulut. Melvin melihat sepintas istrinya. Langkah kakinya kembali menuju kekamar.


Setelah selesai dengan ritual mandinya. Melvin menghampiri sang istri yang sedang duduk disofa ruang keluarga. "Kembar buatkan kopi" pinta Melvin. Alini dan Arini menuju kedapur untuk membuatkan kopi.


Tanpa ada niat menggoda Dinka menuangkan kembali madunya dan menjilat bibirnya dengan lidah karena madunya tumpah keluar mulut. Pandangan matanya kearah tv. Melvin melihat bibir Dinka dan tergoda untuk mencicipinya.

__ADS_1


Segera kedua tangan Melvin meraih leher Dinka dan melumat bibirnya dengan lembut. Mata Dinka membulat sempurna karena terkejut mendapat serangan yang tiba-tiba dari sang suami.


Namun Dinka menikmati ciuman lembut dari bibir Melvin. Dan mulai menutup matanya untuk menghayati. Tak terasa tubuh Dinka sudah di tindih oleh Mevin.


Si kembar berjalan beriringan dari dapur. Sontak menutup matanya melihat adegan mesra dari majikannya. Mereka berdua kembali kedapur karena takut mengganggu.


Dinka melepaskan bibirnya dari bibir Melvin untuk mengambil oksigen. Mata Melvin masih tertuju pada bibir Dinka dan kembali menciumnya. Pengawal yang tidak sengaja melintas berbalik arah karena tidak ingin mengganggu.


Alfan berjalan santai menuruni anak tangga sambil memegang ponselnya di tangan. Mulutnya ternganga melihat pemandangan diruang keluarga.


Dinka menyadari kedatangan Alfan karena matanya terbuka sewaktu akan melepaskan kembali bibir Melvin. Tangan Dinka mendorong tubuh Melvin dengan kuat agar tidak lagi diatas tubuhnya.


Dinka dengan cepat merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan. Melvin melihat kearah tangga mendapati Alfan berdiri dengan mulut terbuka. "Emm maaf mungkin aku mengganggu kalian" ucap Alfan cengengesan.


Alfan mendudukan bokongnya disofa dan menonton tv sambil mencoba menghubungi tunangannya. Tetap saja tidak diangkat oleh Serin. Pelayan kembar Dinka mengampiri Alfan dengan membawa secangkir kopi yang mulai mendingin.


"Saya kira tuan Melvin" ucap Arini. Alfan meraih cangkir yang dipegang Alini dan meminumnya sampai habis. "Kopi itu sudah mendingin tuan apa tuan mau saya buatkan kembali?" tanya Alini.


"Tidak usah lagian kopi ini seperti perasaan ku, yang bila didiamkan akan terasa pahit dan dingin" Alfan berucap sambil tersenyum miris.


Sikembar tidak mengerti dengan makna ucapan majikannya itu.


Setelah selesai dengan aktivitasnya Melvin tidak langsung terlelap. Langkahnya menuju kedapur. Melihat sang kaka sedang meminum wine sendirian Melvin pun menghampirinya.

__ADS_1


Melvin mengambil gelas dan menuangkan wine kedalamnya. Kemudian menenggak sampai habis. Alfan tertawa kecut melihat adiknya. "Tuangkan juga untuk kaka mu ini" pinta Alfan.


Melvin menuangkan minuman ke gelas Alfan. "Apa yang mengganjal dipikiran mu?" tanya Melvin. Alfan menghela nafasnya dengan berat. "Hanya sedang ingin saja" jawabnya.


Alfan menenggak gelas berisi wine. "Ingin mabuk bersama malam ini?" tanya Melvin. Alfan tersenyum seraya berkata "kau siap".


Melvin mengangguk dengan cepat mengiyakan tantangan kakaknya. "Kau jangan mabuk kasian istrimu harus melayani mu dua kali" ledek Alfan. "Dia tidak keberatan karena itu sudah menjadi kewajibannya" ungkap Melvin sambil menggoyangkan gelas yang berada ditangan.


Alfan menuangkan digelas dan meminum wine nya sampai dua kali tegukan.


"Tau tidak dulu sewaktu kita masih kecil, kau sungguh menggemaskan. Apalagi si adik tomboy" ucap Alfan terlihat sudah mulai ngelantur omongannya.


Melvin pun ikut menuangkan wine kedalam gelasnya lagi. "Kalau kak Alfan bodoh mau-maunya sering kena pukul dan hukuman dari ayah padahal itu sudah jelas kesalahanku" ucap Melvin.


"Aku hanya terlalu sayang padamu karena kau adikku" tangan Alfan mengelus pipi Melvin. Melvin langsung mengibaskan tangan kakanya.


Setelah puas minum-minum Alfan dan Melvin saling merangkul sembari berjalan menuju kelantai atas. Jalan mereka sempoyongan kesana kemari. Pak Mimin mengikuti dari belakang memastikan para tuan mudanya ini tidak terjatuh.


Ada moment lucu yang terlihat dari mereka ketika satu sama lain saling mengelus pipi. Pak Mimin melihatnya saja sampai terharu. Terlihat kedua kakak beradik itu saling menyayangi walaupun tidak ada ikatan darah.


Melvin berjalan masuk kedalam kamar dan membuka selimut istrinya. Dia tergiur dan mulai menindih badan sang istri. Melvin memulainya lagi. Dinka terbangun dari tidurnya karena aktivitas Melvin diatas tubuhnya.


Bau menyengat alkohol tercium dari bibir sang suami. Dinka mau tidak mau menuruti suaminya dengan kembali melayani.

__ADS_1


__ADS_2