Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Jomblo Teriak Jomblo


__ADS_3

Si bule nyasar, siapa lagi kalau bukan Jordy yang memiliki wajah blasteran, entahlah tidak ada yang tahu Jordy itu blasteran dari negara mana. Jangankan sahabat terdekatnya, Jordy pun juga tidak tahu. Aneh sekali bukan?


Si kalem, julukan itu untuk Danil yang terkenal pendiam, dingin dan kalem, itu adalah sifat yang hampir mirip dengan Raka. Bedanya, Kalau Raka dinginnya itu sudah kelewatan batas, bahkan pada orang terdekatnya pun sikapnya selalu dingin. Sedangkan Danil hanya bersikap dingin pada orang asing saja.


Danil masih sering mengeluarkan ekspresi wajahnya seperti senyum, tertawa, dan marah. Sedangkan Raka sangat jarang sekali, Raka sih lebih sering menggunakan wajahnya untuk berkomunikasi, ya.. bisa disebut bahasa wajah. Karena sangat malas untuk membuka mulutnya sambil mengeluarkan suara dingin dan datarnya itu, seperti menatap tajam, menaikkan dagunya, menaikkan salah satu alisnya dan mengerutkan kedua alisnya.


Si ceroboh, itu julukan untuk Arkan, karena Arkan memang sangat ceroboh. Dia pernah menghilangkan pasport nya saat hendak berlibur ke luar negeri bersama sahabatnya, siapa lagi kalau bukan The Perfect. Alhasil sahabatnya membatalkan rencana liburannya itu hanya karena kecerobohan Arkan.


Ternyata pasport nya Arkan tidak hilang, tetapi ketinggalan di dalam mobilnya sendiri. Dan yang menemukan pasport nya adalah Jordy. Jordy sudah menduganya sejak awal, tetapi Arkan itu sangat keras kepala.


"Siapa? Cewek apa cowok? Dan ada urusan apa kesini?" tanya Danil. Sebenarnya Danil itu agak sedikit kepo dan bawel kalau sudah menyangkut urusan orang terdekatnya.


"Kalau itu cewek, kenalin ke gue ya..!" perintah absurd playboy cap kadal, siapa lagi kalau bukan Leon yang masih mencoba mencari korban, entah yang ke berapa..? Saking banyaknya, jadi sudah tidak ada yang bisa menghitungnya, mungkin karena lupa.


"Bukannya lo pernah bilang kalau yang boleh masuk di tempat ini, kita doang. Bahkan cuma satu guru doang yang lo bolehin kesini buat ngecek situasi basecamp kita," ujar Jordy.


"Setuju gue sama tu bule nyasar," ujar Arkan. Untuk kesekian kalinya Arkan dan Jordy berpendapat sama. Emang dari sananya Arkan dan Jordy itu punya karakter yang hampir sama.


"Eh.. kalau itu cewek, gue boleh lah bac*t sedikit? hehe.." tambah Leon dengan tawa kikuk, karena Leon sebenarnya ragu untuk mempertanyakan hal yang tidak penting bagi Raka, takut kalau Raka marah.


Kalau udah marah Raka itu sangat menakutkan, seperti harimau yang ingin memakan mangsanya hidup-hidup. Walaupun begitu Raka akan tetap menjaga emosinya agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan dirinya.


Saat suasana sudah mulai kondusif, kini saatnya Raka mengeluarkan suara dingin dan datarnya.

__ADS_1


"Cewek. Ngapain gue kenalin ke elo, biasanya juga lo usaha sendiri. Sekali-kali gpp lah, gue ada urusan sama tu anak, gue males keluar, yaudah gue suruh dia kesini aja. Yaudah karena gue lagi baik, lo boleh bac*t sedikit," itulah jawaban Raka atas semua pertanyaan sahabatnya.


"Ehh tunggu kalau itu cewek, apa nanti gak nambah masalah? Kalau tu cewek foto-foto disini, terus disebarin ke temen-temennya, terus gimana nasib basecamp kita?" tanya Arkan.


"Iya juga ya.. tumben lo ada benarnya juga, semua mantan gue aja, gak gue bolehin masuk kesini," ujar Leon.


"Mantan lo apa korban lo? Dasar kadal," tanya Danil di tambah ejekan yang tidak diterima Leon. Buktinya Leon langsung angkat bicara.


"Dasar jones lu. Ya.. jangan salahin gue kalo punya banyak mantan, salahin aja noh yang mau sama gue. Udah tau gue buaya masih aja ngefans sama ketampanan gue yang tiada bandingannya," ucap Leon yang sekarang memasang wajah sok ganteng.


"Lo aja yang jones, gak usah bawa-bawa gue. Dasar kadal jones," ujar Danil yang tidak terima dibilang jones, ya.. walaupun Danil emang lagi jomblo, tapi kan enggak ngenes kayak Leon. Ohh... ya saat ini playboy cap kadal itu lagi jomblo lo, tumben ya..? Mungkin kehabisan sasaran guys.


"Kadal kok ngaku-ngaku buaya, gak malu apa sama jangkrik hhh.." ujar Jordy kepada Leon. Ucapan Jordy itu pun disambut oleh Danil dan Arkan yang sedang terkekeh.


Hanya Raka saja yang sifatnya tidak berubah saat berada di keramaian maupun di tempat yang hanya terdapat sahabatnya itu. Sepertinya hanya Raka saja yang masih waras 100%. Dulunya Danil juga waras sih, tapi lama-kelamaan tingkat kewarasan turun 50%, karena pengaruh sahabatnya yang absurd banget.


"Dia beda dari yang lain, kalian tentang aja, dia gak akan buat masalah," jawab Raka atas pertanyaan Arkan.


"Emang dia siapa? Bikin penyakit gue kumat aja lo," ujar Leon.


"Penyakit kepo lo emang selalu kumat kalau menyangkut urusan perempuan," ujar Jordy.


"Apaan lo bule nyasar ikut-ikutan aja, balik sono ke habitat lo!" ucap Leon yang tidak terima terus menerus dikaitkan dengan sifat playboy nya. Padahal kenyataannya memang sifat playboy nya belum hilang.

__ADS_1


"Nanti kalian tau sendiri, kalau anaknya udah dateng," ucap Raka yang tidak mau ambil pusing dengan celotehan sahabatnya.


***


"Ini udah nyampe koridor, terus lurus sampe mentok ada ruangan," ujar Litha sambil berjalan.


Kini Litha telah sampai pada tempat yang ditujunya, tepatnya Litha sudah berada di depan pintu ruangan yang hampir mirip seperti gudang.


To: Beruang Kutub 🐨


Gue udah di depan pintu.


Tak sampai 2 detik, pesan dari Litha langsung dibalas oleh penerima pesan itu.


From: Beruang Kutub 🐨


Cepet masuk!!!


Litha ragu untuk membuka pintu yang sekarang ada di depan matanya. Dia takut jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Litha itu orangnya gampang parno kalau sama orang yang masih berstatus asing baginya.


Beda cerita sama Raka yang mungkin udah anggep Litha dekat dengannya, buktinya saja dia menyuruh Litha datang dan masuk ke dalam basecamp nya. Padahal sebelumnya Raka sangat tidak menyukai ada orang lain yang masuk ke tempat itu, kecuali anggota The Perfect.


Perlahan tapi pasti, tangan Litha mulai membuka pintu itu, krekkk... Semua yang ada didalam ruangan itu melihat ke arah gadis cantik yang baru saja melangkahkan kakinya untuk pertama kalinya di ruangan itu. Gadis itu menggagalkan rencananya untuk melangkahkan kakinya lagi, karena sadar ada empat pasang mata yang melihatnya. Hanya Raka yang tidak memandang ke arah Litha.

__ADS_1


Litha terkejut setelah melihat isi ruangan yang kiranya mirip seperti gudang. Ruangan dengan desain interior berwarna putih dan cream bergaya modern minimalis.


__ADS_2