
"Rahasia itu gak akan terbongkar," jawab Raka. Memang entah bagaimana caranya Raka mengetahui rahasia Litha. Tentunya untuk mengetahui tempat tinggal Litha yang seperti istana itu, bukanlah hal yang sulit bagi seorang Raka Adelard Pangestu.
Litha yang dulunya lulusan dari SMP yang kurang bagus, setelah sekolah di SMA yang elit pun selama ini berpenampilan sederhana dan dia tidak pernah memakai makeup, serta selalu membawa bekal dan air putih dari rumahnya, ternyata adalah anak orang kaya. Lebih tepatnya berasal dari keluarga terhormat dan terpandang yang bernama Nagara. Nagara Group adalah perusahaan milik keluarga Nagara, salah satu perusahaan yang juga terkenal mempunyai pimpinan yang kejam tanpa ampun di dunia bisnis.
Selama ini tidak ada yang menyadari bahwa nama panjang Litha, yaitu Litha Kusuma Jaya Nagara sebenarnya sudah mewakili bahwa dia adalah keturunan dari keluarga Nagara.
Sebenarnya Litha memang sengaja berpenampilan sederhana, karena Litha tidak ingin identitas aslinya diketahui semua orang, bahkan sahabatnya, Fika dan Tiara tidak mengetahui hal ini. Hanya Sarah saja yang mengetahui kalau Litha berasal dari keluarga yang terhormat dan terpandang, karena tempat tinggal mereka memang berada di kompleks yang sama. Litha tidak ingin mempunyai sahabat yang dekat dengannya hanya karena latar belakang keluarganya. Gadis berusia 16 tahun itu menginginkan sahabat yang tulus dengannya.
Selama ini Litha bersusah payah belajar dengan rajin untuk mencapai cita-citanya dengan jalur beasiswa, itulah keinginan Litha sejak kecil. Dia tidak ingin merepotkan orang tuanya, padahal orang tuanya berasal dari keluarga kaya raya. Tentunya untuk hal pendidikan anaknya itu, tidak akan membuat orang tua merasa terbebani bukan?
Bahkan Litha sebenarnya menolak sekolah ditempat elit itu, tetapi orang tuanya memaksanya. Disisi lain Litha sangat bersyukur setelah mendapat beasiswa yang bukan karena, atas nama keluarganya, tetapi karena kepandaiannya sendiri.
Dan soal sepatu limited edition itu? Itu adalah pemberian kado dari kakaknya, yang biasa dipanggil bang Umran. Litha sebenarnya tidak ingin memakainya, tetapi karena itu adalah pemberian dari kakak tercintanya, Litha merasa tidak enak. Jadi dengan terpaksa Litha harus memakainya sebagai tanda rasa terimakasih.
"Tunggu! Jelasin dulu kenapa lo bisa tahu semua ini?" tanya Litha kepada Raka yang sedang berjalan ke arah mobilnya.
"Suatu saat lo bakal tahu jawabannya," jawab Raka tanpa intonasi apalagi ekspresi, dan tanpa membalikkan tubuh kekar serta berototnya itu. Tanpa aba-aba Raka melanjutkan langkah kakinya menuju mobilnya.
"Ehh.. tunggu lagi!" perintah Litha yang sekali lagi berhasil menghentikan langkah kaki Raka, walaupun Raka tidak membalikkan tubuhnya. Tentunya itu membuat Litha kesal, mungkin kalau bagi perempuan lain itu sudah lebih dari cukup. Malah itu sebuah keajaiban, seorang Raka dengan sikap dinginnya itu mau menuruti perintah seorang perempuan yang masih berstatus asing.
"Ini jaket tebel lo," ujar Litha. Sambil mencopot jaket hitam itu. Gadis ini merasa sangat kegerahan, mungkin efek jaketnya yang tebal.
"Cuci dulu," jawab Raka, setelah itu segera pergi meninggalkan istana megah itu yang disebut rumah.
Memang jaket itu sedikit bau, mungkin karena tadi jaketnya sempat tersentuh oleh tangan para preman. Kalau Litha sih tetep wangi, walaupun tubuhnya mengeluarkan keringat sebanyak apapun, mungkin parfumnya mahal banget.
***
__ADS_1
HP Litha berdering, dilayar handphonenya tertulis Unknown. 'Siapa nih?' batin pemilik HP itu.
"Besok istirahat ke dua ke basecamp tempat biasa gue nongkrong, jangan lupa bawa jaketnya, awas kalo lo gak dateng!" suara dari handphone Litha. Sekarang Litha mengetahui siapa pemilik nomor ini. Sudah dapat dipastikan bahwa hanya Raka yang memiliki suara dingin tanpa intonasi dan datar ini.
"Ehhh... taa.." jawab Litha.
Thut--thut, belum sempat melanjutkan ucapannya, saluran panggilan itu sudah terputus, dan tentu saja pelakunya adalah Raka.
"Apaan sih ni es batu, bikin orang betek aja," gerutu Litha yang tidak terima panggilannya diputuskan begitu saja.
"Eh... tunggu, dia kok bisa tahu nomor gue?" tanya Litha pada dirinya sendiri.
Litha kembali menelefon Raka, tidak mencapai 2 detik, panggilan tersebut sudah dijawab oleh Raka.
"Lo tau nomor gue dari mana?" tanya Litha.
"Ha ha.. lucu. Oh.. iya habitat lo kan emang disana," ujar Litha, sambil mengeluarkan suara tertawa palsu.
'Dasar beruang kutub,' batin Litha, karena memang beruang kutub habitatnya berada di kutub Utara.
"Eh.. soal jaket tadi.." ucap Litha yang belum sempat terselesaikan, karena panggilannya sudah diputuskan oleh, siapa lagi kalau bukan Raka.
"Dasar ni es batu, es balok, kulkas berjalan, beruang kutub bikin emosi aja," gerutu Litha dengan alasan yang masih sama, yaitu panggilannya diputuskan secara sepihak.
**Kelas X MIPA 3__
Istirahat pertama
__ADS_1
"Ke kantin yuk," ujar Sarah yang mengajak Tiara dan Fika.
"Ayok.." ajakan tersebut disetujui Litha, padahal Sarah tidak mengajaknya. Sarah menduga Litha pasti akan pergi ke perpustakaan seperti biasanya, tapi dugaan tersebut salah.
"Tumben lo mau ikut? Kesambet apaan pagi-pagi gini?" tanya Fika. Sontak pertanyaan tersebut membuat Sarah dan Tiara tertawa.
"Kesambet mbak kunti diujung jalan sana," jawab Litha dengan santainya.
"Serius?" tanya Fika dengan polosnya. Pertanyaan itupun menjadi bahan tertawaan Tiara dan Sarah.
"Lama-kelamaan gue mulai bosen di perpus sama di kelas mulu, pengen suasana baru aja, kalian gak keberatankan kalau gue ikut?" tanya Litha dengan ekspresi ragu.
"Ya enggaklah, kita malahan seneng kalo lo gabung sama kita," jawab Tiara. Fika dan Sarah hanya mengangguk, menyetujui ucapan sahabatnya itu.
**Kantin__
Kini empat hamba Allah yang cantik-cantik itu, sedang meminum minuman masing-masing dan sibuk dengan urusan masing-masing.
Sarah sekarang sedang mendengarkan vidio musik dari laptopnyanya lewat headphone hitam miliknya. Karena suasana kantin saat ini sedang ramai dan rusuh, jadi Sarah memutuskan menggunakan headphone.
Sedangkan Fika sedang menonton drama Korea atau lebih sering disebut Drakor yang sangat disukainya itu lewat laptopnya. Walaupun suara dari film itu kurang terdengar jelas, karena suasana yang tidak mendukung dan Fika lupa, tidak membawa headphone.
Saat ini Tiara sedang sibuk dengan handphonenya, karena menscroll sosial media, lebih tepatnya Instagram milik para cogan-cogan terpopuler di Indonesia.
Litha? Dia hanya membaca buku pelajaran, Litha sebenarnya ke kantin bukan untuk membeli makanan ataupun minuman. Buktinya saja dia tidak membeli apapun dari kantin, dia membawa botol dari rumahnya yang berisi air putih. Tujuannya ke kantin yaitu ingin mencari suasana baru untuk belajar, karena dia merasa bosan berada di perpustakaan atau biasanya di kelasnya.
***
__ADS_1
Tanpa disadari tiba-tiba datang dua perempuan yang tidak disukai oleh Sarah, mereka berdua adalah seniornya yang tak lain, yaitu Dita dan Tania.