Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Pembullyan Fisik


__ADS_3

Tanpa disadari tiba-tiba datang dua perempuan yang tidak disukai oleh Sarah, mereka berdua adalah seniornya yang tak lain, yaitu Dita dan Tania.


Byurrr...


Suara cairan yang membasahi wajah cantik gadis bernama Litha, hingga membuat Litha terkejut. Ralat hampir semua orang yang berada di kantin terkejut.


Sekarang Dita sedang sangat marah, sampai-sampai gelas yang tadinya berisi jus buah naga itu dibanting, sehingga menimbulkan suara sangat keras. Buktinya saja suasana yang awalnya ramai dan rusuh, sontak berubah menjadi sunyi dan senyap, karena suara dari pecahan beling kaca tersebut. Alhasil seluruh pasang telinga yang mendengarnya, melihat ke arah sumber suara tersebut.


Semua orang yang melihatnya tidak menyangka Dita akan melakukan hal tersebut. Memang selama ini Dita sering membuat masalah dan mencaci maki orang yang dibencinya, bahkan masalah yang kecil pun bisa dibuatnya menjadi besar. Dan selalu membuat gosip buruk tentang seseorang yang dibencinya, hingga gosip yang dibuatnya itu berhasil beredar luas dengan mulus, tanpa hambatan.


Apa yang dilakukan Dita dulu adalah termasuk pembullyan dalam bentuk kekerasan verbal (kekerasan verbal adalah bentuk penyiksaan pada seseorang melalui kata-kata). Tentunya hal tersebut tidak diketahui oleh pihak sekolah dan anggota The Perfect, karena pimpinan The Perfect adalah ketua OSIS di sekolah ini. Dan alasan paling utamanya adalah Dita tidak ingin terlihat jahat dimata ketua kelasnya itu. Raka Adelard Pangestu adalah ketua kelas dari kelas 11 MIPA 1.


Jika kasus pembullyan itu sampai ke telinga Raka, entahlah bagaimana nasib Dita. Karena Raka sangat benci akan hal tersebut, dia tidak menginginkan sekolahnya tercemar oleh kasus bullying dan nama sekolahnya menjadi jelek.


Sebenarnya saat pertama masuk sekolah, Dita berada di kelas MIPA 4, dengan segala usahanya sendiri dilakukannya agar dipindahkan di kelas MIPA 1, tapi hasilnya selalu nihil. Sampai akhirnya Dita memutuskan untuk melibatkan kedua orang tuanya, dengan membawa mereka ke sekolahan agar bisa memaksa pihak sekolah untuk membuatnya berada di kelas yang sama dengan siswa tertampan di sekolahnya itu. Alhasil usaha Dita kali ini membuahkan hasil yang tidak mengecewakan, pihak sekolah akhirnya memindahkannya di kelas yang diinginkannya.


Sekarang Litha terlihat sangat berantakan dan kotor. Rambut hitam yang awalnya rapi dan wangi, kini sekarang berubah tidak beraturan dan basah kuyup. Seragam yang awalnya putih bersih, kini meninggalkan bekas kotoran yang dipenuhi warna merah.


"Gue tau lo kemaren habis ketemu sama Raka lagi kan? Bahkan setelah pulang sekolah lo masuk ke mobil sportnya Raka? Sebelumnya gue udah peringatin sama lo jangan deket-deket The Perfect, apalagi Raka. Jangan salahin gue kalo lo ngerasa menderita sekolah disini," ancam Dita dengan membisikkan hal tersebut didekat telinga Litha disertai pula oleh volume rendah. Agar hanya dapat didengarkan oleh Litha seorang.


Kesabaran Litha kini telah habis, dia sangat marah atas perbuatan yang dilakukan oleh Dita. Perbuatan Dita kali ini sungguh keterlaluan.


'Ini gue dibully?' tanya Litha dalam hatinya sendiri.


"STOP ganggu gue!" perintah Litha dengan tegas dan memberikan penekanan pada setiap abjad dari kata STOP, tentunya ucapan tersebut menjadi pusat perhatian para murid lainnya.

__ADS_1


"Lo berani sama gue?" tanya Dita dengan volume tinggi.


Litha tidak menanggapi pertanyaan dari Dita. Tetapi malah meninggalkan kantin itu, begitu pula ketiga sahabatnya yang mengekori Litha dari belakang.


***


From: Beruang Kutub🐨


Cepet..!!!


Beruang Kutub? Siapa lagi kalau bukan Raka, Litha mengesave nomor Raka dengan tulisan Beruang Kutub. Karena menurut Litha, Raka itu emang enak dilihat, alias ganteng, tapi mengerikan juga kalau lagi marah. Dan Raka itu punya sifat dingin, mungkin cocok kalau tinggal di kutub Utara bersama dengan beruang kutub. Itulah pemikiran absurd seorang Litha Kusuma Jaya Nagara.


Litha sepertinya lupa jika jam istirahat kedua ini dia ada janji dengan Raka. Untung saja, ketiga sahabatnya sedang tidak bersamanya, jadi Litha tidak diintrogasi oleh ketiga sahabatnya yang mempunyai penyakit kepo stadium 4, yaitu sebuah penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan. Sekarang mereka bertiga sedang berada di sekitar area ruang guru, tepatnya berada di depan kelas 10 IPS 2.


Sebelumnya Litha sudah memperingatkan agar tidak berbuat aneh-aneh, tapi mereka malah bilang kalau hemat pangkal kaya. Ngirit sih boleh banget tapi gak usah sampai nyolong Wi-Fi gitulah. Dasar, mereka itu memang keras kepala, kalau belum mendapat sanksi atau teguran atas perbuatan yang tidak patut dicontoh itu.


Terlihat dari ekspresi wajah Litha yang kebingungan. 'Oh.. iya hampir aja lupa,' batin Litha. Walaupun sebenarnya Litha memang sudah lupa, jika tidak menerima pesan WhatsApp dari beruang kutub.


To: Beruang Kutub 🐨


Dimana basecamp biasa lo nongkrong?


From: Beruang Kutub 🐨


Koridor yang lo pikir hampir mirip rumah hantu, lurus terus mentok ada ruangan.

__ADS_1


Sontak hal tersebut membuat Litha terkejut, bagaimana mungkin Raka mengetahui pemikirannya saat di koridor pagi itu, padahal saat berada di koridor itu pun Litha tidak mengucapkan satu kata pun tentang suasana koridor itu.


Litha tidak membalas pesan tersebut, dia segera meninggalkan kelasnya, menuju koridor yang mirip rumah hantu itu.


***


"Mau kemana lo," tanya Dita yang tidak sengaja berpapasan dengan Litha.


"Bukan urusan lo," jawab Litha.


"Seragam lo bagus banget, beda dari yang lain hhh..." ujar Tania sambil tertawa. Ya.. saat ini Tania lagi ngeledek Litha, karena baju seragam yang putih itu masih meninggalkan bekas kotoran berwarna merah, setelah tadi saat di kantin ditumpahi sebuah cairan berwarna merah yang tak lain adalah jus buah naga milik Dita, tentu pelakunya adalah Dita.


"Rambutnya juga masih lecek tuh kayak baju belom di setrika aja hhh..." tambah Dita sambil tertawa, yang menanggapi ledekan Tania. Mungkin tujuannya agar mereka berdua terlihat kompak dan solid.


"Serah lo pada," ucap Litha dengan segera melangkahkan kakinya, pergi menghindari dua hamba Allah yang suka membuat gosip tentangnya itu.


**Basecamp The Perfect__


"Nanti ada yang mau kesini, kalian jangan banyak bac*t..!" perintah leader nya, siapa lagi kalau bukan Raka.


Sontak perintah itu langsung dibanjiri banyak pertanyaan dari para sahabatnya.


Si playboy, sudah dapat dipastikan itu adalah Leon.


Si bule nyasar, siapa lagi kalau bukan Jordy yang memiliki wajah blasteran, entahlah tidak ada yang tahu Jordy itu blasteran dari negara mana. Jangankan sahabat terdekatnya, Jordy pun juga tidak tahu. Aneh sekali bukan?

__ADS_1


__ADS_2