Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Gosip


__ADS_3

Lalu dimana keberadaan Raka? Dia sedang berbaris rapi dengan murid lainnya, yang juga terlambat datang ke sekolah. Padahal biasanya Raka selalu disiplin dan tepat waktu. Ini adalah pertama kalinya bagi seorang Raka, datang ke sekolah tidak tepat waktu.


Tidak hanya para guru saja yang kebingungan dengan keterlambatan Raka saat ini. Semua murid tanpa terkecuali, termasuk Litha dan anggota The Perfect juga bingung melihat Raka berada dibarisan bersama Leon dan para murid lainnya yang terlambat masuk sekolah.


Kalau Leon sih.. sudah terbiasa terlambat. Bahkan setiap upacara dia selalu terlambat datang ke sekolah. Leon akan datang ke sekolah setelah upacara sudah dilaksanakan dalam durasi kurang lebih 40 menit. Upacara dilaksanakan dalam durasi waktu 45 menit, jadi selama ini Leon hanya mengikuti upacara dengan durasi 5 menit terakhir saja.


Alasannya? Katanya Leon tidak ingin kulit putihnya berubah menjadi gelap karena terkena sinar matahari. Padahal sinar matahari pagi tidak akan membuat kulit kita menjadi hitam, justru sebaliknya. Matahari pagi itu sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Mungkin itu hanya alasan Leon saja, emang dari sananya Leon itu pemalas.


***


Upacara telah selesai, Arkan, Danil dan Jordy sedang berjalan menuju sudut lapangan. Dengan tujuan menghampiri leader dari geng The Perfect-nya, yang tak lain adalah Raka. Raka dan murid lainnya yang terlambat masuk sekolah, sedang menunggu guru BK, untuk nantinya diberi sebuah hukuman.


"Kesambet apaan lo?" tanya Jordy pada Raka.


"Gara-gara lo, gue jadi pemimpin upacara karena gantiin lo," ujar Arkan dengan nada kesal.


"Tumben telat?" tanya Danil kepada Raka.


"Ketularan gue lo ya..?" tanya Leon yang juga sedang menunggu kedatangan seorang guru, yang nanti akan memberikan hukuman baginya.


"Nyari jaket dulu," ucap Raka.


"Udah ketemu?" tanya Danil.


"Kalo belom, gue gak akan berangkat sekolah," ucap Raka dengan santainya. Dan pastinya itu sebuah perkataan yang jujur, Raka itu gak suka sama yang namanya bohong.


"Yaelah lebay banget lu, cuman jaket doang bisa telat. Gara-gara itu jaket, gue jadi kena imbasnya gantiin lo jadi pemimpin upacara," ujar Arkan yang masih kesal.


"Emang jaket yang mana sih..? Pengen tau gue, gimana bentuknya," ucap Danil.


"Pasti jaketnya limited edition dan harganya mahal banget, terus itu jaket import ya..?" tanya Leon.

__ADS_1


"Kalo pun beneran ilang, lo bisa beli lagi kan. Lagi pula lo gak kehabisan stok jaket limited edition kan?" ujar Jordy.


"Jaket kulit hitam yang sering gue pakai," jawab Raka.


"Ternyata jaket itu, jaket gituan juga banyak kali di Indonesia," ucap Danil.


"Terus kenapa lo gak rela kalo jaket itu ilang? Perasaan itu cuman jaket kulit biasa aja," ujar Jordy.


"Jaket itu punya sejarah," ujar Raka.


"Sejarah apa kenangan manis?" ucap Leon dengan nada seperti menggoda orang yang sedang jatuh cinta.


"Ngaku aja lo lagi bucin sama cewek kan? Lo tu gak bisa nipu kita," tambah Leon yang masih ingin mengulik-ulik tentang perasaan Raka yang saat ini lagi campur aduk. Raka sendiri sebenarnya juga bingung pada perasaannya.


Raka hanya diam, dia tidak ingin meladeni sahabatnya itu. Emang dari sananya, Leon kalau mau becanda gak lihat-lihat tempat dulu, seenak jidatnya aja. Masak iya Leon bahas-bahas masalah percintaan didepan banyak orang.


Apalagi dibarisan para murid yang telat itu, ada beberapa perempuan juga. Tentunya saat Leon membahas mengenai perempuan yang kini telah menaklukkan hati seorang Raka Adelard Pangestu, itu akan menjadi gosip satu sekolahan.


**Kelas X MIPA 3__


Litha dan Tiara awalnya sedang berbicara santai, sampai akhirnya Tiara berbicara serius. Mereka berdua juga sedang menunggu Sarah dan Fika yang saat ini berada di kantin, karena Litha dan Tiara menitip makanan ringan kepada Sarah.


"Tha besok gue mau pindah sekolah, ini hari terakhir gue bisa kumpul bareng elo, Fika, dan Sarah." ujar Tiara. Sepertinya Tiara tidak ingin pindah sekolah, terbukti dari raut wajahnya yang terlihat sedih.


"Becanda lu ya..?" tanya Litha seolah-olah tidak percaya. Padahal aslinya kaget banget.


"Orang tua gue harus pindah ke luar negeri buat ngurus perusahaan disana yang hampir kolaps, dan mau gak mau gue harus ikut pindah juga," ujar Tiara dengan mata berkaca-kaca.


"Apa...? Lo serius mau pindah?" tanya Sarah dan Fika yang baru balik dari kantin sambil membawa beberapa makanan ringan.


"Iya," jawab Tiara sangat pasrah.

__ADS_1


"Kita gak boleh sedih-sedihan kayak gini, karena ini hari terakhir kita bisa kumpul bareng, harusnya kita buat kenangan manis dihari ini," ujar Litha.


"Bener kata Litha, gimana kalo habis pulang sekolah kita langsung pergi kemana gitu? Terserah yang penting kita bisa jalan-jalan bareng," ucap Fika.


"Setuju," ucap Litha, Tiara, dan Sarah secara bersamaan.


"Oh.. iya tadi ada gosip soal kak Raka," ucap Sarah.


"Gosip apaan?" tanya Litha yang sepertinya sangat amat kepo.


"Kesambet apaan lo? Jadi suka gosipin orang," ujar Fika.


"Sekali-kali gpp kan?" ucap Litha.


"Tadi waktu di lapangan Leon bilang kalo kak Raka lagi bucin sama cewek, pastinya cewek itu beruntung banget sih," ujar Fika.


Sarah hanya menanggapi Fika dengan anggukan, sebagai tanda setuju atas pernyataan yang dikatakan Fika. Sedangkan Litha terlihat sangat penasaran, siapa perempuan yang dimaksud Sarah.


"Siapa ceweknya?" tanya Litha.


"Gak tau. Tapi tadi waktu kak Raka lagi bersihin kaca jendela, karena dapet hukuman dari guru BK. Tiba-tiba itu si kutu kupret nyamperin kak Raka sambil ngasih minuman ke kak Raka. Terus anak-anak yang lain, pada ngira kalo kutu kupret itu cewek yang ditaksir kak Raka," ujar Sarah.


"Kutu kupret itu siapa?" tanya Litha lagiii. Entah kenapa Litha terlihat sangat penasaran dengan kehidupan Raka, lebih tepatnya dengan gosip yang beredar tentang percintaan Raka. Padahal biasanya Litha itu tidak suka bergosip tentang kehidupan orang lain.


"Dita yang kegatelan itu lah, siapa lagi kalo bukan dia," ucap Fika.


Dari pertama masuk sekolah, Sarah memang sangat membenci Dita, sampai-sampai Sarah sangat malas untuk menyebut nama Dita. Mungkin karena kejadian waktu Sarah membela Litha saat dihina oleh Dita, dan nasib Sarah yang berakhir di ruang BK dan orang tuanya menemui kepala sekolah.


"Gosip soal Dita yang ditaksir kak Raka itu belum pasti sih, tapi yang pasti kak Raka emang lagi bucin sama cewek," tambah Fika.


Sepertinya Litha terlihat agak sedih setelah mendengar gosip yang beredar itu. Terbukti dari raut wajah Litha yang awalnya semangat, kini berubah menjadi datar dan tangannya sedang membolak-balikkan handphonenya.

__ADS_1


Handphone yang dari tadi dimainkan oleh tangan Litha itu, tiba-tiba bergetar dan dilayar handphonenya tertulis sebuah pesan WhatsApp dari Beruang Kutub🐨


__ADS_2