Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Asal Tanda Tangan


__ADS_3

"Bukannya mafia itu emang selalu cari masalah?" celetuk Danil santai. Ya gitu Danil kayak orang gak perduli, tapi kalau emang ada masalah dia pasti akan bantu sebisanya kok.


"Orang kepercayaan gue, dia udah nanda tanganin kontrak yang berisi kalau Harimau Putih harus nyulik anak orang," ucap Leon dengan nada lesu.


"Emang itu kan salah satu tugas mafia?" tanya Danil.


"Bener tuh, kenapa lu galau?" Jordy masih keheranan dengan sikap Leon.


"Di surat kontrak tertulis kalau Harimau Putih harus nyulik sekaligus nyiksa orang yang jadi sasarannya klien gue," jawab Leon.


"Namanya mafia mah gitu sukanya culik menculik, penyekapan bahkan sampai penganiayaan. Gi*a baru sadar gue ternyata mafia sadis banget ya," ujar Arkan.


"Bukannya tujuan lu ngedirin geng mafia itu buat bikin orang menderita?" tanya Danil.


"Iya. Tapi orang yang menderita itu harus orang yang salah, bukan orang yang gak tau apa-apa," ungkap Leon.


Tujuan awal Leon mendirikan geng mafia tersebut ialah membuat orang yang salah menjadi menderita hingga sadar dan menyesali perbuatan jahatnya. Yang dimaksud Leon, orang yang salah yaitu seperti seseorang yang membunuh orang lain, seseorang yang meneror orang lain secara terus menerus, pembisnis-pembisnis yang melakukan kecurangan atau penipuan dalam urusan bisnisnya dengan rekan kerja atau musuhnya.


Ya kebanyakan kasus yang ditangani Harimau Putih sih urusan bisnis tentang kecurangan seperti pengusaha-pengusaha ternama. Terkadang Harimau Putih sengaja dibayar untuk melakukan penjagaan, tetapi hanya selama beberapa bulan. Ya wajar lahhh namanya aja gerombolan mafia bukan bodyguard.


Sebelum menandatangani kontrak, biasanya Leon turun tangan sendiri untuk menelusuri akar permasalahannya, jika Leon sedang tidak bisa diganggu, biasanya orang kepercayaannya yang menelusuri akar permasalahannya. Tapi entah mengapa orang kepercayaannya tersebut asal tanda tangan kontrak, bahkan tanpa sepengetahuannya ketuanya. Apa mungkin karena terlalu tergiur oleh bayarannya yang sangat besar?


Jika kliennya tanpa alasan sengaja membuat sasarannya menderita, Leon akan menolak kontrak tersebut. Tetapi jika kliennya memang benar pernah diperlakukan jahat oleh sasarannya tersebut, Leon akan dengan senang hati menandatangani kontrak yang telah dibuat kliennya tersebut. Dan geng mafia Hariamu Putih akan segera melaksanakan aksinya atau lebih mudah dikenal sebagai balas dendam. Dimana kontrak tersebut tertulis apa saja yang harus dilakukan oleh Harimau Putih, tetapi dengan satu pengecualian bahwa Harimau Putih bukan geng pembunuh bayaran!!!

__ADS_1


"Masalahnya yang bakal jadi korbannya itu anak dari orang yang ngelakuin tindak kejahatan. Seharusnya sasarannya ya koruptor itulah, bukan malah ngincer anaknya," tutur Leon.


"Koruptornya belum ketemu atau udah ditangkap polisi?" tanya Arkan.


"Kabur, polisi belum nemuin koruptornya. Kasusnya sama kayak yang menimpa keluarga gue 2 tahun yang lalu, gue kasihan sama keluarganya terutama anaknya yang bakal jadi sasaran Harimau Putih," jelas Leon.


Semuanya berawal dari peristiwa yang dialami keluarga Leonard, 2 tahun yang lalu perusahaan keluarga Leonard bangkrut. Pasalnya papanya Leon ditipu oleh orang kepercayaannya, lebih tepatnya teman yang sangat dipercayai oleh papanya Leon. Karena terlalu mempercayai temannya yang gila harta tersebut, papanya Leon tidak pernah turun tangan langsung untuk mengecek barang yang dikirim oleh temannya tersebut ke luar negeri. Bahkan papanya Leon juga tidak mengecek data-data dan keuangan yang masuk dan keluar.


Diam-diam temannya tersebut melakukan korupsi, saking liciknya dia menggelapkan uang tersebut ke rekening yang sudah sengaja dibuatnya atas nama papanya Leon. Saat keluarga Leonard sudah menemukan pelaku yang sesungguhnya, sebenarnya mereka ingin sekali menjebloskan penipu tersebut ke penjara.


Tetapi sayangnya ada hal yang lebih penting dari pada itu, keluarga Leonard disibukkan dengan kasus yang menjerat papanya Leon. Dan beruntungnya papanya Jordy adalah seorang pengacara handal, beliau membantu papanya Leon untuk menghilangkan tuduhan korupsi tersebut dan membersihkan kembali nama papanya Leon.


Saat papanya Leon sudah terbebas dari tuduhan korupsi tersebut, temannya berhasil kabur tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Sampai sekarang penipu tersebut belum juga ditemukan, hingga akhirnya kasus penipuan dan penggelapan uang tersebut pun ditutup oleh pihak kepolisian. Sejak saat itulah Leon berniat mendirikan sebuah geng mafia untuk membuat orang-orang yang licik menjadi jera dan tersiksa, serta menyesali perbuatan jahatnya.


"Klien gue terlalu dendam sama koruptor itu. Koruptornya ngilang, anaknya yang harus tersiksa dan menderita karena ulah bapaknya. Padahal semua anggota keluarganya aja gak tau kejahatan yang dilakukan koruptor itu, sekarang koruptor itu udah gak perduli lagi sama keluarganya," ucap Leon yang sudah mengetahui akar permasalahan kliennya dan mengetahui asal usul keluarga koruptor tersebut.


"Orang kepercayaan gue terlalu ceroboh. Dia asal tanda tangan aja, tanpa tahu asal usul masalahnya," tambah Leon.


"Apa lo gak mau coba buat ngasih tau ke klien lo, kalau keluarga koruptor itu gak tau apa-apa? Bahkan keluarganya aja gak makan uang haram itu," tanya Danil memberi solusi.


"Gue udah coba, tapi hasilnya nihil. Klien gue tetep mau nyulik tu anak," jawab Leon pasrah.


"Batalin aja kontraknya!" perintah Jordy. Jordy kalau maungomong emang suka gak dipikirin dulu.

__ADS_1


"Kalo bisa, gue gak akan sepusing ini," ucap Leon ngegas.


"Kalau udah tanda tangan gak boleh dibatalin secara sepihak, bisa-bisa malah Leon yang jadi inceran kliennya sendiri," sahut Danil.


"Ngomong-ngomong si es balok mana?" tanya Arkan.


"Ke BK sama Litha. Kayaknya masih ngurus kasus si Dita," ucap Leon.


"Katanya lu pusing mikirin masalah Hariamu Putih, tapi masih aja lo ngepoin Raka," sahut Jordy.


"Kayak gak tau aja, penyakit keponya tu anak kan gak ada obatnya," tutur Arkan. Leon hanya membalas perkataan tersebut dengan senyum kikuk.


***


"Lhohh bunda kok bisa ada di sini?" tanya Litha terkejut setelah berpapasan dengan bundanya di koridor ini.


"Ini sekolah lhoh ya, jangan pacaran di sini!" perintah ibu Larissa sebagai pemilik sekolah ini sekaligus sebagai orang tuanya Litha.


"Kita gak lagi pacaran kok tante," jawab Raka.


"Iya, orang kita cuman jalan berdua aja," Litha membenarkan ucapan kekasihnya.


"Itu gandengan tangan, namanya apa kalau bukan pacaran? Mau nyebrang?" tanya bunda Larissa.

__ADS_1


Sontak ucapan bundanya tersebut membuat Litha dan Raka melihat ke arah tangannya masing-masing, setelah itu keduanya saling beradu tatapan canggung. Dan akhirnya dengan terpaksa mereka melepaskan genggaman tangannya masing-masing.


__ADS_2