Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Tamu Dadakan


__ADS_3

"Litha sayang ayo makan!!!" Suara bariton menggema dalam apartemen mewah tersebut.


Sedangkan di dalam kamar Raka, Litha membulatkan matanya terkejut mendengar suara tersebut. Litha menatap Umran dengan tersenyum canggung, Umran hanya memperlihatkan tampang sok cool nya.


"Udah sayang-sayangan, udah sos*r-sos*ran, besok ada peningkatan apa lagi?" Sindir Umran dengan melipat kedua tangannya di dadanya.


"Ikh... bahasanya gitu amat sih bang," Litha menunjukkan ekspresi sedihnya.


"Gak usah drama," sahut Umran. Dia tu masih kesel karena keduluan adeknya wkwk... Ya iyalah kesel, yang umur 19 tahun aja belum ngerasain begituan, eh diduluin adeknya dong yang usianya belum genap 17 tahun.


"Lo ngambek karena keduluan gue kan?" tebak Litha yang sukses membuat Umran salah tingkah.


"Enggak," sangkal Umran seraya beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke luar.


Litha mengekori Umran. Jujur Litha juga gak tau kalau tebakannya benar. Tapi melihat Umran yang sikapnya aneh, membuat Litha yakin bahwa tadi Umran berbohong, so tebakan Litha bener dong.


Sesekali Umran menengok ke belakang dengan menuruni anak tangga, sedangkan orang dibelakang sudah tertawa kecil.


"Wih udah siap aja makanannya. Ipar the best lo," sahut Umran melihat dua piring yang tersaji di atas meja.


"Bukan buat lo," ketus Raka.


Litha maju ke depan dengan menatap Umran, "Buat ayang nya Raka, bukan iparnya Raka," Litha tersenyum mengejek Umran yang ke PD an sekali jika Raka menyiapkan makanan untuk Umran.


"Ayang-ayangan segala, blegedest..." cibir Umran.


"Gue tadi cuma pesen dua makanan aja," ucap Raka seraya duduk.


"Harusnya lo pesen tiga, ya siapa tau aja ada tamu dadakan gini," ujar Umran.


"Emang gue dukun bisa nebak ada tamu apa enggak," sahut Raka tak mau kalah dari Umran.


Bel berbunyi, pertanda jika ada seseorang atau mungkin ada beberapa orang dibalik pintu apartemen Raka. Ketiganya keluar bersama, penasaran. Siapa yang bertamu ditengah hujan gerimis ini?


Krek...


Pintu terbuka membuat mereka saling terkejut.


"Lhoh... Ada Litha juga toh?" Heran Leon yang tak mendapat jawaban dari siapa pun mengenai pertanyaannya.


"Ada apa?" datar Raka.

__ADS_1


"Katanya nanti malem ada pesta disini," ucap Leon. Yups mereka adalah The Perfect, tapi personilnya kurang satu. Hanya ada trio biang rusuh, Danil tidak memperlihatkan batang hidungnya, entah dia kemana?


Raka, Litha, dan Umran saling menatap satu sama lain, mereka tidak mengerti maksud Leon.


"Kita diundang Nick, katanya mau ngerayain kedatangannya ke Indo," jelas Jordy.


"BTW... Kita gak dipersilahkan masuk nih?" Sindir Arkan.


Mereka semua telah masuk ke dalam apartemen mewah tersebut. Para tamu dadakan tersebut berkumpul di ruang keluarga dengan bercerita mengenai Nick yang masih pingsan karena ulah Raka, sesekali mereka juga melirik ke arah pantry. Dimana disana terdapat sepasang kekasih yang tengah asik makan tanpa memperdulikan tamunya.


"Rese lo Ka, ada tamu istimewa malah ditinggal pacaran," seru Leon. Jarak antara ruang keluarga dan pantry tidak terlalu jauh, sehingga mereka masih bisa saling menatap dan berbincang.


"Gue gak ngundang lo, salah sendiri dateng ke sini," sahut Raka acuh.


"Acara quality time kita jadi gagal," ucap Raka pelan kepada Litha.


"Gpp," Litha tersenyum lalu mengarahkan sendok makanannya kepada Raka. "Aaakk..."


"Disuapin nih ceritanya?" Tanya Raka dengan senyum mengembang. Litha mengangguk dengan senyuman tak kalah lebar dari Raka.


Raka menerima suapan dari Litha dengan perasaan bahagia tentunya. Mereka tidak memperdulikan tamu dadakannya itu yang terus menerus memperhatikan mereka.


"Tadi ayang-ayangan, sekarang suap-suapan, nanti apa lagi?" Sindir Umran.


"Katanya diundang untuk pesta, nyatanya malah untuk jadi obat nyamuk," Arkan menimpali Umran, karena Arkan juga merasa senasib dengan Umran.


"Dunia berasa milik berdua," Jordy ikut-ikutan.


"Yoi. Yang lain mah cuma berasa numpang idup di dunia doang," Leon juga ikut angkat suara.


"Gak usah dengerin omongan mereka," Raka tersenyum puas mendengar ocehan kawannya. Raka tahu pasti mereka iri dan ingin bermesraan juga dengan orang terkasih.


"Anggep kita cuma berdua aja," Litha membalas senyuman Raka.


"Anak pintar," Raka mengacak-acak gemas rambut Litha.


Empat manusia cogan itu hanya bisa mengelus dada masing-masing untuk melihat kemesraan dua sejoli yang sengaja mengerjai mereka.


***


Sore hari telah tiba, Nick baru sadar dari pingsannya. Dia menuruni anak tangga melihat sahabatnya sudah berkumpul.

__ADS_1


"Udah kumpul aja," ujar Nick menghampiri mereka yang sedang sibuk dengan dunianya masing-masing.


Bahkan mereka tidak merespon ucapan Nick, jauh dari kata sahabat lama yang baru dipertemukan setelah sekian lama dipisahkan oleh jarak. Jangankan menyambut kehadiran Nick, merespon ucapan dan menatap Nick saja tidak. Sahabat lucknut!!!


Raka sibuk dengan laptopnya, biasa urusan kantor. Leon sedang bertempur dalam dunia catur online dengan Umran. Jordy seperti biasa sibuk dengan gadget nya, buka-buka medsos gitu. Nah untuk Litha dan Arkan, mereka memilih menonton TV dengan duduk dilantai.


"Satu, dua, tiga..." Nick menghitung anggotanya yang sepertinya kurang.


"Danil mana? Terus tu cewek siapa?" Tanya Nick dengan menunjuk Litha. Nick tidak ingat dan tidak sadar dengan kejadian tadi siang. Maklum, namanya orang mabuk.


"Danil ada job di luar negeri," balas Jordy tanpa menatap Nick. Dia sibuk scroll-scroll Instagram.


"Terus tu cewek siapa?" Nick mengulang pertanyaan yang belum terjawabkan.


Nick menatap Litha yang sedang tertawa bersama Arkan yang tengah menonton film action komedi. Nick menatap sinis Litha, entah kenapa Nick sudah berpikir hal-hal yang buruk mengenai gadis cantik itu.


Baru Umran akan menjawab, tapi Nick sudah angkat suara lagi. "Jangan bilang dia cewek bayaran yang lo bawa?" Tanya Nick pada Leon. Nick gak tau aja kalau Leon udah meninggalkan dunia ke playboyan nya. Dan satu hal, Leon tidak pernah bermain dengan wanita bayaran!


Umran dan Raka sudah melorot, mereka menatap tajam ke arah Nick yang asal menebak. Ingin rasanya mereka membakar Nick hidup-hidup, beraninya sekali memiliki pemikiran yang buruk tentang gadis tersayang mereka.


Litha dan Arkan sendiri belum sadar akan kehadiran Nick, mereka saat ini sangat tegang dan serius menonton adegan perkelahian pada film.


"Astaghfirullah..." Leon mengusap dada bidangnya. Sok alim ni ye.


Jordy tersenyum sinis menatap Nick. "Jangan sampe muka lo kena tambahan tinju lagi dari Raka sama Umran,"


Mendengar ucap Jordy, membuat Nick menatap Raka dan Umran bergantian. Dia bingung kenapa mereka berdua seperti ingin memakannya hidup-hidup? Dimana letak kesalahannya?


"Kenapa? Oh gue tau, kalian udah bayar dia tinggi, dan kalian gak rela kalau gue nikmatin secara gratis. Sorry bro gue gak tertarik sama gratisan. Kalo gue mau, pasti gue bayar tu cewek pake duit gue sendiri. Tapi gue juga gak tertarik sih sama cewek yang bekas temen sendiri, mending gue cari yang lain aja. Toh masih banyak diluaran sana yang mura*an kek dia," ucap Nick panjang lebar dengan gaya santainya yang sukses membuat Raka dan Umran naik pitam.


Whahaha...


Seketika tawa Litha dan Arkan pecah menonton adegan lucu dalam film. Saking lucunya, mereka sampai terjungkal dan guling-guling dilantai.


Suasana lagi tegang, eh doi malah ngakak sama si ganteng. Hadehhh, pingin nyentil dahi mereka satu persatu.


"Gila kocak abis," ucap Litha disela-sela tawanya dengan satu tangan memegang perutnya yang terasa sakit karena tertawa, serta tangan satunya lagi mendorong tubuh Arkan sampai-sampai Arkan terjungkir ke lantai lagi.


Sontak membuat Arkan menghentikan tawanya ketika tubuhnya mendarat di lantai. "Lucu sih, tapi dorongnya jangan pake kekuatan dalam kali,"


"Sorry-sorry, gak sengaja. Sini gue bantu," Litha menarik lengan Arkan, masih diselingi tawa juga karena mengingat adegan lucu dalam film.

__ADS_1


Brak...


Baru bisa upload sekarang dan hanya satu chapter 🙃 Kenapa? Karena Author banyak tugas sekolah.


__ADS_2