
"Litha!!!" seru Leon. Pemuda di sana terkejut, ternyata si playboy ini juga mengenal gadis cantik itu.
Tetapi Litha tidak menanggapi Leon. Bola mata Litha hanya terfokus pada seorang pemuda tinggi dengan jaket berseragam warna hitam yang bertengger di punggungnya. Pemuda tersebut juga menatap Litha tanpa berkedip sekali pun. Keduanya saling beradu tatapan dingin, tanpa menunjukkan ekspresi apa pun. Jika kalian menebak itu adalah Raka, maka tebakan kalian benar.
"Lo kenal cewek cantik itu?" celetuk salah satu pemuda geng motor tersebut.
"Adek kelas kita," jawab Leon sambil tangannya menunjuk ke arah dirinya sendiri, lanjut menganan kiri kan tangannya ke arah Jordy, Arkan, dan Danil. Emang pas banget The Perfect pas lagi baris sejajar.
"Kenalin boleh kali!" pinta salah seorang pemuda geng motor tersebut. Tuh kan anggota geng tersebut pada tertarik dengan paras cantik wajahnya Litha.
"Enak aja. Gue aja yang selama ini usaha, tapi sampai sekarang belum dapetin hatinya," ujar Leon ngegas.
"Siapa tau dia jodoh gue hhh," ucap salah satu pemuda geng motor tersebut.
"Jangan ngarep lu!!!" ketus Leon.
"Kok Litha bisa bareng sama Umran?" tanya Leon pada Litha, sambil berjalan menghampiri Litha yang masih duduk manis. Ya samalah kayak Raka, walaupun beda umurnya 2 tahun, Leon manggil Umran tanpa sebutan kak atau bang. Danil, Arkan dan Jordy juga terbiasa dengan hanya memanggil Umran dengan namanya saja.
Litha tidak sadar jika Leon bertanya terhadap dirinya. Karena Litha masih setia menatap kekasihnya. Begitu pula Raka, kalau Raka mah gak pernah bosen melihat wajah cantiknya Litha.
__ADS_1
Sebenarnya Umran ingin menjawab pertanyaan dari Leon, tetapi berhubung yang ditanya hanya Litha, Umran jadi males jawab lahhh...
"Litha," teriak Leon. Kan Leon jadi emosi karena dicuekin sama Litha, alhasil ya teriak-teriak gitu deh. Padahal jarak antara Leon dan Litha yang masih duduk manis di atas jok motor Umran itu, kan deket banget.
"Apa?" tanya Litha yang masih memfokuskan penglihatannya ke arah manusia tampan yang ada di antara gerombolan pemuda geng tersebut. Litha tu sebenarnya belum sadar-sadar banget kalau Leon mau ngajak ngobrol.
Entah mengapa tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan didalam pikiran si playboy itu. "Kalian pacaran?" tanya Leon.
"Iya," jawab Litha. Asal jawab aja, kan Litha masih fokus ke arah pacarnya. Mungkin dikira Litha, yang dimaksud Leon itu Raka, kan dari tadi Litha sama Raka saling adu pandangan. Padahal yang Leon maksud adalah Umran dengan Litha.
Umran sadar tu kalau adiknya sedang gagal fokus. Umran juga sadar kalau Leon sangat terkejut dengan ucapan Litha. Karena Umran gemas sendiri dengan tanggapan Leon yang menunjukkan ekspresi terkejut, Umran sekalian aja mau ngejailin si playboy ganteng itu.
"Napa? Mau pacaran juga sama gue?" Umran terkekeh dengan gurauannya sendiri.
"Litha beneran pacarannya Umran?" tanya Leon pada Litha. Leon belum percaya sepenuhnya tuh dengan Umran yang absurd nya kebangetan, ya 11 12 lahh kayak Leon yang juga absurd.
Litha kaget dong dengan pertanyaan dari Leon, sontak Litha langsung mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara tersebut. "Hahh..? Apa? Bang Umran? Enggak lah.. Siapa yang bilang gitu?" Litha kalau kaget ya gitu. Ngomongnya cepet banget, kayak masinis yang lagi mengendarai keretanya. Wusshhh....
"Bukannya tadi Leon tanya kalian pacaran, terus Litha jawabnya iya," tutur Leon sok imut. Sebenarnya Leon lega banget tu, ternyata eh ternyata Umran bukan pacarnya Litha. Jadi Leon masih punya kesempatan buat dapetin hatinya Litha.
__ADS_1
Litha terdiam sejenak, dia masih meloading perkataan Leon. "Oo itu kirain tadi bukan bang Umran," ucap Litha sambil bola matanya melirik ke arah Raka.
Raka udah nebak pemikirannya Litha yang dari tadi gak fokus sama pertanyaan Leon. Entah kenapa Raka ingin tertawa sejadi-jadinya? tapi dia harus nahan tawa karena di sini banyak orang. Apa kata teman-temannya jika Raka ngakak sendiri, padahal gak ada fenomena yang bernilai lucu? Apa lagi Raka itu terkenal dingin tanpa ekspresi. Tapi menurut Raka kelakuan kekasihnya itu sangat lucu, sampai Raka gemas sendiri, kalau bisa sih Raka pengen banget tu nyubit pipinya Litha yang mulus.
Litha paham banget, kalau pacarnya sedang menertawakan dirinya. Ya walaupun Raka ketawanya gak terang-terangan sih, tapi Litha tau lahh gimana ekspresi orang kalau lagi nahan tawa.
"KIRAIN? Berarti Litha beneran punya pacar?" tanya Leon yang memberi penekanan di setiap abjad pada kata pertama. Kumat lagi deh tu penyakit Leon yang kepo banget. Litha jadi pengen nampol mukanya ganteng si playboy itu.
"Bang Umran saudara gue," jawab Litha. Lhoh.. kok jawabannya bukan dari pertanyaan Leon. Kalau pernyataan Leon tersebut ada di soal ujian, pasti hasil nilainya Litha dibawah KKM.
"Kenapa? Ee kalian kok kayaknya udah akrab banget sama bang Umran?" tanya Litha kepada The Perfect. Selain karena ingin mengalihkan topik pembicaraan, Litha mulai menyadari bahwa Leon, Danil, Arkan dan Jordy sangat terkejut dengan ucapan Litha. Terbukti dari keempat cogan tersebut yang menunjukkan ekspresi kaget, mereka tercengang.
"Gue dulu pernah ngajarin Raka ilmu bela diri. Tapi karena berjalannya waktu dan kebetulan kita juga sefrekuensi, gue malah jadi temenan sama mereka berlima," ucap Umran menghadap ke belakang untuk melihat wajah adiknya. Dari awal Umran sudah menduga, jika Litha nantinya akan bertanya hal tersebut.
"Tapi sekarang malah kalah jago dari Raka," Leon terkekeh dengan ucapannya sendiri. Umran hanya menanggapi Leon dengan tatapan mautnya.
Kan Leon gak habis pikir, kenapa yang ngajarin malahan kalah jago dari pada yang di ajarin? Ya ya ya walaupun Umran jago banget dalam bela diri, tapi emang gak bisa di pungkiri bahwa Umran itu guru bela diri yang amatir. Jadi wajar kalau yang di ajarin sekarang malah lebih jago dari pada yang ngajarin, apa lagi yang di ajarin itu Raka. Raka tidak hanya pandai dalam menerima pelajaran di sekolah. Namun dia juga pandai dalam menguasai pelajaran bela diri sekaligus mempraktikan jurus-jurus bela diri yang di ajarkan oleh Umran.
"Emang lo jago silat? Hhh..." tanya Litha pada Umran. Litha malah ketawa, pasti Litha gak percaya kalau abangnya yang terkenal absurd gini, bisa bela diri. Malahan jadi pelatihnya Raka? Jelas dong Litha gak percaya. Ya walaupun cuman jadi guru bela diri yang amatir, tapi tetap aja pernah ngajarin anak orang buat bisa bela diri.
__ADS_1
"Lo gak percaya?" tanya Umran memastikan.
"Enggak lahhh.. hhhhh," tuh kan Litha ketawa lagi. Ya wajar aja sih kalau Litha sangat sulit untuk mempercayai hal tersebut. Soalnya selain absurd, Umran itu juga suka pamer sama kelebihan yang dimilikinya. Masak untuk kali ini, Umran yang jago bela diri gak pamer sama kelebihannya itu ke adiknya? Pastinya Litha tidak akan mempercayainya dong.