
Handphone yang dari tadi dimainkan oleh tangan Litha itu, tiba-tiba bergetar dan dilayar handphonenya tertulis sebuah pesan WhatsApp dari Beruang Kutub🐨
From: Beruang Kutub🐨
Cepat ke basecamp gue!
Litha berpikir sejenak setelah membaca isi pesan tersebut. Apakah Raka ingin memamerkan pacar barunya? Itulah yang ada didalam pikiran gadis berkulit putih itu.
**Basecamp The Perfect__
From: Litha
Ngapain? Mau pamer pacar baru?
Raka sangat terkejut dengan pesan yang didapatnya dari Litha. "Ada gosip apa tentang gue?" tanya Raka kepada sahabatnya.
"Tumben peduli sama diri sendiri, kadang-kadang suka kasihan gue sama lo," ujar Jordy sambil bermain game dengan Arkan.
"Maksudnya?" tanya Raka.
"Maksudnya, kesambet apaan lo jadi peduli gosip tentang diri lo. Biasanya juga lo cuek, bahkan lo gak mau tau gosip tentang lo," ujar Arkan.
"Oh... Gue baru sadar, lo tanya gosip itu karena cewek yang lo taksir itu sekolah disini juga kan? Dan lo gak mau kalo cewek itu tau, tentang gosip lo ya..." ucap Leon.
Tujuannya? pasti ingin memancing Raka, agar Leon mau mengakui kalau Raka memang lagi bucin sama seseorang. Dan tentu saja Leon ingin mengetahui siapa perempuan yang dapat menaklukkan hati seorang Raka Adelard Pangestu yang dingin tanpa ekspresi kayak es batu.
"Bener lo lagi suka sama cewek?" tanya Danil kepada Raka. Danil masih tidak percaya kalo Raka sedang jatuh cinta kepada seorang wanita.
Danil berfikir kalo Raka itu manusia dingin yang mati rasa, karena dari kecil hingga sekarang Raka tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan. Jangankan menjalin hubungan pacaran, dekat dengan satu perempuan saja tidak pernah.
__ADS_1
Sebenarnya The Perfect itu sudah ada sejak mereka masih bocah, mereka berlima dipertemukan sejak menginjak usia 5 tahun, tepatnya saat masuk taman kanak-kanak. Semenjak itu mereka sangat akrab dan memilih sekolah ditempat yang sama dari SD sampai sekarang, SMA ini. Jadi mereka sudah sangat tahu dan mengenal sifat asli satu sama lain.
Nama The Perfect itu muncul, karena banyak murid yang menganggap mereka memiliki ketampanan yang kelewatan batas atau bisa dibilang hampir sempurna. Saat mereka berlima berjalan menyusuri koridor, banyak para siswi yang berteriak menyebutkan nama The Perfect. Karena mereka berlima suka dengan nama itu, ralat hanya Raka yang tidak peduli dengan nama itu. Jadi mereka berlima sepakat menyebut gerombolan geng-nya dengan nama The Perfect.
"Gue nanya serius, ada GOSIP apa tentang gue?" ucap Raka agak ngegas, dengan memberi penekanan disetiap abjad dari kata gosip. Raka itu tipe orang yang tidak suka berbohong, dia akan memilih untuk tidak menjawab suatu pertanyaan yang jawabannya tidak ingin diketahui orang lain, dari pada harus berkata bohong.
"Iye-iye, santai pak ketos. Lo digosipin lagi bucin sama Dita noh..." ujar Leon.
"Dita siapa?" tanya Raka datar.
"Dita yang tiap hari kalo keluar kelas selalu bareng Tania, mereka juga satu kelas bareng kita," ujar Leon. Raka memang satu kelas dengan Leon, Dita dan Tania di kelas XI MIPA 1. Walaupun Leon itu playboy dan absurd, dia juga termasuk siswa yang pandai. Sedangkan Danil di kelas XI MIPA 2, bersama dengan Jordy dan Arkan.
"Tania siapa?" tanya Raka lagiii...
Raka memutar bola matanya, itu pertanda kalau Raka tidak tahu. Karena Raka itu sangat tidak peduli dengan sekitarnya, jadi dia tidak mengenal teman satu kelasnya. Bahkan anggota OSIS yang selalu rapat dan menyusun suatu acara dengannya saja, Raka tidak mengenal namanya.
"Sahabatnya Dita mungkin. Dita itu yang tadi ngasih minuman ke elo, katanya Dita juga terkenal paling cantik se-sekolahan kita," jawab Danil dengan menjelaskan lagi perempuan bernama Dita.
"Siapa namanya? Kelas berapa? MIPA apa IPS? kalo ada gosip yang cantik-cantik gitu, kasih tau gue dong! Itu gosip udah 6 bulan yang lalu, tapi lo baru cerita sekarang," ujar Leon.
"Dasar playboy jones cap kadal," ucap Arkan pada Leon, memang untuk saat ini Leon lebih memilih untuk menjomblo.
"Menurut gue cewek yang pernah gue lihat, yang lebih cantik dari pada Dita, itu Litha. Cewek yang pernah kita temuin di koridor depan itu, yang juga pernah kesini atas perintah elo," ujar Leon sambil mengangkat dagunya ke arah Raka.
Sontak perkataan tersebut membuat mata Raka menatap tajam ke arah Leon Leonard, seperti ingin memakan orang hidup-hidup. Tentunya tatapan itu membuat Leon ngeri hingga jantungnya berdegup kencang.
"Percuma lo deketin dia, dia beda dari cewek yang lain," ucap Raka.
"Iyeee... gue juga tau," ucap Leon.
__ADS_1
"Gak disebutin namanya sih. Tapi yang pasti cewek cantik itu, dia baru kelas 10," ujar Jordy.
"Lo gak mau bantah soal gosip lo sama Dita?" tanya Danil kepada, siapa lagi kalau bukan Raka.
"Males," jawab Raka sambil mengetik suatu kalimat dilayar handphonenya.
**Kelas X MIPA 3__
From: Beruang Kutub🐨
Lo lupa sama surat yang ada di paper bag hitam semalem?
Setelah membaca pesan WhatsApp itu. Litha baru ingat bahwa, dia memberikan satu permintaan apapun kepada Raka. Litha tidak membalas pesan tersebut, dia segera pergi meninggalkan kelasnya.
"Ehh... mau kemana?" tanya Tiara pada Litha yang awalnya sedang berjalan, namun sekarang langkah kakinya terhenti karena pertanyaan dari Tiara.
"Ada urusan sebentar," jawab Litha, setelah itu dia segera pergi menuju basecamp The Perfect.
**Koridor__
Saat menuju ke basecamp The Perfect, tidak sengaja Litha berpapasan dengan Dita dan Tania.
"Tunggu," ucap Dita sambil memegang pundak Litha.
Litha tidak merespon ucapan Dita. Walaupun begitu, tetapi dengan sangat terpaksa Litha akhirnya memberhentikan langkah kakinya. Litha dan Dita saling menatap dengan tatapan tajam seakan-akan ingin memakan orang hidup-hidup.
"Gue yakin elo pasti udah tau gosip tentang gue sama Raka, jadi gue peringatin lebih baik lo jangan terlalu berharap banyak sama Raka. Oh.. ya, derajat lo sama Raka itu beda jauh," ujar Dita sangat sinis.
"Bisa dibilang kayak tanah sama langit. Lo bagaikan bintang laut yang terkubur didalam tanah, yang selalu diinjek-injek sama kaki. Sedangkan Raka itu bagaikan bintang di langit yang selalu bersinar terang benderang, yang dikagumi banyak orang." ujar Tania panjang lebar.
__ADS_1
"Sayangnya gue gak peduli tuh.. sama kehaluan kalian, kalo ngayal jangan aneh-aneh. Cuman mau ngasih tau, kebanyakan yang kayak gitu sih.. endingnya pada masuk RSJ," ucap Litha. Just information RSJ adalah nama lain dari Rumah Sakit Jiwa.