
Sampai ditempat tujuan Fika tercengang melihat sekelilingnya yang sudah sangat ramai, terutama dibelakangnya yang saling dorong serta terdengar suara bising dan ricuh. Sedangkan ditempatnya saat ini dia bisa berada sedekat ini dengan panggung. Fika melihat tiket ditangannya yang ternyata ada tulisan VIP?
"VIP?" mata Fika menunjukkan kebahagiaan yang belum pernah terbayangkan olehnya bisa melihat artis Korea dengan jarak dekat.
"Napa lo?" Sewot Sarah.
"Baru sadar kalau tiketnya VIP?" Tebak Litha.
Fika mengangguk masih tersenyum lebar. Tiket VIP hanya berjumlah kurang lebih 100 tiket. Sudah banyak manusia-manusia yang berkumpul dibarisan paling depan, sedangkan mereka yang membeli tiket umum berada di belakangnya dengan pagar pembatas.
Tak lama kemudian konser dimulai, boyband Korea terpopuler yang terkenal sedunia muncul dengan alunan musik yang sangat keren menurut para pecinta K-Pop.
"Wowww...." Suara sorakan fans bersahut-sahutan menggema memenuhi ruangan.
"Astaga mimpi apa gue semalem bisa ketemu suami gue setelah bertahun-tahun kita LDR," oceh Fika dengan senyum mengembang dan matanya berbinar-binar.
"Yang, selama ini kamu anggep aku apa?" Tanya Leon.
"Mereka suami-suami aku, kamu pacar satu-satunya aku," jawabnya tanpa menoleh ataupun melirik sedikit pun kepada pemuda yang tak kalah tampan dari boyband Korea yang kini sedang unjuk talenta di atas panggung.
Semuanya berloncat-loncat kegirangan kecuali Raka dan Danil yang memilih diam tidak ada pergerakan sama sekali. Kali ini Danil mirip seperti *******, lengkap dengan pakaiannya yang serba hitam, ditambah aksesoris topi, kaca mata, dan masker hitam. Yap dia sengaja menutupi dirinya agar tidak dikenali oleh fans nya yang siapa tahu ada diantara lautan manusia ini, karena dia memang lebih terkenal di luar negeri dari pada di negaranya sendiri.
"Kenapa harus pada loncat-loncat?" Raka setengah berteriak menatap dingin Litha yang langsung menatap balik.
"Konser itu buat seru-seruan loncat gini. Gak kayak Kakak yang diem doang kayak patung," Litha menjulurkan lidahnya mengejek Raka.
Melihat tatapan dingin dari Raka, membuat ide jahil terlintas dalam pikiran gadis cantik ini.
Litha kembali menatap ke depan melihat para cowok-cowok Korea yang masih heboh dengan aksinya untuk menarik perhatian penonton yang ricuh tidak terkendali.
"Gantengnya..." Meskipun kepalanya menatap arah depan, tapi kedua matanya sesekali melirik ke sampingnya. Melirik siapa lagi kalau bukan si tiang listrik yang gantengnya kelewat batas.
"Ganteng banget kan?" Fika yang tidak sengaja mendengar ucapan Litha, ikut menimpali menyetujui sahabatnya tersebut.
"Banget," seru Litha antusias.
"Eh..." Litha terkejut tiba-tiba Raka merangkulnya dengan dekapan yang begitu erat.
Mata indah gadis itu menatap tangan besar yang melingkar di bahunya, kemudian ia menatap Raka yang fokus melihat ke arah panggung dengan ekspresi kurang menyenangkan.
Litha hanya diam membisu menikmati alunan musik, ia menarik sudut bibirnya karena sudah berhasil memancing amarah pemuda dingin kesayangannya.
***
Setelah konser selesai mereka memilih menghabiskan malam dengan menyusuri kota, berjalan kaki sambil sesekali membeli jajanan dipinggir jalan yang cukup ramai.
Pasangan Fika Leon, dan Sarah Umran berada di depan. Dibelakangnya ada Raka dan Litha, kemudian disusul oleh Sekar dan Arkan. Sedangkan tiga cogan jomblo berada dibarisan paling belakang.
Setelah Fika mengigit sosis bakar jumbo yang baru dibelinya, ia tersenyum sambil mengunyah dan menggoyangkan kepalanya ke kanan kiri, dilanjut dengan memutar tubuhnya ke belakang beberapa kali.
__ADS_1
"Nanti nyungsrep baru tau rasa lu," cibir Sarah melihat Fika yang memutar tubuhnya sambil tetap berjalan ke depan mirip seperti gangsingan berputar.
Seketika putaran dan langkah Fika terhenti kala melihat keanehan antara Litha dan manusia dingin disampingnya itu.
Bugh...
Tidak sengaja Sekar menabrak punggung Raka yang keras. Berbeda dengan Arkan yang membuat langkah Litha yang tadinya diam menjadi maju satu langkah kedepan sehingga es krim dalam genggamannya mengenai baju Fika.
Karena Raka dan Litha yang berhenti mendadak membuat barisan paling belakang juga menubruk Arkan dan Sekar. Untung saja Raka mampu menahan keseimbangan tubuhnya agar tidak terdorong ke depan oleh Sekar dan manusia jomblo dibelakangnya.
"Litha..." Teriak Fika membuat Leon, Umran dan Sarah yang masih tetap lanjut jalan ke depan, menoleh ke belakang. Baru sadar mereka kalau sudah terjadi tabrakan beruntun.
"Sorry... Sengaja," Litha melihat es krim yang sudah jatuh ke tanah. Sayang sekali rasanya, yaaa mengingat harga es krim strawberry itu ditambah lagi dengan dirinya yang baru memakan seperempat dari es krim tersebut.
"Apa?" Fika melotot mendengar ucapan Litha yang entah sadar atau tidak.
Litha mendongak, menatap ke depan melupakan es krim nya yang sudah tidak layak dikonsumsi. "Eh... Maksud gue gak sengaja," Litha nyengir tanpa rasa berdosa.
"Kalau mau nyalahin, tuh salahin aja Arkan! Dia yang nubruk gue dari belakang," Litha menunjuk Arkan yang melotot tidak ingin disalahkan.
"Kok jadi gue?" Arkan melihat ke arah Sekar, tentu dengan tujuan ingin meminta pembelaan.
Namun sayang, melihat Sekar yang cemberut sambil mengusap-usap jidatnya karena terpentok punggung Raka yang keras, sepertinya gadis itu tidak akan mau menjadi pengacara dadakan untuknya.
"Terus?" Litha tetap kekeh tidak ingin disalahkan meskipun dirinya sendiri yang menumpahkan es krim di baju Fika.
"Napa jadi gue?" Jordy juga tidak ingin disalahkan.
"Salahin aja tuh..." Ucapan Jordy menggantung saat ia melihat kebelakang yang tidak ada orang yang menubruknya.
"Salahin siapa...? Mau nyalahin angin lewat? Atau mau nyalahin oksigen yang bertebaran dibelakang lo? Mau pulang tinggal nama doang lo?" Oceh Arkan.
"Salah lu lahhh... Orang lo yang tiba-tiba berhenti mendadak," sahut Jordy tak ingin kalah, toh memang faktanya begitu.
"Oh... Konsepnya sekarang mau muter balik?" Arkan mengangguk setuju.
"Emang bisa, kesalahan di puter balik?" Sekar menggeleng mendengar perdebatan mereka.
Arkan menatap Litha yang sudah menatapnya tajam.
"Apaaa? Mau nyalahin gue?" Sambar Litha.
"Iya. Orang salah lo yang jalannya tiba-tiba berhenti. Gue yang jalannya sambil clingak-clinguk, mana tau kalo lo berhenti mendadak," jelas Arkan mencari alasan yang masuk akal.
"Ini kenapa jadi pada salah-salahan sih...? Jadi siapa nih yang salah?" Sarah jadi kesal sendiri.
"Tuh Fika tuh yang tiba-tiba berhenti didepan gue," tetap pada keyakinannya bahwa kecelakaan ini bukan sepenuhnya salah Litha.
"Kok gue?" Fika menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Akar permasalahannya itu ada di lo dan Kak Raka," tambahnya.
"Gue?" Raka dan Litha kompak saling pandang.
"Hadehhh... Pusing gue dengerin kalian. Jadi siapa nih yang salah? Kenapa jadi bawa-bawa manusia kulkas?" Sarah jadi bingung sendiri.
"Habisnya kalian aneh, kayak ada sesuatu gitu. Kalian lagi marahan yaa...?" Tebak Fika menatap dua sejoli yang masih saling pandang.
Litha dan Raka kompak menyahut bersamaan, tapi dengan jawaban yang berbeda. "Iya. Enggak."
"Kamu marah?" Tatapan Raka masih dingin.
"Enggak," Litha menjawab cepat.
"Kenapa tadi bilang iya?" Yap tadi Raka menjawab ENGGAK, karena memang dari awal Raka tidak merasa marah kepada Litha.
"Kan kamu yang marah duluan ke aku," keduanya sudah saling berhadap-hadapan dengan raut wajah tidak bersahabat.
"Kapan aku marah?"
"Tadi,"
"Enggak,"
"Iya,"
"Enggak,"
"Iya,"
"Enggak,"
Litha menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Tadi waktu konser, waktu aku bilang boyband nya ganteng-ganteng,"
Raka menatap satu per satu temannya yang memalingkan wajah mereka karena tidak kuasa menahan tawa.
"Kenapa? Masih gak mau ngaku?" Litha bersikedap menatap tajam Raka.
"Enggak. Orang aku emang gak marah," elak Raka.
"Terus apa namanya kalo gak marah? Gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba diem terus dari tadi?" Sewot Litha.
"Aku cuma gak suka aja kamu puji-puji orang lain," jawabnya jujur.
"Cemburu?" Senyuman tipis terlihat di wajah Litha.
"Enggak. Aku cuma gak suka aja," Raka langsung berlalu meninggalkan teman-temannya yang sudah ngakak.
Mereka merasa lucu, ini adalah kali pertama mereka melihat Raka yang sedingin es balok ternyata bisa cemburu juga.
__ADS_1