
"Jijik!" Seru keduanya kompak dan langsung melepas bunga secara bersamaan, hingga bunganya jatuh ke tanah.
Saat ini kedua publik figur tersebut menjadi pusat perhatian di pesta pernikahan Umran dan Sarah. Litha, Fika dan Sekar tertawa terbahak-bahak, begitu pula dengan sepasang pengantin yang tak kalah heboh dari para pemuda yang masih berdiri didepan pelaminan.
"Ngakak, asli," Sarah memegang perutnya yang terasa sakit karena tertawa berlebihan.
"Kalau mereka berdua jodoh, gimana ya yang?" Tanya Umran disela tawanya yang tidak ingin berhenti.
Sarah hanya memandang sekilas wajah suaminya, kemudian lanjut tertawa melihat tingkah Jordy dan Danil yang saling melangkah berjauhan tidak ingin jarak dekat-dekatan.
The Perfect? Jangan ditanya lagi. Dalam hati mereka tertawa puas sampai guling-guling badan. Sebisa mungkin mereka menahan tawa dengan tangan menurut mulut masing-masing, bisa ancur image The Perfect didepan gadis-gadis yang mengidolakan mereka.
Hanya Nick yang berani tertawa didepan banyak orang, walaupun tertawanya dibuat-buat sok ganteng. Yahhh itu sih Nick emang sengaja tepe-tepe alias tebar pesona.
Nick mengambil bunganya kembali. Ia menyerahkan paksa bunga itu agar dipegang berdua oleh Jordy dan Danil. Nick langsung mengarah kamera ponselnya kepada dua manusia itu.
Ckrek... Suara mengambil gambar di ponsel Nick sengaja dibesarkan volumenya agar didengar oleh telinga semua orang.
"Buat kenang-kenangan," tanpa rasa berdosa Nick langsung kembali duduk ditempatnya.
Suara gelak tawa dari para perempuan kembali terdengar melihat tingkah konyol Nick.
Jordy dan Danil saling pandang, keduanya mengangguk pertanda memiliki pemikiran yang sama. Mereka melemparkan buket bunga tersebut tepat mengenai wajah bule seorang Nick.
__ADS_1
Danil mendekati arah pelaminan, diikuti oleh sahabatnya yang lain. Ia menyerahkan kado kepada Sarah sekaligus Umran.
"Selamat atas pernikahan kalian. Sorry gue baru bisa datang," Danil bersalaman dengan Umran ala-ala lelaki gantle.
"Yang penting kadonya nyampe," bisik Umran.
"Kampr"t lo!" Danil tertawa geleng-geleng kepala mengingat Umran ingin request kado dari Danil sebagai hadiah pernikahan.
"Happy wedding," Tangan Danil terulur kepada Sarah yang ingin menyambut baik, tapi sebelum itu terjadi Danil menarik tangannya kembali. Danil menyibakkan rambutnya membuat mata Sarah melotot.
Suara tawa Litha dan Umran langsung pecah. Sarah menatap tajam kakak beradik itu membuat keduanya langsung mingkem.
"Minta gue bogem mentah lo?" Sungut Sarah melotot kepada Danil.
Sarah melihat ke arah Umran. "Wah... Malah di tantangin yang," Sarah menunjuk Danil, tapi mata melototnya ke arah suaminya.
"Udah biarin aja!" Umran merangkul Sarah agar tidak berbuat ulah di acara pernikahannya sendiri.
"Buka gih kadonya!" Suara halus berwibawa terdengar menginterupsi Sarah yang menatap sinis Danil. Namun Sarah tidak membantah, ia membuka kado tersebut dihadapan The Perfect.
Kotak persegi terbuka, Umran menahan tawa melihat ekspresi sang istri yang matanya kembali melotot minta dicolok.
Sarah mendongakkan kepalanya sambil berteriak kencang membuat semua pasang mata tertuju ke arah pelaminan. "Danil... Sialan...." Sarah melihat Danil yang sudah melarikan diri.
__ADS_1
"Apaan kadonya?" Penyakit kepo yang mendarah daging dalam diri Fika membuatnya tidak sabar menunggu jawaban Sarah. Fika mengambil kotak kado tersebut dan mengambil isinya yang membuat Fika menahan tawa.
"Lingerie," ucap Fika menunjukkan baju haram kurang bahan dihadapan teman-temannya.
Whahaha....
Suara tawa langsung pecah, The Perfect tidak kuasa menahan tawanya didepan banyak orang.
Sarah cemberut dengan menghentakkan kakinya karena sangat kesal dengan semua sahabatnya yang menertawakan kado dari si kutu kupret Danil.
"Jenis kadonya sama tuh kayak punya gue. Cuma bedanya dari gue warna merah," celetuk Nick masih dengan tawanya.
"Mantap! Biar lebih hot," Umran tersenyum lebar memberikan dua jempol kepada Nick.
Mata Sarah melotot kepada Umran. Sarah memukul lengan kanan Umran bersamaan dengan Litha yang memukul lengan kiri kakaknya yang belum apa-apa sudah berpikir kotor.
"Malam ini gue tidur bareng kalian!" Ketus Litha tidak ingin dibantah karena ia juga mendapat dukungan langsung dari Sarah.
Muka Umran langsung berubah masam tidak dapat membantah dua wanita kesayangannya. The Perfect kembali tertawa puas, Danil kembali mendekat dan ikut tertawa melihat Umran langsung terduduk lemas di kursi pelaminan.
Tidak ada suasana haru dalam pesta pernikahan Sarah dan Umran. Yang ada hanya gelak canda tawa diantara circle pertemanan mereka. Para orang tua juga turut bahagia melihat persahabatan yang membuat tawa menyelimuti suasana malam ini.
Dan ini adalah untuk pertama kalinya The Perfect tidak memperdulikan image cool nya di hadapan semua orang. Yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan mereka bisa menjadi diri sendiri dimana pun mereka berada.
__ADS_1