Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Nafas Buatan


__ADS_3

Jujur Litha baru sadar, Raka itu makin tambah ganteng kalau senyum gitu, ya biasanya juga ganteng sih... Litha juga mengakui kalau Raka itu udah ganteng dari sononya. Tapi kalau Raka lagi senyum semanis madu gitu, gantengnya jadi ganteng kuadrat.


Please beritahu Litha!!! Itu Raka yang dikenal Litha atau bukan? Kok tiba-tiba jadi sweet gitu sih... Gula mah lewat kalau gini.


Kalau Raka sweet dan memperlihatkan senyuman manisnya terus dihadapan semua orang, bisa-bisa pabrik gula di seluruh Indonesia jadi tutup, karena gulanya gak laku, kan manisnya udah tergantikan dengan senyuman Raka wkwk...


Untung saja Raka memperlihatkan sisi manisnya itu hanya kepada kekasihnya sendiri, ya ya emang cuman Litha doang yang bisa buat beruang kutub itu tersenyum.


Raka hanya geleng-geleng kepala dan terkekeh dengan ucapan pacarnya, yang kalau mau ngomong suka gak dipikirin dulu.


"Eh kok merah mukanya?" Raka lagi ngeledekin Litha tuh...


"Hahhh merah?" gumam Litha kaget, setelah itu malah menyembunyikan wajahnya dengan menenggelamkan kepalanya sampai bawah selimut. Tuh kan malunya belakangan, lihat aja sekarang dia ninggalin Raka yang masih tertawa karena melihat kelakuan pacarnya.


"Sejak kapan mulai panggil aku kamu?" tanya Litha yang masih menyembunyikan wajahnya dibawah selimut, karena Litha baru menyadari bahwa Raka tadi sempat berkata Aku-Kamu. Tuh.. kan gara-gara senyuman manisnya Raka, Litha jadi kehilangan kesadarannya.


Tetapi Raka tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia masih tertawa. Wahhh... Litha melewatkan kesempatan langka untuk melihat kegantengan Raka yang awalnya kuadrat sekarang berubah menjadi kubik. Raka kalau lagi ketawa gantengnya jadi ganteng kubik, ya triple-triple gitulah hehehe...


***


"Tadi siang kamu ke kunci didalam toilet," tutur Raka.


Litha hanya menatap wajah Raka yang saat ini sangat serius. Litha sekarang ingat kejadian penyekapan itu, tetapi dia belum mau banyak bicara dengan Raka.


"Kenapa waktu ke kunci keadaan kamu berantakan banget?" tanya Raka. Tetapi Litha tidak menjawab pertanyaan tersebut.

__ADS_1


Raka paham, dia tidak ingin memaksa Litha agar bicara padanya. Mungkin Litha belum siap menceritakan kejadian itu atau mungkin Litha masih sedikit syok. Itulah yang ada didalam pikiran Raka.


"Ya udah kalo belum siap cerita gpp. Biar aku dulu yang cerita, gimana kamu bisa ada di kamar ini," seru Raka.


"Tumben? Biasanya males ngomong," ucap Litha penasaran, tidak biasanya Raka suka bercerita, cerita itu pasti banyak ngomong kan. Ralat ini adalah pertama kalinya dari lubuk hati yang paling dalam, Raka ingin bercerita padahal tidak ada yang menyuruhnya. Ya ya sekali lagi cuman Litha doang yang bisa buat es balok ini banyak bicara.


Flash back on


"Akhirnya ketemu juga," ucap Arkan sangat bersyukur. Walaupun Litha, dalam keadaan berantakan, setidaknya perempuan yang berhasil membuat Raka cemas dan khawatir itu masih bisa bernafas.


***


"Bawa kemana tu cewek?" tanya Arkan sambil menyetir mobil sportnya Raka, sedangkan Raka duduk dibelakang menemani Litha yang masih tidak sadarkan diri. Sedari tadi Raka sengaja menyandarkan kepala Litha di pundaknya dengan tangannya yang juga merangkul pundak Litha.


"Woiii jangan di liatin mulu, kebawa napsu bahaya lhoh.." Arkan lagi teriak-teriak didalam mobil, mungkin sedikit emosi karena ucapannya tadi sama sekali tidak digubris oleh Raka.


Raka yang mendengar teriakkan itu pun, langsung menatap Arkan dengan tatapan tajam. Ya pastinya di pelototin lah, keadaan lagi gaswat kayak gini, gak mungkin dong Raka punya pikiran macem-macem. Apa lagi Litha adalah perempuan yang sangat disayanginya, Raka pasti akan menjaga Litha dengan sepenuh hatinya, tentunya Raka tidak mungkin mengotori Litha.


"Iyaa pelototin aja teross gpp, anggep aja udah kayak babu lo sendiri. Udah pas banget nihhh jadi supir," ceritanya Arkan lagi ngambek tuh, karena tadi omongannya gak direspon sama Raka. Terus sekarang malah di pelototin sama Raka, kayak di pelototin sama majikannya aja wkwk...


"Sorry gue gak maksud gitu," sahut Raka yang menyadari kalau Arkan lagi ngambek.


"Iyee... Terus mau dibawa kemana tu cewek?" tanya Arkan lagiii...


"Rumah sakit terdekat. Kayaknya dia kekurangan oksigen, nafasnya pendek-pendek," ujar Raka khawatir.

__ADS_1


"Kasih nafas buatan aja," celetuk Arkan asal jeplak.


"Gi*a lu," ucap Raka sambil menatap Arkan dengan tatapan mautnya lagi..


"Napa? Biar gak ribet, pake ke rumah sakit segala. Kalo lo gak mau, biar gue aja yang kasih nafas buatan," ujar Arkan dengan santainya.


Arkan gini-gini kalau ada orang yang kesusahan, kadang-kadang juga suka mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ya Arkan sih lihat-lihat dulu orangnya cantik apa enggak? Kalau ceweknya biasa-biasa aja sih, mungkin ogah. Tapi ini itu Litha, siswi tercantik nomor satu di sekolahnya, jelas!! Pasti, ada aja alasannya Arkan buat bisa ngambil kesempatan.


Maklum aja guys didalam hatinya Arkan itu masih kosong, alias belum ada cewek yang ngisi hatinya. Jadi otomatis belum ada yang memperhatikan sama ngingetin Arkan, namanya juga jomblo pasti bebas lahhh...


"Lo pilih kuburan apa masuk IGD atau ke ahli patah tulang?" tanya Raka yang menatap Arkan dengan tatapan tajam, seperti ingin memakan orang hidup-hidup.


Hingga Arkan berdecit ngeri, pasalnya Raka menatapnya dengan tatapan yang sangat menakutkan. Seolah-olah ancaman dari Raka itu, benar-benar akan dilakukannya jika Arkan berani memberi nafas buatan untuk Litha.


"Gi*a lu, lo mau ngabisin sahabat lo sendiri cuman gara-gara nafas buatan. Padahal tujuan gue buat nolong cewek itu," ujar Arkan, tuh kan ada aja alasannya, padahal dipikirannya ada sedikit niatan untuk membuat dirinya bersenang-senang.


Raka hanya diam, Raka itu sudah bersahabat dengan Arkan sejak lama. Jadi Raka sebenarnya juga mengetahui pemikiran kotor sahabatnya itu, memang ada niatan menolong tetapi juga ada sedikit niatan untuk bersenang-senang.


Raka sama sekali tidak rela dong kalau Litha dipermainkan begitu saja, toh juga masih ada rumah sakit. Raka masih menatap ke arah wajah Litha yang tidak sadarkan diri, mungkin masih khawatir dengan kondisi kekasihnya.


"Ada apa sih sama tu cewek? Bahkan gue sempet mikir, kalo tu cewek pacar lo," seru Arkan sangat penasaran.


Karena Arkan mulai merasakan ada sesuatu yang aneh pada sikap Raka yang biasanya sangat cuek kelewat batas, sekarang malah menjadi sangat perhatian dengan perempuan bernama Litha. Apa lagi Raka tidak rela jika Litha disentuh oleh orang lain.


"IYA," jawab Raka datar dan dingin.

__ADS_1


__ADS_2