Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Pacar Idaman


__ADS_3

"IYA," jawab Raka datar dan dingin.


"Apa???" Pastinya Arkan kaget dong. Seorang Raka Adelard Pangestu yang dingin kayak es batu itu, bisa suka sama cewek bernama Litha yang gak populer!!!


Padahal Raka selalu dikelilingi oleh banyak wanita yang cantik dan seksi bahkan sangat populer, tetapi Raka menolak mereka semua dan malah lebih memilih Litha yang tidak dikenal orang banyak. Ya walaupun Arkan mengakui kalau Litha itu memang cantik, apa lagi cantiknya natural, tanpa polesan make-up.


'Untung belum sempet ke ci*m,' batin Arkan yang absurd banget. Ternyata Arkan tadi sempat punya pikiran yang enggak-enggak terhadap pacarnya bigbosss! Kalau Arkan nekat sih auto dibuat inalillahi sama Raka.


"Pantesan elo khawatir banget dan gak rela kalo tu cewek gue sentuh. Jadi gini ya kalo es batu kayak Raka udah bucin sama satu cewek. Apa lagi ini cewek pertama yang bisa naklukkin hati sedingin es balok, beruntung banget cewek itu. Pastinya sahabat gue yang satu ini bakal jagain elo terus Litha," gumam Arkan yang sebenarnya masih antara percaya dan tidak percaya. Karena Arkan pernah berpikir kalau Raka itu mati rasa, Raka sebelumnya tidak pernah dekat dengan seorang wanita. Jadi jangan salahkan Arkan, jika dia punya pikiran begitu terhadap Raka.


Wait!!! es batu kayak Raka? Kebalik dong Arkan sayang!!! Ganteng-ganteng kalau ngomong suka ngasal. Arkan itu memang siswa terganteng nomor 2 setelah Raka, semua murid di sekolahannya juga mengakui itu kok.


**Rumah Sakit__


"Gimana dok keadaan Litha?" tanya Raka pada dokter yang baru saja keluar dari ruangan yang dipakainya untuk mengecek kondisi Litha.


"Ee.. anda siapanya pasien ya? Apakah keluarganya?" tanya dokter itu.


"Bukan, tapi saya juga sangat dekat dengan keluarganya Litha, jadi dokter bisa bilang ke saya saja," ujar Raka.


Dokter itu masih belum berucap sepatah kata pun, mungkin belum percaya sepenuhnya dengan Raka. Karena dilihat dari segi tampilannya, Raka masih memakai seragam sekolah dengan jaket warna hitam yang bertengger manis di punggungnya. Jaket yang dipakai Raka adalah jaket dari geng motor sport nya yang bertuliskan geng cobra. Jadi otomatis dokter tersebut mengira kalau Raka anak geng motor yang tidak baik.


Raka dan Arkan sepertinya mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang mejanggal didalam pikiran dokter tersebut. Terbukti dari sepasang mata dokter itu yang menatap Raka dengan ekspresi wajah curiga, dokter tersebut menaik turun kan sepasang matanya melihat dari ujung kaki sampai ujung rambut Raka.


"Rak kayaknya ini waktu yang tepat, dimana lo harus pasang nama embel-embel keluarga lo," Arkan membisikkan kata-kata tersebut dengan mendekatkan mulutnya ke telinga Raka, agar hanya Raka saja yang dapat mendengarnya.


"Saya pewaris tunggal dari keluarga Adelard," ucap Raka tegas. Dan benar kata Arkan, dokter itu langsung terkejut dan menundukkan kepalanya. Mungkin dokter tersebut takut dikeluarkan dari rumah sakit ini, pasalnya rumah sakit ini adalah milik keluarga Adelard.

__ADS_1


"Walaupun saya bukan dari keluarga Adelard, saya jamin dokter tidak akan dikeluarkan dari rumah sakit ini, jika dokter memberitahu bagaimana keadaan Litha," kali ini Arkan ikut angkat bicara.


***


"Kalau begitu saya ingin membawa Litha pulang saja," tutur Raka.


"Tapi.." ucap dokter itu, yang terpotong.


"Kenapa? bukannya tadi dokter bilang kalau Litha masih baik-baik saja, dan kalau hanya sebentar mendapatkan selang oksigen juga gpp, karena sekarang pernapasannya sudah kembali normal bukan?" selah Arkan.


"Ya sudah kalau begitu, untung saja kalian segera membawa Litha kemari, jadi belum ada yang fatal dengan keadaannya," ujar dokter itu.


Flash back off


"Jadi tadi aku sempet dibawa ke rumah sakit?" tanya Litha.


"Iya, kekurangan oksigen," jawab Raka.


"Kamu itu ke kunci didalam ruangan yang gak ada fentilasinya apa lagi di toilet itu ada bau yang gak enak ditambah lagi bau badan kamu yang kayak buah busuk. Makanya kamu jadi kekurangan oksigen," ujar Raka panjang lebar.


"Apa kamu bilang ke bunda sama ayah?" Litha sebenarnya tidak ingin jika orang tuanya mengetahui keadaannya yang sekarang, Litha tidak mau jika orang tuanya khawatir dan cemas.


"Enggak, kamu pasti gak mau kan kalau mereka khawatir?" tanya Raka. Raka itu memang paling tahu soal Litha, pacar idaman banget kan?


Ya pastinya jawabannya iya dong, buktinya aja Litha meresponnya dengan senyuman termanisnya.


"Ya udah kamu tidur gih! Ini udah hampir pagi, emangnya besok berangkat sekolah mau telat?" ucap Raka.

__ADS_1


"Emm... Temenin main video game aja yuk!" ajak Litha dengan menunjukkan puppy face nya. Duhh kalau kayak gini mah Raka gak kuat lihatnya, Litha kelihatan gemesin banget sih.. kan Raka jadi pingin nyubit pipinya Litha. Oke mau gak mau Raka harus menerima ajakan tersebut, dari pada pacarnya ngambek, mending diturutin aja kan yee..!


***


Keesokannya


"Sepi banget?" tanya Litha sambil menikmati sandwich.


"Oma sama papa ada di luar negeri, mama jarang pulang ke rumah," ujar Raka.


"Tante Kania kemana?" tanya Litha, Kania adalah nama mamanya Raka.


"Di rumah sakit," tutur Raka.


"Tante Kania sakit apa?" Litha terkejut dong, mamanya Raka sebenarnya sakit apa? Sampai jarang pulang ke rumah. Terus kelihatannya Raka kok santai banget, gak khawatir gitu sama mamanya?


"Mama aku itu dokter, dia praktek di rumah sakit yang semalam aku bawa kamu ke sana," jawab Raka.


"Masak menantunya gak tau kalo mertuanya sendiri jadi dokter," gurau Raka sambil tertawa.


"Kita itu masih pacaran belom nikah," Litha menyipitkan kedua matanya.


Raka hanya tertawa dengan ucapan yang dilontarkan pacarnya itu, hingga matanya melengkung membentuk bulan sabit. Oke sekarang Litha dapat melihat kegantengan Raka yang berubah menjadi ganteng kubik. Kan kemarin Litha belum sempat melihat Raka yang gantengnya jadi ganteng kubik, triple-triple gitulah...


Litha jadi senyum-senyum sendiri tuh.. Tiba-tiba Raka mengacak-acak rambut panjangnya Litha. Raka tu jadi gemes sendiri karena melihat tingkah laku pacarnya, yang kalau Raka lagi senyum atau ketawa pacarnya malah ikut-ikutan senyum. Yaa jangan salahin Litha dong, salahin tu mukanya Raka yang gantengnya gak manusiawi banget.


**Ruang BK__

__ADS_1


"Apaaa?" teriak Dita.


"Saya sama Tania disuruh lari-lari keliling lapangan sambil bawa tulisan SAYA MINTA MAAF DAN TIDAK AKAN MEMBULLY MURID LAINNNYA?" tanya Dita pada guru BK, entah yang ke berapa kali, yang pasti Dita sudah menanyakan hal tersebut lebih dari 10 kali.


__ADS_2