Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Couple Drakor


__ADS_3

Jika kalian menebak itu adalah Raka, maka tebakan kalian benar. Entah darimana datangnya? Tiba-tiba Raka berada tepat di belakang Litha. Sehingga Raka bisa menopang tubuh Litha, agar tubuh kekasihnya itu tidak menyentuh tanah.


Pastinya saat ini mereka memasang gaya persis seperti couple-couple di Drakor, yang sedang beradegan romantis. Tentunya semua kaum hawa yang melihat pemandangan itu sangat iri. Mereka sangat ingin jika berada di posisi Litha yang sekarang dipeluk oleh Raka, pemuda sedingin es batu itu terlihat sangat cool nan tampan.


Kalau udah ganteng dari sononya mah, mau masang ekspresi apa pun tetep ganteng. Sekarang Raka menunjukkan ekspresi khawatir dengan keringat yang masih membasahi rambut hitamnya dan wajah tampannya.


Mungkin Raka tadi habis main basket dengan teman-temannya. Cuacanya siang ini emang lagi panas-panasnya, jadi maklum lah kalau Raka keringetan gitu. Biarpun keringetan, tapi gantengnya masih tetep kelihatan kok hehe...


Banyak pasang mata yang menatap iri ke arah Litha, tak terkecuali Dita yang menyesal karena telah mendorong Litha ke belakang. Harusnya tadi Dita dorongnya ke samping kanan atau kiri, atau ke arah manapun lahhh.. asalkan jangan ke belakang, karena ternyata dibelakang Litha ada manusia tampan yang sekarang menangkap tubuh mungil itu.


"Kamu gpp?" tanya Raka khawatir dan masih memeluk tubuh Litha.


"Aww perih," gerutu Litha sambil mengerjapkan matanya berkali-kali, karena salah satu matanya terkena tetesan dari keringat Raka. Dengan segera, Raka dan Litha membenarkan posisi berdiri masing-masing.


"Sorry gpp kan?" tanya Raka sambil mengecek kondisi mata Litha, dengan mendekatkan bibirnya ke arah mata Litha dan meniupnya dengan lembut. Tuh kan kayak di drakor-drakor romantis, pasti netizen pada iri deh tu..


"Umm kak Raka, pengen dong digituin," ucap semua kaum hawa dengan nada merengek seperti anak kecil meminta permen pada ibunya. Mereka tu gak kuat ngelihat keuwuwan Raka dan Litha dari tadi.


Raka hanya menatap mereka semua dengan tatapan dingin. Sepertinya Raka tidak suka dengan suara rengekan mereka, karena acara meniup-niup manja, agar matanya Litha berkurang rasa sakitnya jadi terganggu.


"Yaaa ampun gue ditatap kak Raka dong,"

__ADS_1


"Ehh jangan ngaku-ngaku, kak Raka tu ngelihatnya ke gue,"


"Enggak mungkin lahhh.. kak Raka tu menatap wajah cantik gue,"


"Dihh narsis amat lo, jelas-jelas matanya kak Raka tu ngelihat gue,"


Yaa yaaa itu lahhh kebac*tan para penggemar Raka yang alaynya nauzubillah. Duhh kalau gitu mah Raka jadi pengen ngelus dadanya yang bidang itu. Kadang-kadang Raka sampai malu sendiri karena kelakuan fansnya.


"Woiii berisik!!!" seru Leon yang tiba-tiba main nyempil diantara kerumunan dari fansnya Raka. Lanjut dibelakangnya Leon, diikuti oleh Arkan, Jordy, Danil, dan Tania?


Tania kok bisa bareng cogan-cogan itu? Gak sengaja kok guys. Tadi Tania denger kabar gosip tentang Dita, terus nyamperin deh... Ehh malah pas banget kedatangannya ke kantin barengan sama The Perfect.


Cogan empat itu tiba-tiba datang, karena panggilan gosip. Maklum aja lahhh gosip tentang Raka yang good looking nya kebangetan itu, pasti cepat menyebar. Bahkan dalam waktu kurang dari 4 menit gosip Raka yang menangkap tubuh Litha itu, sudah menyebar sampai ke telinga empat cogan-cogan terpopuler itu.


Tanpa aba-aba Dita menggenggam tangan Raka, "Raka ini gak kayak yang lo pikirin, tadi gue gak sengaja dorong dia," ujar Dita dengan sesekali bola matanya melirik ke arah Litha.


"Apa? Lo berani dorong Litha?" tanya Leon yang menatap tajam ke arah Dita.


"Apaan sih lo," Dita kesel tuh sama si playboy ikut campur urusannya dengan Raka.


"Litha gpp kan? Gpp kan? Gpp dong masak papa sih? Pastinya gak papa dong?" tanya Leon sambil memegang dan mengedepan belakang kan kedua pundak Litha secara bergantian.

__ADS_1


Litha sebenarnya merasa risih dengan perlakuan dan ocehan Leon yang absurd banget. "Eng... Gak... Ppp.. pa... pa kk.. kok," jawab Litha terbata-bata karena pundaknya masih digoyang-goyangkan oleh tangan Leon.


Oke Leon sekarang sadar kalau Litha merasa tidak nyaman, jika pundaknya digoyang-goyangkan seperti ini. Leon sadar karena tadi waktu Litha ngomong, omongannya terputus-putus gitu. Untung aja Litha angkat suara, kalau diem aja mungkin Leon gak akan sadar.


"Kalo Litha kenapa-kenapa, bilang aja sama Leon! Nanti Leon bakal laporin tuh si Dita jahat ke kantor polisi," ujar Leon dengan nada manis dan kedua tangannya masih memegang pundak Litha.


"Dih?" Dita mengerutkan keningnya sampai-sampai kedua alisnya menyatu.


Litha menanggapi Leon dengan menunjukkan senyum palsunya. Leon menurunkan tangannya dari pundak Litha, setelah itu kedua tangannya dilentangkan, seakan-akan hendak memeluk tubuh Litha. Leon melangkahkan sebelah kanan kakinya dan harusnya tubuh Litha sekarang sih udah dipelukan Leon. Tapiii...


Raka yang sangat hafal dan pandai dalam membaca pikiran si playboy cap kadal itu pun langsung mengambil tindakan. Dengan segera Raka menarik pundak Leon ke belakang. "Jarak aman!" ungkap Raka.


"Pffttrr..." itu Danil, Arkan, dan Jordy lagi nahan ketawa. Sebenarnya mau ngakak malah, biar Leon malu. Tapi mereka juga tahu tempat, gak mungkin dong mereka ngakak di keramaian seperti ini. Bisa-bisa image nya yang cool jadi terlupakan, karena sisi mereka yang absurd itu dilihat oleh para penggemarnya, ya walaupun aslinya emang absurd banget.


"Raka tau gak? Masak Litha mau ngeluarin gue dari sekolah ini, pake alesan kejadian kemarin. Sebenarnya alasannya itu gara-gara gue refleks nampar temennya, ya itu pun karena temennya tadi ngehina gue. Yaa berarti ini semua, mutlak bukan kesalahan gue dong," ujar Dita panjang lebar, Dita lagi mencoba meminta pembelaan dari ketua OSIS nya.


"Lagi pula, emangnya Litha siapa? Kok udah yakin banget kalau pihak sekolah bakal nurutin permintaannya buat ngeluarin gue," tambah Dita dengan nada lembut dan masih menatap wajah tampan Raka. 1 detik, 2 detik, 3 detik tak ada respon dari Raka. Semua murid pun juga diam.


"Itsss.. Raka kok diem sih?" Dita kesel sendiri tuh, dia kan jadi malu karena ucapannya tidak direspon oleh Raka.


Raka kesel juga dengan ocehan Dita, lagi pun Raka juga masih marah pada Dita karena kejadian penyekapan. Dan ditambah lagi dengan Dita yang selalu merendahkan harga diri Litha, dengan menghina Litha sebagai anak pengemis beasiswa.

__ADS_1


"Litha Kusuma Jaya Nagara, anak dari ibu Larissa, pemilik sekolah ini," ujar Raka mempertegas identitas asli dari kekasihnya.


__ADS_2