
Selama melaksanakan hukumannya, mereka selalu menundukkan kepalanya. Mungkin malu atau takut kulit wajahnya terkena sinar matahari? Kan kasihan sama kulit wajahnya yang setiap hari dikasih skincare mahal, tapi malah nyaris gagal glowing karena terkena sinar UV.
"Iya sih kasihan juga ya kalo dipikir-pikir, apa gue keterlaluan sama mereka?" tanya Litha merasa bersalah, tuh kan Litha orangnya gak tegaan.
"Ahh enggak ko.." ucap Sarah terpotong karena dikejutkan oleh suara gebrakan meja.
Brakkk...
Lagi-lagi Dita yang menggebrak meja, emang tu anak punya hobby yang aneh binti suka buat onar.
"Gak usah sok kasihan, lo pasti senang kan karena udah bikin gue malu," ujar Dita.
"Terserah lo," sahut Litha dengan santai. Kali ini Litha sangat malas untuk meladeni kelakuan seniornya yang nyebelin banget itu.
"Gak usah sok belagu lo, mentang-mentang lo udah jadian sama Raka. Gue pastiin hubungan kalian gak akan bertahan lama," ancam Dita.
Uhuk-uhuk...
Tentunya Sarah dan Fika sangat terkejut sampai-sampai mereka berdua menghentikan acara minumnya, karena tersedak. Mereka antara percaya dan tidak percaya, apa lagi Fika yang belum mengetahui identitas asli dari Litha yang berasal dari keluarga Nagara, pastinya Fika sulit untuk mempercayai ucapan Dita.
"Apaaa???" teriak Sarah dan Fika secara bersamaan. Emang mereka berdua kompak banget, keselek aja tadi juga barengan.
Sontak teriakan tersebut, membuat Litha menatap kedua sahabatnya. Terlihat jelas dari raut wajah Litha yang menunjukkan ekspresi antara gugup dan merasa bersalah. Karena telah menyembunyikan hubungannya dengan ketua OSIS di sekolah ini, terhadap kedua sahabatnya sendiri.
__ADS_1
"Jadi kalian belom tau? Gue baru tau kalo yang namanya best friend gitu yaa..?" Terlintas sebuah ide jahat didalam pikiran Dita, karena Dita memahami ekspresi wajah Litha tersebut. Akhirnya Dita memutuskan untuk mencoba mengadu domba ke tiga manusia cantik tersebut.
Sarah mengerti bahwa seniornya ini, sedang mencoba mengadu domba hubungan persahabatannya dengan Litha. Sarah tidak mau jika usaha licik itu berhasil. Jika itu berhasil, tentunya Dita akan sangat bahagia dan merasa menang karena berhasil membodoh-bodohi dirinya dan Fika.
"Kita tau kok," tutur Sarah. Tetapi Fika yang sangat polos, sepertinya tidak mengerti dengan ucapan Sarah. Buktinya saja setelah mendengar ucapan Sarah, Fika tercengang kebingungan. Sarah mengode Fika dengan menyenggol lengan Fika.
"Kita kaget karena ternyata elo udah tau hubungan Litha sama kak Raka. Baik-baik jaga kejiwaan lo ya..! Beberapa orang sih ada yang str*s karena patah hati, gue harap elo gak termasuk ya..!!!" ujar Sarah sambil menaikkan salah satu sudut bibirnya ke atas.
Ucapan Sarah tersebut membuat Dita sangat marah. Karena Dita bukan tipe manusia yang dengan mudahnya mampu mengendalikan amarahnya, akhirnya Dita mengangkat tangannya ke atas dan mangayunkan tangannya ke arah pipi mulus milik Sarah. Dannn
Plakkk...
Suara tamparan tersebut cukup keras, hingga membuat semua pasang mata yang ada di kantin melihat ke arah Sarah.
Semuanya terkejut, tanpa terkecuali Litha dan Fika. Mereka berdua tidak menyangka Dita akan menampar keras pipi mulus milik Sarah, pipi yang awalnya berwarna putih kini berubah menjadi kemerah-merahan.
Tapi entah mengapa Litha menurunkan tangan Sarah? Sarah dan Fika juga heran. Ekspresi Litha yang tadinya terkejut, tiba-tiba menunjukkan ekspresi datar, sangat datar persis seperti beruang kutub-nya. Dingin tanpa ekspresi atau sering disebut wajah datar itu adalah Raka Adelard Pangestu.
"Gue bener-bener gak suka, kalo elo ganggu orang-orang terdekat gue. Kesabaran gue udah beneran habis," ujar Litha tegas.
Litha memang sangat benci terhadap seseorang yang mencoba menyakiti orang-orang terdekatnya. Litha tidak terima jika Dita menampar pipi sahabatnya dengan sangat keras, apa lagi di tempat umum seperti ini.
"Gue akan minta ke pihak sekolah buat ngeluarin lo dari sekolah ini. Dengan ngasih peringatan disetiap lembar raport lo, kalo lo pernah ngelakuin tindakan kriminal. Tindakan dimana lo pernah ngunciin adek kelas yang lo benci, di toilet yang gak ada fentilasinya. Apa lagi dalam keadaan berantakan, karena ketumpahan jus buah naga busuk, sampai nyaris kehabisan oksigen," ujar Litha panjang lebar dan pastinya dengan nada tegas.
__ADS_1
Litha benar-benar sangat marah, sampai-sampai dia berencana mengeluarkan Dita dari sekolah ini dengan alasan kejadian penyekapannya di toilet kemarin.
Sejujurnya Litha sudah memaafkan Dita tentang kejadian itu, tetapi kesabaran Litha sudah habis karena Dita berani menyakiti Sarah, sahabat Litha sejak kecil. Litha yang selalu menyayangi orang-orang terdekatnya, pasti tidak terima akan hal tersebut.
Ucapan Litha tersebut membuat semua telinga yang mendengarnya sangat terkejut.
Dita memang terkenal cantik dan sering membuat gosip yang tidak-tidak tentang seseorang yang dibencinya. Tetapi kali ini Dita nekat sampai mengunci seseorang di dalam toilet, apa lagi dalam keadaan berantakan?
Itulah yang ada didalam pikiran murid-murid yang sekarang malah menghampiri dan mengerumuni Fika, Sarah, Dita dan Litha.
"Siapa lo?? Bisa seenaknya aja perintah-perintah pihak sekolah buat ngeluarin gue," ujar Dita.
'Emang Litha siapa? kok udah yakin banget kalau pihak sekolah bakal nurutin perintahnya. Yaaa walaupun emang gue salah, tapi dia gak bisa seenaknya aja dong nyuruh-nyuruh pihak sekolah buat ngeluarin gue,' batin Dita penasaran.
"Ngefans lo?? Tanya-tanya identitas gue," Litha ingin membuat seniornya lebih penasaran akan identitasnya yang sesungguhnya.
"Mau jadi pelawak lo? Gak mungkin gue ngefans sama anak pengemis beasiswa kayak lo," ucap Dita.
Sekali lagi Dita ingin mencoba menyakiti Litha, Dita mendorong tubuh mungil Litha. Hingga Litha kehilangan keseimbangannya sampai hampir terjatuh. Untung saja tubuh mungil itu ditangkap oleh tangan seseorang yang berotot.
Karena dari tadi Litha memejamkan kedua matanya, Litha belum sadar jika ada tangan yang sudah menyelamatkannya dari rasa malu dan sakitnya terkena tanah yang diatasnya dipenuhi kerikil-kerikil kecil serta tajam.
'Lhoh kok gak sakit? Malah gue ngerasa nyaman banget. Rasanya sama, kayak waktu dimana Raka nolongin gue yang juga hampir jatoh,' batin Litha yang masih memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
Perlahan Litha membuka kedua matanya, karena mulai menyadari bahwa tubuhnya sudah mendarat. Tetapi tubuhnya bukan mendarat diatas tanah, melainkan mendarat dipelukan seseorang. kini Litha dapat melihat dengan jelas wajah tampan, dari pemilik tangan yang mampu menopang tubuhnya.
Jika kalian menebak itu adalah Raka, maka tebakan kalian benar. Entah darimana datangnya? Tiba-tiba Raka berada tepat dibelakang Litha. Sehingga Raka bisa menopang tubuh Litha, agar tubuh kekasihnya itu tidak menyentuh tanah.