
"Habis nih duit gue," gumam Arkan lirih, tetapi masih dapat didengar oleh telinga Jordy dan Leon.
"Masak anak Jendral TNI kaya raya, duitnya bisa habis cuman gara-gara beli makanan?" ledek Jordy. Kalau Leon yang nantinya akan ditraktir sih bodo amat, yang penting makan gratis.
"Gimana ya? Soalnya duit gue yang miliyaran itu, gue simpen di bank. Kalo didompet, gue cuman naruh duit dikit doang. Ya kalo 10 juta kurang sih, didompet ada lah..." ucap Arkan songong.
"Dihhh...?" sahut Leon dan Jordy.
"Sudah. Ada lagi yang ingin dipesan?" tanya mbak pelayan tersebut yang baru saja mencatat pesanan Leon.
"Ehh tambah lagi mbak, ice caramel latte buat temen ngemilnya si kentang goreng," jawab Leon cengengesan.
Sedangkan Arkan yang nantinya akan membayar makanan tersebut, dia hanya bisa menelan ludahnya sendiri sambil membuka matanya lebar-lebar. Berbeda dengan Jordy yang sangat bahagia, karena Leon memesan makanan sangat banyak. Auto untung banyak... wkwk.
Danil mengalihkan perhatiannya ke arah sahabatnya, Danil malahan tersenyum melihat tingkah laku Leon yang sepertinya memang sengaja mengerjai Arkan. Kalau Raka yang punya sifat sangat dingin dan cuek, tentu saja dia lebih memilih untuk fokus pada pekerjaannya.
"Gi*a... lo mau buat dompet gue jadi angker?" tanya Arkan kaget, karena Leon memesan makanan segitu banyaknya.
"Kok angker?" tanya Danil yang tertarik dengan ucapan Arkan.
"Ya angker lahhh, duit gue nanti habis. Otomatis dompet gue kosong gak ada penghuninya, kalo gak ada penghuninya ya angker dong," jelas Arkan absurd banget. Masak iya dompet bisa angker kalau gak ada uangnya?
Seketika tawa Jordy, Danil, dan Leon pecah. Mereka tidak tahan dengan ucapan Arkan yang sangat absurd ditambah dengan ekspresi wajah Arkan yang terlihat antara kesal, marah, pasrah, dan menyesal karena perjanjian yang telah dibuatnya sendiri.
"Emm.. maaf, ini jadinya gimana mas? Jadi dipesan apa enggak?" tanya mbak pelayan cafe tersebut. Sebenarnya jantung mbaknya tu dag dig dug dari tadi, karena dipanggil oleh idolanya.
Sontak pertanyaan tersebut membuat suasana menjadi hening, ketiga cogan yang awalnya ngakak tersebut sekarang diam. Jordy dan Danil menatap tajam ke arah Leon. Dan Arkan hanya bisa pasrah saja.
"Pesen aja, gue yang bayar," celetuk Raka tiba-tiba. Tentunya itu membuat keempat sahabatnya menatap ke arah Raka, dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Kenapa? Kalian kalo juga mau, pesan aja!" ucap Raka pada Danil dan Arkan.
"Asikkkk makan gratis, duit gue jadi aman nih," seru Arkan kegirangan.
__ADS_1
"Gue juga traktir ya!" pinta Jordy.
"Enak aja. Khusus elo gak usah, ini cafe kan punya lo sendiri," sahut Leon sewot. Sedangkan Jordy cuman cengengesan doang.
Kini mereka berlima memesan makanan berat. Tak butuh waktu lama, makanan yang mereka pesan sudah datang dan mereka pun segera melahap makanan tersebut. Walaupun pesanan mereka lumayan banyak, tetapi tidak butuh waktu lama untuk menunggunya, karena di cafe Jordy itu selain pelayanannya yang bagus, cafe tersebut juga merekrut chefs yang handal.
**Kamar Litha__
Litha merebahkan tubuhnya di atas kasurnya hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.
Ting...
Suara handphone yang sebelumnya dianggurkan di atas kasur Litha. Dengan segera Litha mengambil HP-nya dan dilayarnya terdapat notifikasi chat WhatsApp dari Beruang Kutub 🐨
Litha memutar bola matanya, "tumben," gumam Litha keheranan.
From: Beruang Kutub 🐨
Lagi ngapain?
Mau mandi. Tumben chat? Kamu lagi apa?
From: Beruang Kutub 🐨
Lagi gabut.
Sontak balasan chat dari Raka tersebut membuat Litha sedikit kesal. Ini adalah pertama kalinya Raka chat ke Litha, dengan isi chat yang tidak penting. Ehhh sekalinya chat ke pacarnya sendiri, karena doi lagi gabut? Kan nyebelin pake banget.
**Cafe The Perfect__
Hampir 4 menit Raka menunggu balasan chat dari kekasihnya itu. Apa Litha udah mandi? Tapi kok masih ada tulisannya, kalau Litha masih membuka aplikasi chatting tersebut?
To: Mine
__ADS_1
Chatnya gak dibales nih?
Iya, kalian gak salah baca kok. Raka memang menyimpan nomor Litha dengan memberi abjad MINE, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya yaitu milikku. Eak.. eak..
Litha tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia malah mengirimkan sebuah foto. Dimana foto tersebut adalah foto Litha yang baru saja diambil Litha, saat Raka tadi mengirim pesan tersebut.
Setelah membuka foto tersebut, Raka menarik kedua sudut bibirnya. Iya Raka lagi senyum, soalnya di foto itu Litha selfinya lagi masang ekspresi cemberut gitu. Dan menurut Raka, Litha jadi tambah kelihatan lucu dan gemesin kalau lagi cemberut.
Entah kenapa tiba-tiba Raka selfi lewat handphonenya? Padahal selama ini Raka tidak suka foto bahkan selfi. Di akun medsos nya aja kosong, Raka gak pernah upload fotonya sendiri atau membagikan info apa pun. Tapi followers nya Raka buanyak banget, gak kalah saing sama sahabatnya si selebgram bule, siapa lagi kalau bukan Jordy.
Sohibnya yang cogan-cogan itu pernah ngajakin Raka foto bareng, tapi selalu ditolak sama Raka. Ya sampai sekarang mereka gak pernah deh punya foto bareng sama Raka. Dulu Raka itu alergi banget sama foto dan selfi-selfi gitu, tapi sekarang kok selfi ya, apa lagi dengan menunjukkan ekspresi senyum lebar sampai matanya melengkung membentuk bulan sabit.
Keempat sahabatnya heran dengan Raka yang tiba-tiba senyum-senyum sendiri. Mereka berempat saling berbicara dengan bahasa mata, bola mata mereka saling melirik satu sama lainnya. Dengan segera Leon mengambil handphone yang berada di tangan Raka. Raka pastinya kaget dong...
"Kampr*t lu, balikin gak!" ucap Raka ngegas dengan mata yang melotot ke arah Leon, si pencuri HP.
"Ohhh jadi ini alesannya," Leon senyum-senyum jahil dan menaik turun kan kedua pasang aliasnya dengan bola mata yang menatap Raka.
"Apaan? Cepet ngomong, jangan bikin gue kepo," tanya Arkan penasaran.
"Lu pada mau tau gak? Seorang Raka abis selfi," jawab Leon cekikikan gak jelas.
"Hahhh..? Serius?" tanya Jordy yang sepertinya kurang percaya.
"Nihh," jelas Leon yang menunjukkan bukti lewat HP yang masih dipegangnya. Layar handphonenya memperlihatkan foto seorang pemuda tampan dengan senyuman lebar, pastinya itu foto Raka.
"Wih ganteng juga lo ternyata, pantesan cewek-cewek pada ngejar lo," ungkap Jordy kagum dengan ketampanan sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Raka Adelard Pangestu.
"Dihhh..!" Arkan menaikkan salah satu alisnya ke atas.
"Diem-diem ngeri juga lu," tambah Arkan sambil memasang ekspresi jijik dan sedikit takut kepada Jordy. Pastinya kalian tahu lahhh pemikiran absurd seorang Arkan.
"Wah parah lu, bisa diamuk massa lu," gurau Danil mendukung pemikiran absurd Arkan. Terkadang Danil juga bisa ngelucu, walaupun sedikit tapi masih mending lahhh dari pada Raka yang mirip kulkas berjalan, bahkan seperti orang mati rasa.
__ADS_1
"Horor lu. Bisa-bisa lo ditendang sama Litha dari sekolah," sahut Leon yang juga ikut-ikutan mendukung pemikiran absurd Arkan.
"Gue masih normal!!!" jelas Jordy dengan ekspresi datar.