Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Terima Beres


__ADS_3

Suasana mendadak hening, Raka dan Pak Gio hanya diam beradu pandang. Litha, Sarah dan Fika juga saling pandang, mereka merasa canggung dengan kondisi ini.


"Ee... Kak Raka kenapa ke sini? Mau jemput aku? Kenapa gak bilang dulu?" Suara Litha memecah kecanggungan.


"Bukan. Aku ke sini mau jemput Sarah," kehadiran Raka disini tak lain adalah atas perintah Umran yang meminta tolong untuk menjemput Sarah, karena Umran mendadak ada meeting penting di kantor.


"Terus aku?" Litha menyipitkan matanya, tentu saja tidak terima jika kekasihnya malah memilih menjemput sahabatnya dibanding dengan dirinya. Meskipun itu adalah perintah kakaknya tapi tetap saja Litha merasa dongkol.


"Saya antar sampai depan rumah kamu, mau?" Pak Gio segera menawarkan diri seolah tidak mengetahui hubungan antara Raka dan Litha.


"Terserah kamu. Mau ikut sekalian ayo, enggak juga gak papa. Fika kalau sekalian mau ikut juga gak masalah," Raka tersenyum tanpa ada rasa emosi untuk Pak Gio.


Litha mendengus kesal dengan sikap Raka yang tidak ada cemburunya sama sekali.


"Terimakasih Pak atas tawarannya. Tapi lebih baik saya ikut bersama Sarah yang dijemput oleh pacar saya sendiri," sindiran Litha membuat Raka tersenyum tipis.


Sedangkan Sarah dan Fika hanya garuk-garuk kepala melihat sikap Raka yang jauh dari kata cemburu.


Gadis itu memanyunkan bibirnya dengan membereskan buku-buku yang berserakan di atas meja tersebut. "Ayo!"


"Permisi Pak," Litha langsung melangkah tanpa menunggu Sarah dan Fika, apa lagi menunggu pacarnya yang menyebalkan itu? Ogah banget!


"Kita duluan ya Pak," Sarah dan Fika cepat-cepat menyusul Litha yang sudah pasti merajuk karena Sarah, atau lebih tepatnya cemburu dengan Sarah.


"Saya juga permisi," Raka sedikit menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat.


"Tunggu!" Pak Gio menahan Raka, ada yang ingin ditanyakan oleh guru tersebut.


Raka kembali membalikkan tubuhnya menatap Pak Gio. "Ada apa?"


"Apa Anda tahu bahwa saya telah lama menyuk..." Ucapan Pak Gio dipotong oleh Raka.


"Iya saya tahu," Raka segera menjawab karena sejujurnya ia benci jika guru itu mengungkapkan perasaannya dihadapan Raka.


Pak Gio tertawa ringan, "Lantas kenapa Anda masih berusaha bersikap sopan dengan saya?" Heran Pak Gio.


"Karena saya harus tetap menghormati seseorang yang lebih tua dari saya, terlepas dari perasaan Anda yang menyimpan perasaan lebih terhadap orang yang saya cintai," Raka tersenyum ramah.


"Cinta? Apa Anda benar-benar mencintai Litha?" Tanya Pak Gio dengan tawa meremehkan.

__ADS_1


"Jika Anda cinta, mengapa Anda tidak menunjukkan rasa kecemburuan Anda saat saya menunjukkan perhatian lebih kepada Litha?" Pak Gio sama halnya dengan Sarah dan Fika yang juga heran dengan tanggapan Raka yang berbeda dari pasangan pada umumnya yang akan cemburu jika ada laki-laki yang mendekati kekasihnya.


Raka tersenyum sinis sebelum menjawab. Sebisa mungkin Raka menahan dirinya. Jika saja guru itu bukan orang yang lebih tua dari dirinya dan bukan seorang guru, mungkin Pak Gio sudah terkapar di tanah karena tonjokan dari Raka.


"Jika Litha menerima dengan baik sikap perhatian dari Anda, maka Litha menjadi milik Anda. Tapi jika sebaliknya Litha akan tetap menjadi milik saya seumur hidup kami," Raka tersenyum melihat perubahan mimik wajah Pak Gio yang Raka yakini dia sedang menahan emosinya.


"Saya permisi Pak guru yang terhormat," Raka sedikit menundukkan kepalanya, setelah itu berlalu pergi.


Rahang Pak Gio mengeras, dia menonjok pohon dengan kekuatan dalam. Saking emosinya sampai tangannya berdarah karena terlalu kuat menonjok pohon mangga yang keras.


***


Raka masuk mobil dan sedikit terkejut mendapati Fika yang malah duduk di sampingnya. Sedangkan Litha dan Sarah duduk di belakang namun saling berjauhan seperti dua orang yang baru saja bertengkar.


"Iya mereka berantem gara-gara lo," Fika tahu apa yang ada dalam pikiran Raka.


Raka tidak menyahut, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan standar. Baru seperempat perjalanan Fika meminta diturunkan karena sudah membuat janji dengan Leon.


"Di depan cafe itu nanti turunin gue ya," ucap Fika dan diangguki oleh Raka.


Sebelum turun Fika menoleh ke belakang menatap sahabatnya yang masih saling menjaga jarak. "Jangan jambak-jambakan lagi...!"


"Hehe enggak bercanda. Cuma adu mulut doang kok," Fika memperlihatkan huruf V di jarinya, lalu segera turun dari pada dapet ceramah dari Raka.


"Ini gak ada yang mau pindah duduk ke depan?" Tanya Raka yang sebenarnya bukan pertanyaan, lebih tepatnya menyuruh.


"Nggak," jawab keduanya kompak. Mereka lalu saling tatap, kemudian memalingkan wajahnya lagi ke arah jendela mobil.


Raka tersenyum sambil menggeleng dengan tingkah mereka berdua. "Jangan kayak anak kecil!" Suara Raka tak dihiraukan oleh mereka.


Raka kembali menjalankan mobilnya, "Tha, nanti malem aku jemput ya, kita makan malam bersama keluarga," Raka melirik Litha melalui kaca spion di depan mobil.


"Tha," panggil Raka sekali lagi.


"Aku sibuk, tugas aku masih banyak," sahut Litha masih jutek.


"Cuma tugas yang tadi?" Tanya Raka serius. But lain telinga lain juga pemikiran, Litha beranggapan itu bukanlah sebuah pertanyaan.


'Cuma?' Litha melotot menatap Raka yang seakan-akan meremehkan kemampuan Litha yang tidak bisa cepat menyelesaikan tugas tadi.

__ADS_1


"Kenapa?" Raka mana paham dengan perempuan satu ini. Raka menepikan mobilnya dan menoleh ke belakang menatap Litha.


"Kamu kira otak aku komputer yang bisa nyelesain tugas tadi dalam waktu singkat? Kamu tau berapa tadi jumlah soalnya dan seberapa banyak jawabannya per satu soal? Nggak tau kan?" Cerocos Litha yang sukses membuat Raka jadi pusing sendiri karena tidak mengerti kemana arah pembicaraan Litha.


Sarah malah dibuat melongo mendengarkan ocehan Litha. Sarah menahan tawa melihat ekspresi Raka yang kebingungan. Iya, Sarah tau keduanya sudah terlibat masalah tentang kesalah pahaman.


Raka menatap Sarah yang cekikikan tanpa mengeluarkan suara.


"Tunggu deh Tha, gak bener nih kayaknya. Pertanyaan aku tadi jawabannya harusnya singkat, tapi kenapa jawaban kamu jadi panjang lebar?" Ungkap Raka.


Litha tersentak, dia melirik ke sampingnya melihat Sarah menyembunyikan wajahnya dengan tubuh bergetar seperti orang tertawa namun tidak mengeluarkan suara.


"Tadi Kak Raka nanya beneran?" Lirih Litha pelan karena malu sudah salah paham dengan Raka.


"Ya kali aku nanya bohongan?" Sahut Raka.


Litha garuk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal. "Iya Kak. Tugasnya tadi cuma itu doang, tapi jumlah soalnya ada seratus, dan jawabannya per satu soal lumayan bikin tangan pegel,"


"Maaf ya Kak aku gak bisa ikut dinner bareng keluarga. Aku mau ngerjain tugas aja biar cepat selesai, masalahnya tugasnya dikumpulin besok pagi," jelas Litha.


"Aku yang akan kerjain semua tugas kamu, besok pagi aku anter kamu ke sekolah dan kamu tinggal terima beres aja semua tugas itu. Tapi kamu harus ikut aku nanti malam," tutur Raka membuat Sarah membelalakkan matanya.


"Serius?" Kedua mata Litha berbinar dengan senyuman lebar.


"Apa aku pernah bohong?" Raka menjawab dengan pertanyaan.


Litha tidak menjawab. Bibir Litha semakin melengkung membentuk senyuman lebar sampai matanya menyipit membentuk bulan sabit. Litha berganti menatap Sarah, lidahnya terjulur keluar mengejek Sarah yang cemberut.


Sarah juga mau kali tugasnya dikerjain sama pacar sendiri, kan biar sosweet gitu hehe... Pokoknya Sarah nanti mau nyuruh Umran ngerjain tugasnya.


Litha pindah duduk di depan dan lanjut memeluk Raka. "Aku sayang Kak Raka," Litha tersenyum menyembunyikan wajahnya di dada bidang Raka yang juga membalas pelukan Litha serta tangannya mengelus rambut Litha.


"Nggak nanya!!!" Sahut Sarah jadi bete sendiri karena akan menjadi obat nyamuk mereka berdua.


"Nggak bilang ke situ," balas Litha masih memeluk Raka.


"Tapi kedengaran sampai ke sini," balas Sarah.


"Bodo amat,"Litha menongolkan kepalanya, dagunya bersandar di bahu Raka, lidahnya terjulur mengejek Sarah yang cemberut.

__ADS_1


Raka memang pandai mengobrak-abrik isi hati Litha. Yang tadinya dibuat kesal, sekarang dibuat bahagia. Mood Litha kembali membaik dalam waktu singkat.


__ADS_2