Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Dua Gosip


__ADS_3

Sudah seminggu Nick dirawat di rumah sakit Utama dan Dita juga sudah bekerja di sini sejak lima hari yang lalu. Semenjak di rawat belum ada satu pun orang yang menjenguk Nick, padahal besok dia sudah diperbolehkan pulang.


Namun malam ini lain dari biasanya, secara tiba-tiba The Perfect muncul bersama pasangannya masing-masing kecuali untuk Danil dan Jordy yang masih setia dengan kesendiriannya.


"Assalamualaikum," ucap Leon menyembul masuk.


Disana sudah ada Dita yang hari ini shift pagi, sehingga malamnya ia akan menginap disini menemani sang kekasih. The Perfect tidak terkejut karena sebelumnya sudah diberitahu mengenai hubungan mereka berdua dan jangan lupakan member baru The Perfect yang belum mereka jumpai.


Nick langsung bangun dan duduk bersila diatas banker. "Lucknut lo semua!" Seru Nick sangat emosi karena semua sahabatnya kompak baru menjenguknya setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.


"Kualat lo gak jawab salam, malah ngomong bahasa kasar," balas Fika yang ikut dalam rombongan mereka, hari ini Fika juga dapet shift pagi. So dia bisa ikut berkumpul dengan mereka.


"Astaghfirullah, tobat Uncle," tiba-tiba si kecil Pangeran menerobos masuk dan langsung duduk di sofa.


Yang lainnya langsung geleng-geleng kepala melihat Nick yang tidak ada adab sama sekali. "Astaghfirullah," ucap mereka semua berjamaah.


Dita tersenyum simpul, "Jawab dulu gih salamnya, tadi kan belum dijawab," ucap Dita kepada Nick.


"Emang tadi kamu udah jawab?" Tanya Nick balik, Dita mengangguk.


"Kapan?" Nick merasa tidak mendengar balasan salam dari Dita.


"Tadi, tapi aku jawabnya pelan," Dita tersenyum lebar memperlihatkan giginya.


Kemudian Nick membalas salam Leon, malam-malam yang sebelumnya sepi seperti kuburan kali ini berbeda karena kedatangan tamu sultan. Mereka membawa makanan yang begitu banyak mulai dari makanan ringan sampai makanan berat.


"Lo semua ke sini mau reuni apa jenguk gue sih?" Nick menatap sinis semua temannya yang asik makan sambil bercanda ria.


Tak lupa mereka juga mengajak Dita bergabung duduk bersama di sofa, sehingga jadilah Nick diacuhkan sendiri diatas bankernya.


"Reuni dong, jenguk orang tolol kayak lo gak ada untungnya. Racun tikus diminum? Mau bunuh diri lo?" Tutur Jordy.


"Kita baru ke sini karena baru ada waktu. Lo kan tau kita semua sibuk sama kerjaan masing-masing," sahut Danil yang tahu jika Nick masih kesal karena baru dijenguk.


"Nyindir gue lo?" Yahh namanya pengangguran kalau bahas masalah kesibukan pasti langsung baper.


"Baperan amat lu jadi bule!" Danil melempar kulit kacang tepat mengenai wajah Nick.


"Tunggu aja kalau gue berhasil bujuk Raka untuk kerjasama bareng perusahaan IT gue, terus kedepannya gue akan buat perusahaan entertainment. Dan gue bakal narik lo jadi aktor gue gimana pun caranya, siap-siap aja jadi boneka nya Nick," ucap Nick dengan entengnya, dia aja belum menjalankan perusahaan IT nya.


Boro-boro jadi CEO, Nick aja baru menjalankan pembangunan perusahaan IT nya, tinggal menunggu gedungnya jadi, dia akan segera disibukkan dengan urusan kantor sama seperti sahabatnya yang lain.


Danil tertawa dengan angan-angan Nick yang ingin menjadikan dirinya sebagai aktornya. Danil saja tidak mengikuti perusahaan manapun. Sejak awal kemunculannya di dunia entertainment Danil berdiri sendiri dengan kakinya tanpa bernaung dibawah kendali perusahaan manapun.

__ADS_1


Pintu terbuka menampilkan sosok dokter muda tampan yang masih memakai jas kerjanya.


"Sendirian aja? Litha mana?" Tanya Arkan mewakili rasa ingin tahu orang-orang yang ada disana.


"Dia shif malem hari ini," jawabnya seperti biasa dingin.


Raut wajah Sekar seketika menjadi kecewa. "Yahh padahal gue pengen ketemu Litha, udah lama banget gak ketemu," saat ini Sekar bekerja di salah satu perusahaan busana brand ternama di Indonesia menjadi desainer.


Fika mengernyitkan keningnya melihat Raka yang tidak melepas jas putihnya. "Kenapa jas nya gak dilepas. Bukannya lo hari ini udah bebas tugas ya Kak?" Tanya Fika membuat yang lain diam menunggu jawaban Dokter dingin itu.


"Buat pamer sama lo semua," jari telunjuk Raka menunjuk name tag didadanya yang bertuliskan Dr. dr. Raka Adelard P, Sp.B.(K).Onk.


Leon langsung melempar bantal sofa ke arah Raka yang langsung siap menangkapnya.


"Setinggi apapun ilmu dan jabatan yang kita punya kalau akhirnya merugikan banyak pihak buat apa?" Sahut Leon menatap sinis dokter yang hanya tersenyum miring sekilas. Dalam hati Raka bahagia melihat ada perubahan dalam diri Leon yang dulunya menjadi teman yang paling terkampr*t bagi The Perfect.


"Nih gue buka," Raka membuka jasnya dan melemparnya balik ke arah Leon yang juga langsung siap menangkapnya.


"Kemaren gue ada kasus dokter bedah malpraktek, setelah diperiksa penyidik ternyata dokter itu juga pengguna obat terlarang. Jadilah dokter itu terkena pasal berlapis," terang Leon mewanti-wanti sahabatnya agar selalu fokus saat melaksanakan pekerjaannya. Karena menjadi dokter adalah suatu tanggung jawab besar kepada pasiennya, apa lagi jika itu dokter bedah.


Prok prok prok


Mereka semua kompak bertepuk tangan untuk Leon.


"Uncle hebat!" Pangeran mengikuti Miminya memberikan jempol untuk Leon, yaa meskipun Eran tidak mengerti apa yang dibahas oleh para orang dewasa.


Umran tersenyum mengusap kepala buah hatinya.


Fika tersenyum mengingat dulu ia memarahi Leon yang belum lulus-lulus juga, padahal saat itu Jordy yang seangkatan dengan Leon sudah lulus dengan tepat waktu. Leon sengaja merahasiakan pendidikannya dengan The Perfect dan Fika agar memberikan surprise untuk semuanya. Setelah lulus Sarjana Hukum, Leon lanjut pendidikan untuk menjadi seorang pengacara.


"Padahal kan yang jadi pengacara bokap gue, dan bokap lo jadi pengusaha. Kok bidang kerja kita jadi ketuker gitu ya?" Jordy garuk-garuk kepalanya. Jordy meneruskan usaha kulinernya yang semakin maju, cafe nya kini sudah menambah cabang di luar kota seluruh penjuru Indonesia.


Sementara disisi lain kelompok koas Litha terbagi menjadi dua untuk melakukan tugas mengecek pasien rawat inap. Kali ini Litha hanya berdua bersama Nara akan menuju bagian ruangan VVIP, sedangkan sisanya ada tiga orang yang melakukan tugasnya dibagian ruangan kelas standar.


"Gue tu agak gimana gitu kalau masuk ruang VVIP," ujar Nara dengan tangannya membawa data beberapa pasien yang dirawat di ruangan berkelas tersebut.


"Emang kenapa?" Tanya Litha sambil bersiap-siap dengan alat tensi darah. Memang tugasnya saat malam harus berjaga seperti seorang perawat, namanya juga masih belajar jadi calon dokter, jadi ya harus gitu dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu.


"Kebanyakan orang kaya, jadi pengen kaya juga," sahut Nara sembari membaca data pasien.


Litha menempelkan jari telunjuknya dibibir Nara."Shttt gak boleh iri, rezeki udah ada yang atur,"


"Iya. Bisa kuliah kedokteran aja kita udah bersyukur banget ya kan Tha?" Nara mengira jika Litha berasal dari keluarga biasa yang sama seperti dirinya.

__ADS_1


"Nick?" Mata Nara terbelalak menyadari jika salah satu pasien VVIP yang akan mereka kunjungi adalah sahabat dari direktur di rumah sakit ini.


"NIK?" Heran Litha.


Nara menggelengkan kepalanya. "Bukan itu. Nick, anggota The Perfect, dia sahabatnya dokter Raka yang katanya gak sengaja minum racun tikus," jelas Nara yang aktif mengikuti gosip anak koas yang lain.


Litha menahan tawanya mengingat tingkah konyol manusia gila itu.


"Tau nggak Tha? Katanya Nick itu pacarnya Dokter Dita. Dokter baru spesialis Dalam yang ditempatin di departemen Unit Medis sama kayak Dokter Aldi," jelas Nara.


Nara kesal karena tidak mendapat tanggapan dari Litha. "Lo masih inget Dokter Aldi kan? Dokter yang jadi penanggung jawab peserta koas," ujar Nara mengingatkan Litha, siapa tau aja temannya ini mendadak amnesia.


Litha mengangguk. "Inget kok, emang kenapa?"


"Gosip-gosipnya Dokter Aldi deket sama Dokter Dita, yaa tau sendiri lah gimana cantiknya seorang Dokter Dita yang lulusan dari luar negeri," sahut Nara kembali semangat karena Litha mau diajak bergosip dengannya.


Entah kenapa tiba-tiba Litha jadi tertarik dengan ucapan Nara. "Terus-terus? Kok gue gak tau gosip itu?"


"Elo sih kalo istirahat gak ikut makan bareng anak-anak yang lain, jadi ketinggalan gosip kan," sahut Nara.


Litha nyengir lebar. Dia tidak ikut makan bersama dengan temannya karena Raka selalu mengajaknya makan bersama di ruangan pribadinya, dimana lagi kalau bukan di ruang kepala rumah sakit.


Di situlah ruang yang paling aman karena ruangan itu berada dipojok atas jauh dari jangkauan para tenaga medis yang berlalu lalang. Sehingga jika ada keperluan mendesak mereka akan lebih memilih menghubungi melalui telepon dibanding harus berjalan jarak jauh.


"Eh terusin lagi dong yang tadi?" Jiwa kekepoan Litha meronta-ronta.


"Jadi tu ada dua gosip tentang Dokter baru itu, katanya Dokter Dita sama Dokter Aldi deket gitu kayak punya hubungan lain diluar kerjaan. Tapi ada yang bilang juga kalau Dokter Dita pacar dari salah satu The Perfect,"


"Yaa kan Dokter Aldi sama Dokter Dita kerja di departemen yang sama otomatis mereka deket dong," ucap Litha berpikir positif tidak ingin menjelek-jelekkan sahabat barunya.


"Kalau ada shift malem kadang-kadang Dokter Dita sering nyolong waktu masuk ke Unit Rawat Inap, seharusnya dia kan tetep stay di Unit Medis. Mungkin nih ya Dokter Dita ke Unit Rawat Inap karena jengukin pacarnya itu yang masih dirawat disini,"


"Mungkin dia nyari berkas pasien atau apa gitu," sahut Litha membela Dita.


"Ya elah Tha dia kan ditempatin di Unit Medis, otomatis semua data pasiennya ada di departemen depan dong. Bagian belakang mah udah ada dokternya sendiri," terang Nara membuat Litha nyengir kuda tanpa membatah. Kali ini dia tidak bisa membela Dita.


"Ekhem," Dokter Ken tiba-tiba muncul dibelakang dua anak koas itu.


Litha dan Nara dibuat mati kutu oleh dokter muda tersebut. Lagi-lagi dokter pembimbing mereka adalah Dokter Ken.


"Jangan kebanyakan gosip, kalian disini untuk belajar bukan bergosip!" Tegas Ken dengan aura seriusnya yang akan sangat beda jauh jika pemuda itu sudah bertemu dengan Raka.


"Maaf Dok," ucap keduanya dengan menunduk.

__ADS_1


__ADS_2