
"Sorry-sorry, gak sengaja. Sini gue bantu," Litha menarik lengan Arkan, masih diselingi tawa juga karena mengingat adegan lucu dalam film.
Brak...
Semua orang terkejut, langsung menoleh ke arah sumber suara yang tak lain disebabkan oleh tangan Raka yang menggebrak meja dengan kuat.
Litha melihat tatapan tajam Raka mengarah pada... Nick? Sejak kapan Nick ada disini? Pkir Litha dan Arkan. Suasana mendadak jadi tegang, begitu pula dengan Nick yang baru merasakan ketegangan setelah ia tadi santai-santai saja.
"Ada apa sih?" Arkan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia menatap satu persatu temannya yang hanya diam, hanya hembusan nafas panjang yang Arkan dapat dari Jordy.
"K.. kenapa lo?" Gugup Nick.
"E... Sorry deh, kalo gue ada salah kata. Eee tu cewek bukan cewek bayaran kalian?" Tanya Nick sembari menunjuk Litha dengan dagunya.
"Cukup," Raka menatap tajam Nick.
Ah.. sekarang Arkan tahu permasalahannya, dia tahu bagaimana Nick yang sukanya ceplas-ceplos, asal bicara tanpa berpikir terlebih dahulu adalah kebiasaan pemuda blasteran tersebut.
"Bayaran?" Litha beranjak dari duduknya dan mendekati Nick.
Plak...
Litha menampar pipi Nick dengan keras, membuat semuanya terkejut. Wanita bayaran? Litha tidak suka harga dirinya direndahkan macam itu, meskipun hanya sebuah perkataan. Dia tidak suka dituduh yang tidak-tidak, tuduhannya sebagai wanita bayaran, seakan-akan menganggap Litha adalah orang paling menjijikkan disini.
Nick menatap Litha kembali, setelah sebelumnya wajahnya menghadap ke samping karena tamparan keras dari Litha. Nick tersenyum sinis, tangannya mencengkram dagu Litha dengan kuat. Dia tidak terima atas perlakuan gadis cantik ini, Litha adalah gadis pertama yang berani menamparnya.
"Lo berani sama gue? Jangan pikir karena lo cewek, gue gak akan bales perbuatan lo," ujar Nick masih mencengkram dagu Litha.
"Cukup Nick!" Teriak Raka. Lalu melepaskannya tangan Nick dari dagu Litha, dan segera melakukan penyerangan terhadap Nick karena Raka sudah kehilangan kesabaran.
Nick mencoba menyerang Raka balik, tapi Raka terlalu kuat baginya. Nick juga tahu Raka sangat jago bela diri, sehingga percuma saja ia mencoba melawan, pergerakannya sudah dikunci oleh Raka.
"Dia cewek gue," bugh.. bugh.. Raka menonjok wajah Nick yang masih memiliki bekas luka karena tonjokannya tadi siang. Dua tonjokan terakhir dan sudah, Raka menyudahinya, dia masih sadar bahwa Nick ialah sahabatnya.
Glek... Nick tertegun menatap Raka.
"Dia adek gue," Umran menatap tajam Nick.
__ADS_1
Glek... Belum hilang rasa shok nya, Umran sudah menambahinya.
"Mampus gue," gumam Nick dengan tatapan kosong.
"Lebih seru ini dari pada adegan action tadi," celetuk Arkan yang mendapat hadiah lemparan bantal dari Jordy.
"Aduh," pekik Arkan karena sasaran Jordy tepat mengenai wajah ganteng Arkan.
"Rasain," ketus Jordy. Litha memutar bola matanya malas melihat ulah manusia konyol itu.
"G.. gue minta maaf," sahut Nick menatap Raka dan Umran bergantian.
"Jangan minta maaf ke kita. Semua tergantung adek gue, kalo dia belum maafin lo, kita juga gak akan maafin lo. Kata-kata lo nyakitin kita," jelas Umran menjeda kalimatnya.
"Lo bahkan tau, gimana sayangnya gue sama dia," tambah Umran mengingat dirinya pernah bercerita tentang bagaimana dirinya sangat menyayangi adiknya saat Litha masih SMP, sedangkan Umran dan Nick sudah SMA.
Nick masih mengingat itu, Nick berganti menatap Raka. Dia juga tahu bagaimana Raka yang begitu menyayangi orang terdekatnya, termasuk sahabatnya. Yah meskipun Raka bersikap dingin dan tidak pernah menunjukkan secara langsung kepada para sahabatnya.
Nick menatap Litha yang juga menatapnya dengan datar. Pemuda blasteran itu menghelai nafasnya sebelum berkata. "Gue minta ma..." Ucap Nick terpotong.
Nick masih mencerna perkataan Litha. "Kesalahan-kesalahan?" Gumam Nick masih terdengar oleh mereka yang ada di sana.
"Lo nyaris CIUM adek gue. Lo gak inget tadi siang mabuk?" Ujar Umran dengan penekanan pada kata cium.
Nick tertegun menatap Umran dan Raka. Dia mencoba mengingat-ingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu.
Deg
Nick ingat, dia mengira tadi hanyalah sebuah mimpi. Nick bermimpi bertemu orang yang dia cintai yang pernah ia ceritakan kepada Raka tadi siang.
"Kalo sampe tadi kena, gue pastiin lo masuk IGD," ucap Raka membuyarkan lamunan Nick, kemudian Nick menelan salivanya susah payah. Sedangkan yang lainnya menertawai Nick yang menunjukkan tampang bodohnya.
Umran mendekat kepada Nick, tanpa aba-aba Umran langsung menonjok wajah Nick. Bugh
Satu, yaps hanya satu tonjokan, tapi mampu membuat keseimbangan tubuh Nick hilang sampai ia terjatuh ke lantai. Nick masih duduk dilantai dengan menatap Umran datar, dia tidak marah, Nick tahu dia salah.
"Selamat bro... Hari ini muka blasteran lo beralih fungsi yang biasanya lo gunain untuk tebar pesona ke cewek-cewek, sekarang malah jadi samsak tinju Raka," Arkan meledek Nick yang masih terduduk dilantai dengan tangan mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
__ADS_1
***
Dua hari berlalu, Nick dan Litha sudah berdamai. Litha sudah memaafkan Nick sepenuhnya, baginya tidak ada untungnya menyimpan dendam kepada seseorang.
"Beres?" tanya Raka seraya duduk di sofa kamar Nick.
"Beres," sahut Nick santai.
"Aman?" Raka memastikan apakah file di ponselnya yang berada didalam telepon seluler bisa dipertahankan atau hilang.
"Pasti," ucap Nick dengan nada membanggakan diri sendiri.
Raka membuka handphone yang telah diperbaiki Nick. Dia mencari video yang dimaksud Mark beberapa hari yang lalu.
Nick mengamati wajah Raka yang terlihat sangat serius. Dia heran apa yang membuat Raka seserius ini? Padahal Nick tahu jika masalahnya menyangkut urusan kantor saja, Raka tidak sampai seserius ini.
"Lihat apa sih? Serius banget," sahut Nick dengan mendekat duduk disamping Raka.
Nick melotot tidak percaya, kenapa ada wajah wanita yang ia cintai di ponsel Raka yang ia perbaiki kemarin lusa?
"Cantik?" gumam Nick masih tetap terdengar oleh telinga Raka.
Raka menoleh dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Namanya Cantik, cewek yang gue taksir. Dia alesan gue untuk ke Indonesia," jelas Nick membuat Raka terkejut. Bukan karena nama, tapi Raka terkejut karena Nick mencintai wanita seperti Via.
Cantik yang dimaksud Nick adalah Via. Masih ingat nama panjang Via? Noviana Cantika Geraldy. Nick memang lebih suka memanggil Via dengan nama Cantik, karena baginya Via adalah satu-satunya perempuan yang cantik.
Raka tersenyum miring, "Dia ngenalin diri sebagai Via. Lo tau? Dengan senang hati dia nerima perjodohan kita berdua," Menurut Raka lebih baik berkata jujur dari awal, sepandai-pandainya kita menutupi bangkai pasti akan tercium juga.
"What!" Pekik Nick sangat amat terkejut.
Nick tahu Via memang masih belum menerima cintanya untuk sepenuhnya. Tapi Via selalu bersikap manja kepada Nick seolah-olah Nick adalah kekasihnya. Dan itu membuat Nick merasa jika Via juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Tidak ada status diantara keduanya, tetapi mereka cukup dekat, bahkan selama di Indo mereka juga saling berkabar, hanya saja belum bertemu karena Via selalu beralasan sibuk.
Author dikeroyok tugas sekolah, ngeroyoknya rame-rame pula😵 So maklumin aja ya kalau up nya jarang-jarang dan hanya sedikit.
Terimakasih support nya 😊
__ADS_1