Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Nimbrung


__ADS_3

"Kenapa lo belain dia? Harusnya lo belain gue. Lo kan satu kelas sama gue, jadi elo tau gimana sikap gue aslinya kan," ujar Dita meminta pembelaan pada ketua kelasnya sekaligus ketua OSIS di sekolahnya.


Selama ini Dita memang berpura-pura bersikap baik hati dan ramah saat berada dihadapan Raka, karena tujuannya adalah memikat hati Raka. Agar Raka juga suka terhadap Dita, jadi cintanya Dita terbalaskan deh... Tetapi sampai sekarang pun usahanya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Raka sama sekali tidak tertarik dengan Dita.


"Jangan sampai tangan kotor lo nyentuh pacar gue," ucap Raka tegas.


"Apaaa???" teriak Dita dan Tania secara bersamaan. Mereka itu yaa, gak lihat-lihat situasi, padahal di ruangan itu kan masih ada banyak guru, tapi masih aja teriak-teriak.


Dita dan Tania kaget bukan main, mereka tidak menyangka bahwa Raka dan Litha sudah sedekat itu? Pastinya Dita syok banget sih.. Selama 5 tahun Dita sudah melakukan berbagai upaya untuk menaklukkan hati sedingin es batu itu, namun usahanya sama sekali tidak membuahkan hasil! Dita sudah mengenal Raka sejak dirinya masuk SMP, disaat itulah Dita mulai menyukai Raka yang good looking banget.


**Kelas XI MIPA 2__


Disisi lain gosip tentang Dita dan Tania sudah mulai menyebar ke seluruh sekolahan. Walaupun Dita dan Tania belum melaksanakan hukumnya itu, tetapi sudah ada beberapa murid yang mendengar jika Dita membully seseorang, walaupun mereka belum mengetahui pasti tentang kejadian pembullyan itu.


"Salah alamat pak?" tanya Jordy pada Leon. Karena tiba-tiba Leon menghampiri gerombolan tiga cogan yang lagi ngerumpi mungkin? Tetapi belum mengucapkan sepatah kata pun, Leon sudah disambut dengan perkataan yang kurang enak didengar.


"Mau ngungsi di sini lo? Kena musibah apa kelas lo? Kebanjiran?" tanya Arkan pada Leon. Sungguh pertanyaan yang nyeleneh, mana mungkin sekolah elit kayak gini bisa kebanjiran.


"Walaupun ini jam kosong, lo harus tetep di kelas lo sendiri," perintah Danil pada... ya Leon lah siapa lagi kalau bukan dia.


"Bener tu, lo pikir ini sekolah punya nenek moyang lo. Seenak jidatnya aja lo main nyelonong masuk ke kelas orang lain, balik sono ke habitat lo," ujar Jordy.


"Lo semua temen apa musuh sih? Gini amat nasib gue, punya temen tapi kayak gak punya temen," ujar Leon dengan menunjukkan ekspresi sedih yang sangat lebay, dasar drama queen. Ehh maksudnya drama king wkwk...

__ADS_1


"Lebay," ketus Danil cuek.


"Napa lo tiba-tiba ke sini?" tanya Arkan.


Leon duduk di bangku samping Arkan, ya walaupun tanpa dipersilahkan duduk oleh penghuni kelasnya.


"Kalian tau gosip terupdate gak tentang Dita? Katanya dia kemaren baru buat ulah. Dia buat masalah sama anak kelas 10, kalo gak salah namanya Litha. Litha yang gue tau sih, cuman Litha yang pernah main ke basecamp kita. Tapi masak Litha di bully sama Dita. Kira-kira mereka punya masala..." ucap Leon puanjang banget. Itu Leon ngomongnya belum selesai karena terpotong oleh Arkan.


"Ehhh kadal! Gue nanya tujuan lo ke sini tu apa? Bukannya dijawab malah ngegosip, lo pikir kita emak-emak kompleks yang doyan gosip receh kayak gitu?" selah Arkan gak terima dong.


Tadi aja Leon minta diladenin sama temen-temennya. Giliran udah ditanya baik-baik sama Arkan, tapi bukannya dijawab bener, Leon nya malah ngajak ngegosip.


"Ya ini gue mau jawab, gue mau cerita dari awal kenapa gue nyamperin lo pada," jawab Leon.


Jangan heran, kenapa Jordy lebih tahu duluan dari pada Leon. Selain karena dia yang paling update diantara anggota The Perfect yang lainnya, Jordy itu baru-baru ini dijuluki selebgram oleh murid lainnya. Soalnya Jordy punya followers banyak banget dan sering mainin Instagram. Jadi Jordy jadi tambah update tentang berita-berita terbaru deh...


"Iye-iye... Tadi pak ketos ikut-ikutan ke ruang BK, jadi gue sendirian di kelas. Lagi pula tadi kulkas berjalan sempet bilang ke gue, kalo hari ini jam pelajaran semuanya kosong. Karena semua guru pada ikut sidang masalah si Dita nohhh, eh tapi ini jangan dibocorin ke anak-anak yang lain, soalnya cuman gue doang yang dikasih tau sama Raka," ujar Leon panjang lebar.


"Raka yang ngasih tau ke elo, apa elo yang nanya?" tanya Danil dengan ekspresi datar.


Sebenarnya itu bukanlah 100% sebuah pertanyaan, karena Danil, Jordy, dan Arkan pun sudah mengetahui jawabannya. Ya pastinya Leon yang kepo lahh, selain dia playboy, ternyata dia juga Raja kepo. Leon sih menanggapinya dengan cuek, dia lagi nyengir tu sekarang, sampai gigi putihnya kelihatan.


"Raka ngapain ke sana? Mau ikut sidang juga?" tanya Jordy sangat penasaran.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Jordy menanyakan hal tersebut, pasalnya Raka itu tipe manusia yang sangat cuek. Raka tidak akan mempedulikan masalah apa pun yang tidak ada kaitannya dengan orang terdekatnya.


"Bisa jadi, dia kan ketua OSIS," jawab Leon, asal ngomong aja.


"Apa hubungannya ketua OSIS sama masalahnya Dita ke Litha?" sahut Danil.


"Ohh iya juga ya.. hehe, terus pak ketos ngapain dong ikut-ikutan para guru yang lagi pada asik nimbrung?" Leon menyadarkan kepalanya di telapak tangannya sendiri, dengan menekuk siku tangan kanannya di atas meja, serta bola matanya menatap ke atas.


"Nimbrung-nimbrung pala pea*g," ucap Arkan ngegas. Ya gitu yang ngegas, jelas-jelas lagi ada masalah ya gak mungkin dong para guru malah asik nimbrung.


"Tapi kok sampai semua guru ikut sidang ya? Kira-kira Dita buat ulah sebesar apa sih sama Litha?" tanya Leon, tetapi Danil dan Jordy tidak menjawabnya, ya itu mah karena mereka gak tau.


Tapi kalau Arkan?? Dia memang sudah tahu semua masalahnya. Tetapi Raka memperingatkan Arkan, agar tidak membocorkan masalah Dita terhadap Litha ke semua orang, bahkan dengan anggota The Perfect sekalipun. Ya walaupun Arkan belum mengetahui alasan Dita mengunci Litha di toilet kemari.


Raka itu sebenarnya malu dengan dirinya sendiri, karena dirinya menjadi salah satu penyebab kejadian kemarin. Dita membully seseorang hanya karena cintanya tak pernah terbalaskan oleh Raka, saat Raka mengetahui hal itu dari Litha, Raka merasa sangat bersalah kepada Litha.


"Wahai para cogan-cogan ku, mengapa kalian tidak menjawab pertanyaan dari saya yang lebih cogan dari kalian bertiga," ucap Leon dengan nada seperti di drama kolosal-kolosal, tu kan kumat lagi deh lebay nya.


**Ruang BK__


"Jadi elo yang ngasih hukuman itu ke gue?" tanya Dita pada Litha.


"Murni dari gue sendiri, tanpa ada campur tangan orang lain," jawab Litha tegas.

__ADS_1


__ADS_2