Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Menang Banyak


__ADS_3

"Hai Litha," sapa seseorang yang baru datang dan langsung duduk tepat disamping Litha.


Tangan Fika melambai meminta Jordy mencondongkan tubuhnya. "Ini nih yang harus lo judesin, bukan Kak Aldi," Fika berbisik kepada Jordy.


Tatapan Jordy tajam melihat seniornya yang terkenal suka menggoda gadis-gadis cantik di kampus ini. Jordy akui seniornya ini memang lumayan tampan, dan seleranya juga tinggi karena matanya sangat jeli memilih wanita-wanita cantik yang menjadi incarannya.


"Hai Kak," Litha sedikit menggeser posisi duduknya agar tidak bersentuhan dengan buaya darat yang setiap hari memberikan bunga mawar untuknya, tapi tidak untuk kemarin, entah kemana dia dan mengapa sebabnya? Litha tidak perduli.


"Sorry ya Tha kemarin gue gak ngasih lo bunga kayak biasanya. Soalnya kemarin gue mendadak demam jadi gue izin gak masuk kelas," tutur pemuda itu yang satu angkatan dengan Aldi.


"Hari ini gue gak cuma bawa bunga. Gue juga bawa uang jajan buat lo," satu tangannya memegang setangkai bunga mawar, satu tangannya lagi memegang segepok uang berwarna merah.


"Hah?" Litha, Sekar dan Fika melotot melihat itu. Kalau Fika melototnya lebih ke arah kagum gitu. Emang si Fika kalau udah lihat duit matanya langsung ijo.


Jordy dan Aldi saling pandang, tidak habis pikir dengan tingkah buaya darat itu.


"Ambil dong Litha sayang...!" Suara pemuda itu dibuat selembut mungkin.


Lima orang disana yang mendengarnya sampai ingin muntah. Alay, lebay, sok iye, yaa begitulah intinya.


"Sorry Kak, gue masih punya uang. Mending lo kasih uang ini ke orang diluaran sana yang lebih membutuhkan," Litha tersenyum dipaksakan.


Tatapan pemuda buaya darat itu baru menyadari kehadiran Aldi ditengah-tengah mereka. "Lhoh, lo ngapain di sini Di? Jangan bilang lo naksir calon pacar gue,"


"Calon pacar?" Aldi menahan tawa dan itu membuat buaya darat tersebut emosi.


Dia langsung menggenggam tangan Litha dengan erat. "Litha, lo mau kan jadi pacar gue. Please...!!!" Raut wajah pemuda itu memelas memohon kepada Litha yang terkejut dengan perlakuannya.


Brak...


Jordy yang tidak tahan akhirnya mengeluarkan taringnya. Semua yang berada di kantin terlonjak kaget dengan suara tangan yang menggebrak meja tersebut, mereka semua melihat ke arah sumber suara yang menghebohkan satu kantin.


"Cukup!!!" Teriak Jordy dengan tatapan mematikan. Jordy menarik kerah baju pemuda itu.


"Gue gak mau cafe gue di keroyok anak geng motor, anggota TNI AD, dan para mantan mafia. Jadi mending lo jauh-jauh dari mereka bertiga, terutama Litha kalau masih mau hidup lu aman," ujar Jordy pelan agar tidak didengar oleh orang lain yang kini menonton mereka berdua.


"Lo tau The Perfect?" Jordy menyeringai penuh makna.


Pemuda tersebut mengangguk dengan senyum meremehkan. "Gue tau Sekar pacar dari salah satu anggota lo, walaupun gue gak tau siapa dia. Saat itu gue cuma pengen ngetes Sekar aja," Pemuda tersebut diam-diam telah menyelidiki Sekar saat dulu mencoba mendekati Sekar.

__ADS_1


Tidak ada yang tahu seperti apa rupa wajah kekasih dari member The Perfect, sekalipun itu Sarah yang sudah sah menjadi istri Umran. The Perfect sengaja menyembunyikan identitas dan wajah mereka dari media karena tidak ingin pasangannya menjadi bulan-bulanan netizen yang sangat mengidolakan The Perfect.


"Oh... Jadi cuma ngetes doang? Dulu waktu lo deketin Sekar, kita masih nahan diri. Tapi karena lo udah berani terang-terangan ngremehin kita, The Perfect. Dan lo dengan beraninya jadiin Sekar sebagai bahan uji? Sekaligus berani nembak Litha didepan gue, kesabaran gue habis bro!" Jordy langsung melayangkan pukulan di wajah pemuda itu, hingga ia terjatuh ke tanah.


"Jordy...!" Litha berteriak karena tidak menyukai cara kekerasan.


Pemuda tersebut bangkit dan hendak memukul Jordy, namun sebelum itu Jordy sudah dulu menahan gempalan tangan pemuda itu.


"Sebelum nonjok gue, lihat dulu pemberitaan tentang perusahaan keluarga lo," Jordy tersenyum lebar, ia mematikan sambungan teleponnya dengan Raka.


Pemuda tersebut membuka handphonenya, matanya terbuka lebar membaca berita jika perusahaan keluarganya bangkrut karena secara tiba-tiba ada perusahaan besar yang mengambil investasinya kembali dari perusahaan keluarganya. Tidak hanya itu, para pengusaha yang lain juga mendadak menarik saham mereka kembali.


"Mungkin kalau lo gak bahas tentang Sekar, perusahaan keluarga lo masih aman," Jordy tersenyum sinis menarik tiga gadis cantik untuk meninggalkan tempat ini.


Darah Raka langsung naik ketika mendengar seseorang merendahkan martabat seorang wanita. Raka sangat membenci laki-laki yang tidak menghargai seorang perempuan.


"Kalau dia marah dan coba balas dendam sama kita gimana?" Tanya Litha.


Jordy tersenyum lebar, saking lebarnya matanya sampai sipit membentuk bulan sabit. "Nggak akan,"


Jordy begitu bangga dengan dirinya sendiri yang saat ini ditatap oleh setiap orang yang dirinya lewati di koridor kampus. Selebgram bule itu sudah mirip seperti playboy kelas atas yang merangkul tiga gadis sekaligus, terlebih lagi tiga gadis itu cantik-cantik.


"Karena dia cuma anak manja yang mengandalkan harta keluarga untuk kelihatan lebih unggul dari teman-temannya," sahut Jordy dengan senyum yang tak pudar sedari tadi.


"Ikh... Sempit tauk. Ini kenapa harus pake rangkul-rangkulan segala sih?" Gerutu Fika yang berada ditengah kesempitan antara Jordy dan Sekar.


Sedangkan Litha berada disisi kanan Jordy tanpa rasa sempit seperti yang dirasakan Fika dan Sekar, tapi lebih ngenes lagi Fika karena dipaksa Jordy jalan lurus walaupun tubuhnya menyerong. Taulah alasan apa? Apa lagi kalau bukan agar tangan Jordy dapat merangkul pundak Sekar.


"Biar kalian aman," ucap Jordy berdusta.


Padahal alasannya hanya untuk kepentingan pribadinya saja. Hari ini Jordy menang banyak, bukan hanya bisa mempermalukan si playboy buaya darat itu, tapi Jordy juga bisa pamer dengan seluruh mahasiswa kampus jika dirinya bisa bersanding dengan tiga gadis cantik sekaligus.


Litha mendongak menatap sinis Jordy.


"Apa?" Jordy menaikkan alisnya.


"Fokus aja sama langkah lo Tha. Jangan lihatin gue terus, gue tahu gue emang gak kalah ganteng dari suami lo," Jordy mengedipkan sebelah matanya membuat Litha jijik.


Langkah Jordy dan tiga gadis dirangkulnya berhenti setelah melihat tiga pemuda tinggi didepannya.

__ADS_1


"Mampus lu," Nick tertawa lepas melihat ekspresi Jordy yang awalnya sumringah, tapi setelah melihat kedatangannya bersama Raka dan Leon ekspresinya langsung suram.


Jordy menelan ludahnya susah payah melihat tatapan tajam dari mantan leader geng motor dan mantan leader mafia. Perlahan Jordy melepaskan rangkulannya dari tiga gadis cantik disamping kanan kirinya.


Leon menunjukkan jari tengahnya tepat didepan muka Jordy.


"Cari mati lo!" ucap Raka melangkah satu langkah ke depan.


Jordy langsung berlari kencang diikuti oleh Raka dan Leon.


Nick sudah tertawa terpingkal-pingkal bersama tiga gadis cantik tersebut. Nick tertawa sambil merangkul pundak mereka bertiga seperti apa yang tadi dilakukan oleh Jordy.


"Apaan sih?" Mereka bertiga kompak tidak ingin berdekatan dengan Nick.


Nick langsung menghentikan tawanya. "Lahhh... Apa bedanya gue sama Jordy? Kita sama-sama wajah blasteran?"


"Beda!" Seru mereka bertiga. Mereka mau dirangkul Jordy karena selebgram narsis itu telah menyelamatkan Litha dan menyelamatkan harga diri Sekar dari buaya darat itu.


"Lahh... Itu kan dapet bantuan dari Raka juga, kalau gak ada Raka mana bisa Jordy ngelawan sendiri?" Sahut Nick masih usaha agar mereka bertiga tidak membela Jordy.


"Dari Kak Raka yang disalurkan melalui Jordy," Fika menjulurkan lidahnya.


"Bukannya seharusnya lo sama Leon ada di luar negeri?" Heran Litha.


"Tadi siang sebenarnya kita udah sampai bandara. Biasa ada job dadakan," Nick tersenyum lebar dengan alis yang naik turun.


Sekar memutar bola matanya jengah. Pasti mereka diundang di acara gosip lagi, tapi tidak dengan Arkan yang tidak boleh meninggalkan asrama.


"Kenapa Kak Raka juga ikut ke kampus? Dia mau ikut kalian ngegosip?" Tanya Litha.


"Bukan ngegosip, tapi mereka yang akan jadi bahan gosip emak-emak diluar sana," sahut Fika.


"Akhirnya setelah gue paksa dengan segala cara, dia mau menjadi bahan gosip emak-emak kompleks dan cewek-cewek cantik plus seksi diluaran sana," ucap Nick sambil membayangkan gadis-gadis cantik dan seksi yang mengidolakannya.


"Katanya udah punya pacar!' sindir Litha.


"Kalau pacar itu buat kenyamanan hati dan kecocokan pikiran, alias sefrekuensi. Kalau buat nyegerin mata itu beda lagi," ucap Nick dengan santainya melenggang pergi ingin melihat nasib malang macam apa yang menimpa sahabatnya si selebgram bule.


***

__ADS_1


Holla semuanya, terimakasih yang telah memberikan dukungan untuk karya ini. Oke setelah ini kita lanjut ke masalah riang yang lain.


__ADS_2