
"Dihhh!!! Ya ngizinin Fika lah, lo pikir gue mau berurusan sama tuh guru killer," jelas Sarah sewot.
Sejak pertama kali masuk ruang BK gara-gara Dita, Sarah jadi parno kalau ketemu guru BK. Ya bisa dibilang trauma sih, gimana gak trauma? Hari pertama masuk sekolah SMA aja udah dapat masalah sampai orang tuanya harus dipanggil, otomatis ortunya Sarah jadi ikut kena masalah juga dong.
"Udah gue izinin," jawab Litha singkat.
"Hahhh?" Sarah kebingungan, perasaan Litha dari tadi di sini gak kemana-mana?
"Lewat HP, gurunya udah gue chat," jelas Litha.
"Behhh... Bener kata orang kalo anak sultan mah bebas," ujar Sarah kagum.
"Hhh gak gitu juga kali," sahut Litha dengan tawa-nya.
"Ya gitu lahhh, mana ada yang berani chatan sama guru BK selain anak pemilik sekolah ini. Apa lagi buat urusan izin itu lebih sopannya langsung bukan online gitu," ujar Sarah.
"Bodo amat mau sopan mau enggak, gue lagi mager banget nih," ucap Litha tidak peduli. Sepertinya Litha sangat kelelahan setelah berurusan dengan BK karena mengurus masalahnya Dita yang dari kemarin belum tuntas, hingga menguras pikiran dan emosi Litha. Sampai akhirnya Litha lebih memilih untuk memaafkan Dita agar masalahnya cepat selesai dan Litha tidak mau lagi berurusan dengan Dita.
**Rumah Keluarga Nagara__
"Ehh mbok Inah udah pulang dari kampung ya..?" tanya Litha basa-basi, yang baru saja pulang dari sekolah. Kan mbok Inah udah kerja lagi di rumahnya Litha, ya berarti mbok Inah udah pulang dari kampung halamannya dong.
"Iya non. Wah non Litha katanya udah punya pacar ya? Kok gak cerita-cerita ke e-mbok sih non?" mbok Inah sudah mendengar kabar tersebut dari nyonya Larissa dan den Umran.
"Hehe... Kapan-kapan kalo Raka kesini, nanti Litha kenalin deh..." ucap Litha sambil senyam-senyum malu. Dan ucapan tersebut pun diangguki oleh mbok Inah.
**Cafe The Perfect__
__ADS_1
Di sisi lain, setelah pulang sekolah The Perfect sedang berkumpul di cafe milik Jordy yang cukup populer. Suasana siang ini sangat ramai, mayoritas pengunjungnya itu kaum hawa remaja. Mungkin karena kedatangan pemilik cafe tersebut dan tentunya diikuti oleh keempat sahabatnya yang cogan banget.
Jangan ditanya bagaimana nasib pelayan di cafenya? Pastinya kuwalahan ke sana ke sini bolak-balik menulis pesanan, kemudian mengantarkan pesanan makanan. Tetapi pelayan di cafe Jordy juga pada happy, terutama para perempuan karena mereka bisa melihat idolanya. Iya mereka itu pada ngefans sama The Perfect, terutama sama leader nya yang bernama Raka.
"Kayaknya kita harus sering-sering ngumpul di cafe gue," ujar Jordy memulai pembicaraan. Karena dari awal tadi mereka berlima sibuk dengan handphonenya masing-masing, sambil sesekali mereka meminum minuman dan memakan cemilan yang sudah dipesan. Mereka belum memesan makanan berat.
Leon dan Arkan terlihat sangat fokus, tegang, dan serius pada handphone yang berisi game onlinenya masing-masing. Mereka berdua sedang bergelut serta bertarung di kehidupan game onlinenya.
Sedangkan Danil, dia menonton video musik. Mungkin Danil butuh referensi untuk penampilan manggung kedepannya wkwk. Kalau Jordy, dia tadi habis scroll beranda di Instagram nya. Biasalah dia kan selebgram bule, Jordy habis bikin instastory kalau The Perfect lagi ngumpul di cafe miliknya. Itu salah satu cara Jordy, buat narik pelanggan mampir ke cafenya yang nge-hits parah.
Kalau Raka? Matanya terus menatap ke arah layar handphone yang ada di tangannya. Bukan untuk bermain game, menonton video musik atau sekedar berlalu lalang di beranda media sosial. Raka terlihat sangat tenang dan santai tetapi tetap fokus, Raka itu sedang sibuk mengerjakan sesuatu. Lewat handphonenya lahhh, Raka dapat menyelesaikan pekerjaannya dan dapat memantau perkembangan salah satu cabang perusahaan keluarganya.
"Untung di elo, kita yang buntung. Bisa-bisa duit gue habis kalo nongkrong di sini terus," ketus Leon yang masih berperang di kehidupan game bersama Arkan.
"Buntung apanya? Bukannya lo happy di sini, lihat noh banyak cewek-cewek cantik," sahut Jordy yang lagi happy banget. Tentunya itu disebabkan oleh keramaian cafe miliknya.
"Bullshit," ucap Jordy ketus, pastinya Jordy tidak percaya dengan ucapan Leon. Jordy kembali memainkan handphonenya, ya lebih tepatnya sih kembali buka media sosial miliknya.
"Yahhh yahhh kampr*t," ungkap Arkan kesal, karena game yang dimainkan itu kalah dari Leon.
"Uwhhh... yeee gue menang. Sesuai perjanjian, lo traktir gue," ujar Leon kegirangan.
Sebelum bergelut dan berperang di dunia game, Arkan telah membuat perjanjian. Dimana yang kalah nantinya akan membayar makanan apa pun yang dipesan oleh si pemenang di cafe Jordy ini. Kata Arkan sih, biar lebih seru dan pastinya menantang. Dan perjanjian tersebut pun disetujui oleh pihak lawan, yang tak lain dan tak bukan adalah Leon si playboy cap kadal. Eh akhirnya malah Arkan yang kalah dan Leon yang menang 😝
"Ck.. sial, " Arkan berdecak kesal dan menatap Leon dengan penuh ***** ingin menerkam Leon yang saat ini malah meledek Arkan.
Leon memasang ekspresi konyol di hadapan Arkan, dengan tujuan Arkan semakin kesal. Tetapi ekspresi konyol tersebut malah membuat para kaum hawa yang melihatnya menjadi kagum dengan ciptaan Allah SWT yang sangat menyegarkan mata.
__ADS_1
Masang ekspresi konyol aja ganteng, apa lagi kalau senyum.. ye kan? Tapi tujuan utamanya Leon tetap berhasil kok, buktinya saja mukanya Arkan sudah memerah. Bukan karena malu atau salting, tapi karena menahan amarahnya yang sudah meluap-luap.
"Ya ampun lihat kak Leon deh, gantengnya!"
"Iya ya! Walaupun ekspresi wajahnya konyol gitu, tapi tetep kelihatan ganteng,"
"Iya ganteng, gak kalah sama kak Arkan dan kak Raka,"
"Ehh tapi kak Arkan kok kelihatan marah gitu ya?"
"Itu ekspresi marah ya? Tapi kok kak Arkan tetep kelihatan ganteng ya?"
"Udah deh, emang kalo udah ganteng mah mau masang ekspresi apa pun tetep ganteng,"
"Ya ampun kak Raka cool dan ganteng banget sih, gue kan jadi betah lama-lama di sini,"
"The Perfect itu emang ganteng, gue sama sekali gak nyesel buat dateng ke sini,"
Itulah ocehan wanita-wanita yang memang sengaja datang ke cafe The Perfect karena ingin melihat anggota The Perfect dan yang paling utama ya leader nya dong.
"Mbak...!" panggil Leon pada pelayan di cafe tersebut. Dengan segera, pelayan yang merasa di panggil Leon pun menghampiri meja makan mereka.
Karena Leon sudah sangat hafal dengan menu makanan dan minuman di cafe ini, jadi tanpa melihat menu makanan dan minuman, Leon sudah memikirkan makanan dan minuman yang akan dipesannya.
"Mbak pesan steak, spaghetti carbonara, burger, pizza sama chicken nugget juga boleh deh. Minumnya air mineral sama jus jeruk. Buat cemilannya kentang goreng aja deh..." ucap Leon puanjang lebar.
"Habis nih duit gue," gumam Arkan lirih, tetapi masih dapat didengar oleh telinga Jordy dan Leon.
__ADS_1