Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Keras Kepala


__ADS_3

"Kemaren siang sebelum gue pulang, gak sengaja ketemu sama bunda di depan pintu," jawab Raka.


"Kok gue gak tau?" tanya Litha sangat penasaran, bagaimana mungkin dia tidak tahu hal tersebut. Ya emang sih rumahnya itu luas banget, jarak antara kamar Litha dengan pintu depan itu lumayan bikin kaki pegal, kalau yang baru pertama kali main ke rumahnya.


"Bukannya lo main video game di kamar, dan gak mau diganggu," ujar Raka. Kemarin itu setelah Raka menghabiskan minumannya, Litha memaksa Raka agar segera pulang. Karena Litha ingin bermain game sendirian di kamarnya, tanpa ada pengganggu. Dasar pacar apaan tuh? Baru pacaran aja, udah diusir! Kok Raka bisa suka sama Litha yang punya kelakuan gak beradab gitu sih...


"Oh... Waktu itu ya? Hehehehe," sekarang aja malah ketawa, kayak orang gak punya dosa.


"Emm lo bilang ke bunda soal kita yang tiba-tiba pacaran?" tanya Litha lagiii.. karena tadi Raka belum sempat mejawabnya.


"Iya," ya ampun, cuek banget sih, masak jawabannya cuman gitu. Gak mau ngasih penjelasan apa gituuu? Kan Litha jadi kepo lagi.


"Apaaa..?" teriak Litha. Litha itu sangat malu jika bundanya mengetahui bahwa dia memiliki pacar, tetapi dengan proses yang tidak lazim, apa lagi ini adalah pacar Litha yang pertama kali.


Litha yang memberikan satu permintaan apapun ke Raka, dan Raka meminta Litha agar menjadi kekasihnya. Berarti secara tidak langsung Raka memaksa Litha agar menjadi kekasihnya. Ya walaupun sebenarnya Litha tahu, kalau Raka tidak sepenuhnya memaksa dirinya untuk menjadi kekasihnya waktu itu.


Sepertinya Raka memahami makna dari teriakan tersebut, "Gue cuman bilang kita pacaran," ucap Raka.


"Bener? Lo gak bilang yang aneh-aneh kan, Kayak yang lo bilang ke bang Umran?" Litha ingin memastikan dengan memperjelas kata-katanya, bahwa ucapan Raka itu benar seperti yang ada dipikirannya.

__ADS_1


"Bener," jawab Raka cuek. Ya pastinya bener dong, Raka itu hanya mengatakan kalau dia adalah kekasihnya Litha. Raka tidak sebodoh itu lahhh, masak mau menceritakan proses jadiannya dengan Litha yang sangat tidak lazim, dihadapan calon mertuanya sendiri.


***


"Stop! Gue turun di sini aja," perintah Litha. Padahal sebentar lagi mau sampai sekolahan, tapi kok minta turun di jalan?


"Kenapa?" tanya Raka yang masih mengendarai mobil sport hitamnya.


"Gue gak mau jadi bahan bulan-bulanannya fans lo," jawab Litha.


"Kalo ada yang berani macem-macem sama lo, bilang ke gue," ujar Raka. Tentunya jika Raka turun tangan, maka tidak ada yang berani berbuat yang tidak-tidak terhadap Litha. Selain Raka yang menjabat sebagai ketua OSIS, dia juga sangat dihormati dan disegani oleh para siswa dan siswi di sekolahan ini. Ya pastinya disegani dong, Raka itu kan bigbos!!!


Dibalik sifatnya yang sedingin es batu itu, ternyata Raka juga memiliki sisi lain yang sadis. Lalu bagaimana nasib para siswi yang pastinya akan menjadikan Litha sebagai bahan bulan-bulanannya, setelah mengetahui hubungan antara Litha dan Raka?


Apakah Raka juga akan bersikap sadis pada mereka? Apakah Raka akan mengeluarkan mereka dari sekolahan ini? Atau bahkan setelah dikeluarkan dari sekolah ini, Raka akan menyuruh sekolah lain, agar tidak menerima mereka di sekolah tersebut?


Begitulah isi hati seorang Litha Kusuma Jaya Nagara.


**Parkiran sekolah__

__ADS_1


Sontak saat mobil sport hitam itu diparkiran, seluruh pasang mata melihat ke arah mobil Raka. Mereka menunggu idolanya keluar dari mobil mewah itu, namun mereka sangat terkejut setelah melihat seorang wanita keluar dari mobil Raka, yang tak lain ialah Litha.


Litha hanya menanggapinya dengan santai dan bodo amat, toh juga sebelumnya dia pernah menjadi bahan gosip selama satu semester. Ya itu pun karena ulah Dita, yang mungkin lagi gabut banget.


Awalnya Litha tidak ingin hubungannya dengan ketua OSIS nya itu, diketahui oleh semua orang. Tetapi Raka tidak ingin menutupi hal itu, karena Raka berfikir kalau berpacaran dengan Litha itu bukan sebuah aib kan, yang harus ditutup-tutupi. Untuk hal ini, sepertinya Litha lebih memilih mengalah, dan tidak mau banyak debat dengan kekasihnya. Perlahan Litha mulai mengetahui sisi lain dari kekasihnya, yang ternyata juga sedikit keras kepala.


Untung selama ini Raka bersifat keras kepala untuk kebaikannya dan kebaikan orang-orang terdekatnya juga. Raka tidak ingin menutupi hubungannya dengan Litha, tetapi juga tidak ingin koar-koar memberitahukan hal tersebut, biar semuanya berjalan dengan sendirinya.


Raka tidak mau jika suatu saat nanti ada salah paham diantara dirinya dengan Litha. Pasalnya Raka itu cowok terpopuler dan terganteng di sekolahannya, jadi setiap gerak-geriknya pasti akan selalu dipantau oleh siswi yang mengidolakannya. Dan tentu kedepannya akan banyak gosip receh yang berkaitan dengan Raka, entah tentang apa pun, pasti bisa dibuat gosip oleh para fansnya. Seperti kejadian saat Dita memberikan minuman untuk Raka, saat Raka mendapat hukuman membersihkan jendela, karena terlambat masuk sekolah.


Maklum aja guys gelarnya aja ketua OSIS yang selalu meraih juara umum di sekolahnya dan terlahir dari keluarga orang kaya, keluarga Adelard yang terpandang dan terhormat, yang sangat disegani banyak orang. Apa lagi , Raka itu good looking banget dan cool banget, pastinya banyak cewek-cewek yang tertarik sama gosip tentang Raka, ya walaupun receh yang penting gosipnya berkaitan dengan Raka.


Raka sudah berfikir sejauh itu, agar hubungannya dengan Litha tetap langgeng. Tetapi sepertinya Litha belum memahami tujuan dan maksud dari sikap Raka kali ini yang keras kepala.


***


Sepanjang perjalanan menuju kelas dari parkiran itu, Litha selalu mendapat tatapan tajam dari sepasang mata siswi-siswi lainnya. Karena ternyata dari tadi Raka mengekori Litha sampai tepat didepan pintu kelasnya Litha. Dan saat didepan pintu kelasnya pun, masih banyak siswi yang melihat Raka sedang berbincang-bincang dengan Litha. Pastinya siswi yang iri itu, ingin mendengarkan apa yang dibicarakan Raka dengan Litha.


Kalau Raka sih sudah biasa jadi pusat perhatian seperti itu, tetapi Litha? Dia belum terbiasa, lama-kelamaan nanti juga terbiasa sendiri.

__ADS_1


Emang dulu, setiap gerak-geriknya Litha selalu jadi bahan gosip satu sekolahan. Tapi gak sampai jadi pusat perhatian kayak gini, yang terang-terangan menatap Litha dengan tatapan tajam, siswi-siswi itu seperti macan yang sedang kelaparan saja.


__ADS_2