Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Kemana Raka?


__ADS_3

"Kepo," jawab Litha singkat.


"Orang tadi kita kesini cuman ada elo doang. Gak ada kak Raka dari tadi," jelas Fika yang memang apa adanya begitu.


'Kok kak Raka pergi gak bilang-bilang sih? Gue juga gak nyadar kalo dia udah gak disini. Kapan jalannya? Apa kak Raka bisa ngilang kayak pesulap? Atau jangan-jangan kak Raka bisa terbang melayang?' batin Litha sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dan matanya juga melotot mengarah ke depan, tetapi pikirannya ngelantur kemana-mana.


Emang gak bisa dipungkiri kalau Litha itu selain kelakuannya yang lumayan absurd, ternyata pikirannya jauh lebih absurd. Wkwk...


***


Bel istirahat berbunyi nyaring, semua murid berhamburan keluar kelas. Sarah dan Fika sempat mengajak Litha untuk ke kantin, tapi Litha menolak, katanya ada urusan penting.


Padahal asilnya mah gak penting-penting amat, Litha mau menemui Raka di kelasnya. Litha mau nanyain kenapa tadi Raka pergi tapi gak pamit dulu ke Litha. Dari tadi Litha tu gak konsen terhadap pembelajaran yang diterangkan oleh guru.


Pikirannya masih mengingat-ingat kejadian tadi pagi, Raka yang awalnya ngeselin plus cuek tiba-tiba jadi sweet gitu. Walaupun hanya mengeluarkan tiga kata dari bibirnya yang berwarna merah alami untuk seorang laki-laki, tapi suara nadanya dan senyumnya mampu menghipnotis siapa pun yang melihat dan mendengar penuturan manisnya.


"Yakin nih gak mau ke kantin?" tanya Fika pada Litha.


"Gue ada urusan penting," jawab Litha.


"Urusan apaan sih? Bukannya kerjaan lo cuman baca-baca buku di perpus? Belajar terus tapi tetep aja kalah saing sama pacarnya," ledek Sarah terkekeh.


"Nyebelin lo," ketus Litha.


"Ngambek lo? Tapi realitanya emang gitu kan?" ledek Sarah lagi.


"Hm," Litha berdeham singkat.


"Eh Sar sorry ya gue ga jadi ikut ke kantin bareng lo, gue juga ada urusan," ujar Fika pada Sarah. Setelah Fika mengecek handphonenya, ternyata ada sebuah notifikasi chat dari seseorang.


"Urusan apaan sih? kok kalian bisa kompak gini, tiba-tiba ada urusan," tanya Sarah menyelidik.


"Ada deh..." jawab Litha dan Fika kompak, lalu tertawa.


"Dih.. sok sibuk banget. Awas ya.. kalian kalo sampe mau ngerjain gue!" ancam Sarah pada kedua sahabatnya.


"PD banget lu. Orang gue tu mau ketemu seseorang," ungkap Fika yang berhasil membuat penyakit kepo Sarah menjadi kumat.


"Siapa? Cowok apa cewek? Gue ikut dong!" pinta Sarah dengan menunjukkan puppy face nya.


Tetapi tentu saja puppy face yang Sarah perlihatkan tidak berpengaruh terhadap Fika. Justru Litha dan Fika malah menjadi jijik melihatnya wkwk... Karena itu bukanlah Sarah yang dikenalnya. Sarah itu kan agak-agak tomboy dan Sarah biasanya paling gak suka kalo mukanya dimelas-melasin ala-ala imut gitu.

__ADS_1


"Mau muntah gue," gurau Litha dengan menggembungkan kedua pipinya lalu menutup mulutnya dengan tangannya.


"Tiba-tiba perut gue malah langsung mules," gurau Fika mendukung Litha. Kemudian kedua gadis cantik itu tertawa, sedangkan Sarah memanyunkan bibirnya.


***


Saat ini Litha sedang berada di depan kelas XI MIPA 1, Litha mengira bahwa Raka ada di sini. Tadi Litha sempat menghubungi Raka, tetapi tak ada jawaban dari pemilik handphonenya.


"Ngapain lo di sini? Ini bukan tempat lo," ujar seorang siswi dengan nada tinggi. Jika kalian menebak itu adalah Dita, maka tebakan kalian benar.


"Gue udah gak mau punya urusan sama lo, jadi lo jangan ganggu gue!!!" tegas Litha.


"Serah gue lah... Orang lo yang nyamperin gue," ucap Dita dengan senyum devil.


"PD banget lo," ketus Litha.


"Eh.. bentar, kak Raka ada di dalem nggak?" tanya Litha pada seorang siswa yang melewati pintu kelas tersebut.


Laki-laki yang terlihat cupu itu hanya terdiam, dia mengamati wajah cantik milik Litha. Sungguh cantik memang, pantas saja banyak kaum adam yang mengagumi sosok gadis cantik seperti Litha, walaupun mengagumi secara diam. Pikir siswa tersebut.


Ya iyalah diam, mereka gak mau bernasib buruk kalau berurusan sama Raka Adelard Pangestu. Seorang pemuda yang sangat tampan yang kini berstatus sebagai kekasih dari anak pemilik sekolah ini.


Meskipun siswa itu tidak mempunyai mata empat, alias memakai kacamata. Tetapi dari penampilannya yang mengancingkan baju seragamnya sampai ujung atas, itu sudah menunjukkan bahwa siswa itu memang cupu. Ditambah lagi dengan perilakunya yang kalau berbicara seperti orang takut, takut kalau ada salah kata.


"Gimana sih katanya pacaran, tapi kok gak tau tentang pacarnya sendiri. Jangan-jangan lo udah putus? Atau... Selama ini lo emang gak pacaran sama Raka, emang dasar lo nya aja yang ngaku-ngaku jadi pacarnya Raka. Dasar centil," ujar Dita panjang lebar.


"Mulut lo tu ya!!" Litha sangat geram dengan ucapan Dita yang seenaknya saja.


Sedangkan cowok yang ditanyai Litha masih menatap Litha. Litha sendiri baru menyadari hal itu ketika pandangannya tak sengaja melihat cowok tadi.


"Eh lo kenapa?" tanya Litha yang sukses membuat cowok tadi terkejut.


"E.. enggak, gpp kok," jawab cowok itu. Dia agak takut kalau sampai Litha memergokinya, bahwa dirinya sedang menikmati keindahan wajah Litha yang memang sangat cantik.


"Kak Raka ada di dalem kelasnya nggak?" tanya Litha lagi pada cowok itu. Sedangkan Dita sudah mulai cekikikan ga jelas.


"Nggak tau," jawabnya.


"Lhoh.. kok nggak tau sih? Bukannya lo abis dari dalem kelas?" tanya Litha.


"Iya gue emang dari dalem kelas. Tapi sekarang, ini bukan kelasnya Raka lagi," ungkap cowok itu.

__ADS_1


Sedangkan Dita yang sedari tadi menyimak, dia sudah tertawa sejadi-jadinya. Bahkan hal tersebut sampai membuat murid lainnya mengerumuni mereka bertiga.


Pastinya mereka tertarik melihat bagaimana sikap Litha dan Dita saat bertemu. Mengingat Dita dulu pernah mencari masalah dengan Litha, juniornya dari kelas 10 yang tak lain adalah anak pemilik sekolah ini.


"Maksudnya?" tanya Litha menyelidik.


"Maksudnya Raka tuh udah gak belajar di kelas ini lagi. Katanya pacaran, tapi kok gak tau apa-apa tentang Raka sih?" ucap Dita sengaja dibuat-buat.


Karena banyak murid yang melihat kejadian itu, ralat banyak siswi, mereka adalah para kaum hawa yang pastinya tidak menyukai hubungan Raka dan Litha. Dita sengaja memancing para netizen supaya mereka membuat asumsi sendiri, yang buruk pastinya tentang Litha.


Litha juga tahu maksud dari tujuan Dita tersebut. Tetapi apa boleh buat memang kenyataannya seperti itu, Litha tidak mengetahui apa-apa tentang Raka.


Tadi pagi Raka hanya mengucapkan kata-kata singkat. Bahkan awalnya sangat menyebalkan bagi Litha, lalu akhirnya mengeluarkan kata-kata yang sweet. Tapi lagi-lagi Raka membuat Litha sangat kesal, bisa-bisanya Litha tidak mengetahui apapun tentang Raka.


Oke niat Dita menambah gosip yang tidak-tidak tentang Litha berhasil. Kini semua siswi yang ada di tempat itu saling berbincang dengan temannya.


"Kayaknya mereka udah putus,"


"Atau tu cewek cuman ngaku-ngaku jadi pacarnya Raka,"


"Mungkin kali ya,"


"Tapi anak pemilik sekolah masak sukanya ngaku-ngaku gitu sih?"


"Atau pelet nya tu bocah udah gak ngaruh ke Raka,"


"Mungkin Raka udah sadar,"


"Iya udah gak khilaf, udah sadar kalau tu anak kecil bukan yang terbaik untuknya,"


"Berarti kita masih ada kesempatan buat dapetin hatinya Raka,"


"Kalau pun Raka udah ada pacar gue tetep mau usaha deketin dia, sebelum janur kuning melengkung Raka belom ada yang punya,"


"Setuju,"


Begitulah sindiran para siswi yang tidak menyukai hubungan antara Raka dan Litha.


Untung aja Litha bukan tipe manusia yang terlalu memikirkan omongan orang lain tentang dirinya. Yups Litha tidak memperdulikan celotehan siswi-siswi dari kelas 11 itu.


Kira-kira Raka kemana? Tunggu jawabannya di next episodnya!!!

__ADS_1


Salam Hangat dari Author untuk para readers ❤️


__ADS_2