Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Tidak Romantis


__ADS_3

Tentunya ucapan yang tiba-tiba dilontarkan oleh Raka itu, membuat Litha terkejut, ralat sangat sangat terkejut. Seketika jantung Litha yang awalnya masih normal, langsung berubah. Detak jantungnya menjadi lebih kencang dari biasanya.


"Lo... nggak lagi sakit kan..?" tanya Litha penuh dengan rasa penasaran dan keraguan. Sambil menempelkan tangan kanannya ke dahi Raka, setelah itu pindah ke dahinya Litha sendiri. Litha sedang mengetes apakah Raka sedang demam atau tidak.


Bagaimana mungkin pria sedingin salju ini, yang hampir mirip dengan beruang kutub, yang berhabitat di Kutub Utara. Bisa memiliki sebuah rasa yang disebut cinta? Apalagi dia sedang menyukai gadis yang biasa-biasa saja, seperti Litha yang tidak menonjolkan keistimewaan apapun. Toh... juga Raka selalu dikelilingi banyak perempuan yang lebih cantik dan seksi dari pada Litha. Apa mungkin Raka hanya ingin mempermainkan Litha yang polosnya kelewat batas itu? Itulah yang ada didalam pikiran gadis yang ternyata dapat menaklukkan hati yang sedingin es batu, seperti Raka.


Tetapi bagi Raka, Litha bukan perempuan biasa, yang seperti didalam pikiran Litha sendiri. Raka itu menganggap Litha sebagai wanita yang sangat istimewa, unik, dan langka. Tentunya 75% pria, akan lebih tertarik dan menyukai wanita yang memiliki kepribadian hampir mirip seperti Litha.


Litha itu istimewa, karena dia baik hati. Litha memiliki hati yang cantik, begitu pula dengan paras wajahnya yang juga cantik.


Litha itu unik, karena dia rendah hati. Buktinya saja dia menyembunyikan identitas aslinya yang berasal dari keluarga terpandang dan terhormat, dan lebih memilih untuk berpenampilan sederhana.


Litha itu langka, karena sebelumnya Raka tidak pernah menemukan gadis yang memiliki karakter seperti Litha. Banyak perempuan diluar sana yang menginginkan Raka sebagai kekasihnya. Ralat hampir semua kaum hawa yang melihat ketampanan Raka, pasti akan tertarik pada Raka.


Tetapi Litha malah seolah-olah tidak menginginkan Raka sebagai kekasihnya. Ya... walaupun ada kemungkinan, jika Litha berkata lain didalam hati kecilnya. Hanya Litha sendiri dan Allah SWT yang mengetahuinya.


"Gue minta lo jadi pacar gue!" perintah Raka, dengan suara khasnya yang dingin dan datar.

__ADS_1


Aneh bukan? Masak iya... mau nembak cewek, tapi masih dengan nada bicara yang sangat khas dan melekat pada pendiriannya, dingin dan datar.


Jangan heran! Raka itu memang bukan tipe cowok yang romantis. Apalagi sebelumnya Raka tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada perempuan mana pun. Ya... karena hanya gadis bernama Litha sajalah, yang mampu menaklukkan dan melelehkan hati sedingin es batu itu.


Tentunya Litha sangat terkejut atas permintaan yang sangat nyeleneh dari beruang kutub itu.


"Apaa.... Gi*a lo ya..? Wah... Kayaknya bener lagi sakit lu, kalo lagi sakit mending di rumah aja," ujar Litha sangat sangat terkejut. Litha tidak menyangka Raka akan meminta sesuatu yang sangat sulit untuk dilaksanakan olehnya.


"Gue masih waras," ucap Raka dengan santainya. Padahal dia baru aja, buat anak orang jadi hampir pingsan karena jantungan. Tentu alasannya, karena ucapan Raka yang tiba-tiba menyatakan perasaannya dan akhirnya menembak Litha, dengan nada khasnya yang dingin dan datar.


"Parah ya.. ini tu cuacanya lagi panas, lo malah bikin emosi gue, nambah-nambahin makin panas tauk..." gerutu Litha.


"Gue kan tadi barusan bilang, jangan minta aneh-aneh! Ini itu permintaan yang sangat sangat berat, kemaren lo bilangnya cuman berat doang," ujar Litha yang tidak setuju atas permintaan yang diajukan Raka.


"Jadi menurut lo, punya pacar seorang ketua OSIS itu sangat sangat berat?" tanya Raka.


'Masak tadi, dia beneran nembak gue? Tapi kok gak ada romantis-romantisnya banget ya..? Kalo di drakor yang sering ditonton sama Fika. Itu yang cowok waktu adegan mau nembak cewek yang disukainya, perasaan romantis banget,' batin Litha.

__ADS_1


"Ini ceritanya, lo lagi maksa gue?" tanya balik Litha. Seharusnya kan Litha itu menjawab pertanyaan dari Raka, dengan jawaban iya atau enggak. Tapi kok Litha malah balik nanya? Hadehhh... dasar Litha.


Sebenarnya Litha tidak menjawab pertanyaan itu, karena Litha sendiri juga bingung dengan perasaannya dan pikirannya, karena pikirannya saat ini sedang kacau. Antara Litha masih ragu dengan perasaan Raka, atau... Litha ragu dengan perasaannya sendiri? Litha takut jika dirinya sendiri lahh yang nantinya akan menyakiti hati Raka.


"Iya gue maksa lo. Litha Kusuma Jaya Nagara, gue maksa lo jadi pacar gue! Karena gue serius suka sama lo," ujar Raka yang mempertegas bahwa apa, yang diucapkannya adalah sebuah keseriusan, bukan sekedar bahan candaan.


Sebenarnya tadi didalam hatinya, Raka ingin mengucapkan kalau dia sayang dan cinta terhadap Litha. Tetapi Raka masih sedikit malu untuk mengakui perasaannya itu dihadapan Litha, yang sebenarnya memang sangat menyayangi Litha. Alasannya? Karena Raka ragu, dia takut kalau Litha benar-benar menolak permintaannya, yang menginginkan Litha menjadi kekasihnya.


"Se... Serius.. san?" tanya Litha yang masih tidak percaya.


'Sejak kapan ni beruang kutub suka sama gue? Apa dia jadiin permintaannya ini sebagai kesempatan, buat balas dendam sama gue? Buat nyakitin perasaan gue? Karena emang dari awal, dia mau mainin hati gue? Punya dendam apa coba, sama gue? Perasaan gue gak pernah aneh-aneh sama ni manusia dingin.' Itulah yang ada didalam pikiran gadis yang sangat parno jika dengan manusia es batu ini, yang sepertinya masih dianggapnya seperti orang asing, ya.. walaupun sedikit.


Padahal mereka sudah sangat sering bertemu, bahkan pernah pulang bersama. Maklum saja, karena sebelumnya Litha tidak pernah dekat dengan seorang pria. Apalagi pria yang menjadi calon pacarnya ini, memiliki sifat dan sikap sedingin es batu.


"Sebelumnya gue gak pernah seserius ini sama orang lain. Gak ada niatan didalam hati gue, sedikit pun buat nyakitin lo. Apalagi sampe mainin hati lo," ucap Raka, masih dengan nada dinginnya, yang tanpa intonasi apalagi ekspresi.


Ini adalah pertama kalinya Raka berbicara seperti rumus volume balok, yang panjang kali lebar kali tinggi. Mungkin para sahabatnya, yang tak lain adalah anggota The Perfect, akan sangat terkejut. Karena mendengar ucapan Raka tadi, kepada Litha.

__ADS_1


Raka itu seperti peramal saja, masak dia sering mengetahui isi hati dan isi pikiran dari Litha. Dan kini pikiran dan hatinya Litha, sedang sangat kacau. Litha bingung, harus bersikap seperti apa kepada Raka? Apakah Litha harus mengikuti perintah Raka, yang menginginkan Litha sebagai pacarnya?


Litha sangat terkejut dengan ucapan yang baru saja dilontarkan dari mulut Raka. Litha hanya diam seribu bahasa, dia menatap wajah tampan Raka, yang saat ini memang terlihat serius.


__ADS_2