
"Enggak lahhh.. hhhhh," tuh kan Litha ketawa lagi. Ya wajar aja sih kalau Litha sangat sulit untuk mempercayai hal tersebut. Soalnya selain absurd, Umran itu juga suka pamer sama kelebihan yang dimilikinya. Masak untuk kali ini, Umran yang jago bela diri gak pamer sama kelebihannya itu ke adiknya? Pastinya Litha tidak akan mempercayainya dong.
"Litha jangan ketawa, nanti Leon diabetes," ucap Leon sambil tersenyum lebar, seakan-akan tidak punya beban yang berat dalam hidupnya. Ya emang sih Leon gak punya beban, kan Leon yang jadi beban di keluarganya wkwk.
Dasar Leon si playboy cap kadal itu, sukanya ngegombalin Litha terus. Padahal gombalannya itu gak akan mempan di Litha, kan di hatinya Litha cuman ada beruang kutub kesayangannya.
"Kena bogem gue mau?" ancam Umran pada Leon. Umran gak terima kalau adek kesayangannya digombalin sama cowok playboy cap kadal kayak si Leon.
Leon pun berdecit ngeri, "Pisss Ran, cinta damai," jawab Leon sambil mengangkat kedua tangannya serta menunjukkan lambang perdamaian. Dengan menekuk ketiga jarinya, yang berdiri hanya jari telunjuk dan jari tengahnya saja.
"Umran emang pernah ngajarin bela diri. Masih gak percaya?" selah Raka sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah Litha. Dan netranya yang hitam itu selalu berpusat pada wajah cantik dari gadis yang kini berstatus sebagai pacarnya.
"Pe.. per.. caya kok," jawab Litha gugup. Jantung Litha berdebar-debar tu karena beruang kutub-nya mendekat ke arahnya, yang sedari tadi masih setia duduk manis di atas jok motor sport tersebut.
Litha sekarang percaya jika Umran memang jago bela diri dan dulu pernah mengajarkan ilmunya tersebut kepada kekasihnya. Terbukti dari ekspresi Leon yang seperti orang takut setelah di ancam oleh Umran, akan di bogem kalau sampai Umran denger lagi Leon ngegombalin adiknya. Dengan di dukung pula oleh ucapan Raka yang terkenal dengan tipe manusia yang sangat membenci kebohongan.
"Turun!" perintah Raka dengan nada lembut pada Litha, sambil mengulurkan tangannya. Itu ceritanya Raka mau ngebantuin Litha turun dari motornya Umran. Litha pun menuruti perintah Raka dengan menerima bantuan tersebut, tangannya menggenggam tangan Raka.
Sedangkan Leon membuka matanya lebar-lebar, dia masih tidak percaya dengan apa yang didengar dan dilihatnya. Raka yang sedingin es balok ternyata bisa bicara dengan nada lembut juga, serta Litha? Litha dengan mudahnya menuruti perintah Raka. Dan sekarang setelah turun dari motor Umran, Litha dan Raka tangannya masih saling menggenggam, bahkan keduanya saling menatap tanpa berkedip sekali pun.
"Udah gak marah?" tanya Raka. Tumben-tumbenan kan tangan yang sedari tadi digenggam oleh Raka, tidak melepaskan genggamannya tersebut.
__ADS_1
Litha menggembungkan sebelah pipinya, setelah itu menggelengkan kepalanya. Masih lanjut nih, Litha memainkan bibirnya dengan menganan kiri kan bibirnya. Setelah itu mengedepankan bibirnya, lanjut mengembalikan bibirnya ke belakang dan menarik kedua sudut bibirnya. Litha sedang memperlihatkan senyum palsunya, sambil bola matanya yang indah itu melirik ke atas untuk melihat wajah kekasihnya yang gantengnya gak manusiawi.
Udah deh kalau kayak gini Raka mah mau mengibarkan bendera putih dan angkat tangan aja, soalnya Raka tu gak kuat pengen nyubit pipinya Litha. Salah siapa coba? Litha terlalu menggemaskan bagi Raka. Sebenarnya Litha pengen dibujuk-bujuk sama Raka kayak kemarin pas dia ngambek. Eh taunya cuman ditanyai doang, ya itu sih resikonya Litha yang punya pacar dingin, mirip kayak es batu.
"Nanti aku boncengin, Umran sendiri aja biar bebannya gak bertambah," ujar Raka.
Itu Raka maksudnya mau ngeledekin Litha apa gimana sih? Emang Litha yang mungil kayak gitu berat badannya berapa sih?
"Maksudnya aku berat gitu? Jadi beban buat bang Umran?" tanya Litha sambil menggembungkan sebelah pipinya. Tuh kan Litha ngambek lagi, dia salah paham dengan ucapan Raka. Padahal kan Raka gak bermaksud untuk menyinggung berat badannya yang mungil itu.
"Bukan gitu. Umran bawa tas sebesar itu, pasti dia udah lumayan keberatan," Umran emang bawa ransel yang lumayan gede gitu sih. Dari rumah tas tersebut sudah bertengger manis berada di punggung Umran, gak tau deh isinya apa? Kalau Umran sih cuman bisa ketawa ga jelas karena dengerin percakapan dua manusia itu. Baru aja Litha udah maafin Raka, eh sekarang malah ngambek karena salah paham dengan ucapan Raka.
"Tunggu-tunggu kalian kok ngomongnya Aku-Kamu? Kalian paca..." Leon sadar tu kalau dari tadi Litha dan Raka manggilnya pakai bahasa Aku-Kamu, kan Leon jadi berpikir yang aneh-aneh.
"Apa? Beneran?" teriak Leon sangat amat terkejut.
"Serius?" tanya Jordy yang juga kaget, tapi ekspresinya gak selebay Leon.
Tidak hanya mereka berdua, tentunya pemuda geng motor tersebut juga terkejut. Ternyata leader nya, Raka yang terkenal dingin yang berasal dari kutub Utara bisa punya pacar juga, apa lagi pacarnya cantik gitu.
"Iya," jawab Raka datar.
__ADS_1
"Kalo emang Raka pilihan elo, gue ikhlas," tutur Leon pada Litha sok dramatis, dengan tangan kiri yang memegang dadanya sendiri dan mengulurkan tangan kanannya serta memalingkan wajahnya ke arah samping kiri.
Tuh kan Leon lebay banget. Pakai masang gaya-gaya artis di sinetron, yang lagi akting jadi pemeran orang yang lagi patah hati. Ya emang sih Leon lagi patah hati, tapi gak usah gitu juga kali.
Sekarang Leon ngomongnya udah Gue-Elo, biasanya kan manggil namanya Litha-Leon. Leon sadar dong kalau sekarang Litha udah jadi pacar best friend nya sendiri. Jadi Leon harus menghormati Raka sebagai pacarnya Litha, dengan tidak mencoba mendekati Litha lagi.
"Udah lahhh jangan galau, masih banyak ikan di lautan," sahut Arkan pada Leon.
**Bukit__
Geng Cobra sudah sampai di tempat tujuannya, di sebuah bukit lumayan tinggi. Karena motor sport tidak bisa menaikkan bukit tersebut, dengan terpaksa mereka semua menyewa motor trail dan menitipkan motor sportnya di tempat mereka menyewa motor trail tersebut.
Semuanya duduk santai menikmati pemandangan yang indah dari ketinggian bukit tersebut. Tiba-tiba Raka menarik tangan Litha, Raka mengajak Litha untuk sedikit menjauh dari kerumunan pemuda tersebut.
"Ada apa?" tanya Litha.
"Gpp, pengen berdua aja," jawab Raka sambil melirik ke arah Litha.
"Kenapa kemaren kamu bongkar identitas aku ke semua murid?" Litha masih butuh penjelasan dari Raka, ya walaupun Litha udah gak marah sama Raka.
"Kirain kalau udah baikan, udah gak butuh penjelasan juga," tutur Raka.
__ADS_1
"Udah cepet jawab aja, apa alasannya?" tanya Litha.
"Males ngomong," kebiasaan nih Raka, kumat lagi penyakit dinginnya.