Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Beda Dari Yang Lain


__ADS_3

"Jadi selama kalian pacaran, kalian gak pernah chatingan atau telefonan gitu?" Umran kaget dong, masak orang pacaran gak pernah sekalipun ngasih kabar, ya walaupun sekedar menanyakan udah makan atau belum?


Ini pacaran model apa coba? Sebenarnya Litha sama Raka punya status pacaran apa enggak sih? Baru kali ini ada dua anak Adam yang punya status pacar, tapi tingkah lakunya kayak saling gak ada hubungan apa-apa. Gini nih kalau dua-duanya gak pernah pacaran, makanya sekalinya pacaran malah kayak orang asing. Itulah pemikiran Umran yang masih keheranan dengan hubungan Litha dan Raka yang menurutnya sangat amat langka (beda dari yang lain) dan lucu.


"Cuman kalo ada kepentingan doang, kalo gak penting-penting amat, ngapain chattingan? ngabisin kuota aja," ujar Litha.


"Ehh dodol kalo chatingan doang gak akan ngabisin kuota. Kalo lo pengen kuotanya gak berkurang, mending matiin aja noh HP nya," sahut Umran emosi. Tuh kan malah emosi, padahal Litha tadi kan cuman becanda.


"Lagi pula gue lagi marah sama dia, soalnya dia bongkar identitas asli gue di depan umum," ceritanya Litha lagi pingin curhat sama kakaknya.


"Raka bongkar identitas asli lo? Ya bagus lahh, biar semua orang tau. Biar gak ada yang berani ngehina elu, harusnya lo gak usah marah ke Raka. Mungkin Raka ngelakuin itu, karena menurutnya itu yang terbaik buat lo," kadang-kadang Umran ada benernya juga kan? Jadi gak sia-sia amat deh, kalau Litha punya kakak kayak bang Umran.


Flash back on


Setelah Raka membongkar identitas asli dari Litha, semuanya terkejut. Bahkan Litha pun juga terkejut, Litha tidak menyangka selain Raka yang dulu mengetahui bahwa Litha berasal dari keluarga Nagara, ternyata Raka juga mengetahui bahwa Litha adalah anak dari pemilik sekolah elit ini.


Karena Raka itu lebih tinggi dari Litha. Jadi dengan terpaksa Litha mengangkat dagunya ke atas, agar dapat melihat wajah Raka dengan jelas. Litha menatap Raka dengan tatapan tajam, setelah itu Litha menggelengkan kepalanya tanpa berucap sepatah kata pun.


Oke Raka sangat paham dengan tingkah laku kekasihnya ini. Raka sadar jika Litha sedang marah, bahkan sepertinya sangat kecewa. Karena Raka sudah berani membongkar identitas Litha yang sesungguhnya, di depan semua murid, tanpa persetujuan dari pemilik identitas tersebut.

__ADS_1


Raka menggenggam kedua tangan Litha dan sedikit menundukkan kepalanya, agar dapat melihat wajah Litha dengan jelas. "Ma... af," ungkap Raka dengan nada lembut.


Raka itu tulus kok minta maaf ke Litha. Cuman cara penyampaiannya aja yang kurang tepat. Masak mau minta maaf ke pacarnya sendiri aja, masih setia dengan sikap cuek dan dinginnya. Hanya sekedar berucap satu kata saja?


"LEPAS," bentak Litha sambil menaikkan kedua tangannya, setelah itu melepaskan tangannya dari genggaman tangan Raka.


Semua murid yang menyaksikan pemandangan yang kurang menyenangkan itu, sangat terkejut. Karena sebelumnya tidak ada satu orang pun yang berani membentak Raka, apa lagi dengan volume yang sangat tinggi seperti itu.


Litha melangkahkan kakinya menjauhi kerumunan tersebut, tetapi langkahnya terhenti karena Raka memegang lengan kanan Litha. "Tha maaf," pinta Raka sekali lagi yang masih berusaha untuk mendapatkan maaf dari kekasihnya.


"Lepasin, atau kita gak akan pernah ketemu lagi..!" seru Litha. Litha itu butuh waktu untuk sendiri, sekarang emosinya masih belum terkendali.


Tetapi balik lagi ke awal, Raka itu sangat menghormati dan menghargai perempuan. Raka tidak ingin memaksa Litha agar mau mendengarkan penjelasannya. Mungkin Litha saat ini butuh waktu sendiri. Jika emosinya Litha sudah kembali normal, nanti Raka akan mencoba menjelaskan lagi, mengapa dirinya membongkar identitas kekasihnya itu?


Flash back off


"Jadi gue harus maafin Raka?" tanya Litha pada bang Umran. Litha merasa bersalah karena kemarin Litha sempat marah kepada Raka, bahkan Litha sampai nyuekin Raka.


"Ya iya, emang lu gak curhat ke mbok Inah? Gue yakin pasti mbok Inah juga nyuruh lo buat maafin Raka," tanya Umran. Biasanya Litha maupun Umran kalau lagi galau, mereka sering curhat ke mbok Inah untuk menemukan solusinya.

__ADS_1


"Enggak, mbok Inah kan lagi pulang kampung. Mungkin minggu depan baru balik ke sini lagi," jawab Litha.


**Basecamp__


"Lhohh kok kita berhenti di sini bang?" tanya Litha penasaran.


Menurut Litha tempat ini lebih mirip seperti bangunan yang terbengkalai, tetapi di dindingnya ada beberapa lukisan abstrak yang menyenangkan mata, bagi siapa saja yang melihatnya. Terdapat pula tempat duduk yang sepertinya terbuat dari wadah bekas cat berbentuk silindris, yang juga sudah dilukis sedemikian rupa, sehingga tempat duduk itu terlihat unik dan pastinya menarik. Jadi tempat ini lumayan cocok juga jika dijadikan tempat nongkrong.


"Iya ke sini dulu. Kita touring bukan berdua doang, tapi bareng sama mereka," jawab Umran sambil mengangkat dagunya ke arah gerombolan pemuda-pemuda di sana.


Litha masih melihat semua pemuda yang masing-masing berseragam jaket berwarna hitam. Terdapat jaket yang tertengger manis di punggung mereka. Sebuah jaket yang di belakangnya ada gambar seekor ular cobra dan tepat di bagian kanan dadanya ada sebuah tulisan COBRA. Ada sekitar 18 pemuda yang berseragam jaket hitam dan ada 5 pemuda, termasuk bang Umran yang tidak memakai seragam jaket hitam tersebut.


Litha lebih memilih untuk diam di tempat dan masih duduk manis di atas jok motornya Umran. Karena Litha sangat malas untuk bergabung dengan pemuda-pemuda di sana, kan Litha kurang suka dengan keramaian. Apa lagi Litha tidak mengenal mereka semua. Tunggu..!!! Litha mengenal beberapa orang yang ada di antara kerumunan tersebut.


"The Perfect?" ucap Litha. Karena mesin dari motornya Umran sudah dimatikan dan jarak antara motor sport Umran dengan gerombolan pemuda-pemuda itu lumayan dekat. Jadi para pemuda tersebut dapat mendengar suara Litha yang lembut, mereka semua membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah sumber suara tersebut.


Oke Litha sekarang menjadi pusat perhatian, semua pemuda di sana kagum akan kecantikan wajah Litha yang natural, tanpa polesan make-up. Tetapi mereka juga heran, kenapa Umran bisa membocengkan gadis cantik seperti Litha? Mereka mungkin berpikir bahwa Litha adalah kekasihnya Umran, padahal kan gadis berkulit putih itu pacar dari bigbosss nya.


"Litha!!!" seru Leon. Pemuda di sana terkejut, ternyata si playboy ini juga mengenal gadis cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2