Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Protektif Jadi Posesif


__ADS_3

Siang ini Litha berada di kantin bersama Sekar, Fika, dan jangan lupakan si selebgram bule yang menjadi pengawal pribadi tiga gadis cantik tersebut.


"Serius lo?" Tanya Fika pada Litha yang baru saja menceritakan kejadian kemarin bersama Aldi dan Raka.


"Iya," Litha memakan somay dengan lahap sambil bergosip sifat Aldi yang memang ramah dan sopan.


"Enak banget jadi Kak Aldi, tugasnya dikerjain sama orang jenius," Sekar ikut menimpali.


Sedangkan Jordy tidak ikut nimbrung dengan obrolan mereka. Jordy sibuk sendiri dengan ponselnya.


"Buset dah... Lihat noh cowok-cowok lo, bisa mati muda gua kalau tiap hari dapet ancaman terus," Jordy memperlihatkan layar handphonenya kepada tiga gadis itu.


Mereka bertiga menahan tawa melihat isi chatting group WhatsApp The Perfect di ponsel Jordy.


Jordy gans: Gue lagi dugem sama cewek-cewek lu. Berasa jadi raja yang dikelilingi putri-putri cantik ðŸĪŠ


Pak Dokter: Jagain yang bener istri gue!!! 👊 Lo inget baik-baik gue punya pasukan geng motor!!!


Calon TNI: Kalau sampai bidadari manis gue lecet sedikit, siap-siap aja 4 bulan lagi seluruh cafe lu di keroyok anggota TNI ðŸĪœ


Beban Keluarga: Jangan ngajarin yang enggak-enggak lo sama ibu dari calon anak-anak gue 🖕 Walaupun gue di luar negeri, gue masih ada kontak mantan anak buah mafia gue yang dulu!!!


Musisi Jones: Diem woi! Gue butuh konsentrasi buat ciptain lagu!


Suami Bu Sarah: Jangan berisik! Gue lagi kerja!


Bule Tobat: Apalah daya ku yang pengangguran ini?🙄


Seperti itulah isi chattnya. Setiap harinya Arkan hanya diberi waktu lima menit untuk memegang ponselnya.


"Jordy Gans?" Tanya Sekar kepada Jordy yang memberi nama itu pada akunnya.


"Jordy Gantengs," Jordy menaik turunkan alisnya sambil menyingkap rambutnya membuat tiga gadis itu kompak ingin muntah.


Seseorang menghampiri mereka dengan senyum mempesona seperti kebiasaannya. "Hai... Boleh ikut gabung?"


Jordy menatap tajam tidak menyukai Aldi yang selalu tebar pesona menurutnya.


"Kak Aldi?" Tatapan Fika kagum melihat dari dekat orang yang sering digosipkannya hampir setiap hari.


"Inget suami lagi kuliah di luar negeri!" Sindir Jordy sambil menyedot susu kotaknya.


"Diem lu bule nyasar!" Ketus Fika.


Tatapan Aldi mengarah ke seseorang yang menurutnya tidak terlalu asing. Aldi berpikir sejenak untuk mengingatnya. "Lhoh...? Elo Sekar?" Tanya Aldi memastikan.

__ADS_1


"Iya, gue Sekar," Sekar mengangguk.


"Lo kenal Litha juga?" Tanya Aldi yang baru menyadari ada Sekar ditengah-tengah mereka.


"Litha sahabat gue," jawab Sekar.


Fika menatap heran Sekar dan Aldi. "Kalian berdua saling kenal?"


"Litha kenal Kak Aldi, Sekar juga kenal. Kenapa gue doang yang belum kenalan sama Kak Aldi?" Fika cemberut melirik kedua sahabatnya.


Aldi tersenyum menggelengkan kepalanya, dipikir-pikir tidak masalah jika ia berkenalan dengan sahabat Litha, toh temannya akan bertambah.


Aldi mengulurkan tangannya, mengajak gadis cantik dihadapannya ini berkenalan. "Aldi," ucapnya.


Senyuman dibibir Fika terlihat mengembang. Fika hendak menjabat tangan Aldi, namun kalah cepat dengan si bule nyasar!


"Jordyan Williams, satu-satunya selebgram bule di kampus ini," Jordy menjabat tangan Aldi.


Fika memukul tangan Jordy sehingga Jordy melepaskan tangannya dari Aldi. Fika langsung menjabat tangan Aldi dengan senyum lebarnya. "Fika,"


Setelah Aldi mengangguk, Fika baru melepaskan tautan tangan mereka.


Senyuman Fika langsung memudar saat melirik Jordy yang menatapnya sinis, Fika membalas tatapan tersebut tak kalah lebih sinis dibanding Jordy.


Aldi tersenyum mengangguk, ia duduk disebelah Jordy yang masih perang mata dengan Fika.


"Jangan sok akrab sama orang asing Tha, buat yang namanya Sekar juga, terutama buat lo Fika yang matanya langsung seger kalau lihat yang agak bening dikit!" Tegur Jordy mewanti-wanti tiga gadis didepannya.


Litha tersenyum kikuk menatap Aldi. "Sorry ya. Jordy emang gitu orangnya,"


"No problem," sahut Aldi santai.


Pandangan Sekar dan Aldi bertemu. "Kenapa lo bisa kenal gue, perasaan kita gak pernah saling tegur sapa," heran Sekar. Ia tidak menyangka jika seniornya yang populer ini mengenali Sekar yang tidak aktif pada ekstrakulikuler kampus, berbanding terbalik dengan Aldi yang hampir semua ekstrakurikuler ia ikuti.


"Kebetulan banget, soalnya tadi pagi gue gak sengaja nemu ini di taman kampus," Aldi mengambil sebuah dompet wanita dari tasnya.


"Lhoh.. dompet gue?" Sekar mengecek isi tas nya yang ternyata kehilangan barang yang kini berada di tangan Aldi.


"Awalnya gue mau nyerahin dompet ini ke pihak kampus karena gue gak tau pemiliknya. Tapi sekarang karena udah ketemu langsung sama yang punya, ini gue balikin," Aldi menyerahkan dompet tersebut kepada Sekar. Aldi dapat mengetahui pemilik dompet wanita itu karena ia melihat dari foto KTP yang wajahnya sangat mirip dengan gadis disamping Litha.


Sekar menerima dompetnya dari tangan Aldi. "Thanks ya. Tadi pagi gue emang sempet ke taman, gue gak ngeh kalo ada barang gue yang jatoh," Sekar tersenyum manis.


"Lain kali lebih teliti lagi ya..!" Aldi juga membalas senyuman Sekar.


"Inget, suami lagi berjuang menjadi anggota TNI!" Lagi-lagi Jordy menyindir lagi membuat Sekar melirik sinis bule gosong tersebut.

__ADS_1


"Jujur aja nih, mereka bertiga udah punya suami. So gue harap lo jangan coba-coba deketin mereka bertiga kalau masih pengen hidup aman," tambah Jordy yang sikapnya kali ini berubah dari yang awalnya protektif malah menjadi posesif.


"Gue sumpel nih mulut lo pake sambel," ancam Fika. Kupingnya gatal mendengar suara judes Jordy yang dari gelagatnya sangat terang-terangan sekali bahwa ia tidak menyukai Aldi.


"Gak usah ditanggapin serius omongan Jordy, anggep aja angin lewat," ucap Sekar kepada Aldi.


"Maklumin aja. Dia emang lagi kumat, bawaannya pengen makan manusia. Soalnya akhir-akhir ini endorse nya mulai berkurang," sahut Litha berada di pihak Fika dan Sekar.


Jordy melotot mendengar ucapan Litha, bisa-bisanya sikap judesnya malah dikaitkan dengan statusnya sebagai selebgram yang banjir akan tawaran endorse an dari berbagai macam perusahaan besar.


Ingin sekali rasanya Jordy memukul satu-satu kepala mereka bertiga mengunakan sendok. Jika tidak ada Aldi diantara mereka berempat, Jordy sudah dari tadi meninggalkan kantin ini.


Yaaaa mungkin kalau ada salah satu diantara mereka bertiga yang kepincut sama senior ganteng yang ramah ini, semua cafe Jordy bisa hancur di kepung sekaligus oleh anak geng motor, anggota TNI AD, dan para mantan mafia. Jordy jadi ngeri sendiri membayangkannya.


"Kalian berdua beneran udah bersuami?" Aldi bertanya kepada Sekar dan Fika yang langsung menggelengkan kepalanya.


"Dibilang suami karena kita udah deket sejak lama sama pasangan kita masing-masing," sahut Fika.


"Yaa anggap aja ucapan itu sebagai doa, supaya hubungan kita sama pasangan jadi langgeng dan bisa menuju sampai pelaminan," Sekar menimpali.


Tatapan Aldi berganti ke arah Litha yang asik sendiri dengan makanannya, gadis cantik yang membuatnya merasakan benih-benih cinta sesaat.


Aldi akui jika Litha, Fika dan Sekar begitu cantik dibanding dengan mahasiswi yang lainnya, tidak heran jika mereka bertiga telah memiliki kekasih yang sangat hebat dan keren. Satunya si paling cantik dan imut sudah bertunangan dengan Dokter muda yang juga menjabat sebagai kepala rumah sakit. Satunya si paling lucu memiliki kekasih yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dan yang terakhir, si paling manis yang menjalin hubungan spesial dengan calon anggota TNI.


Yahhh Aldi sih gak tau aja kalau calon anggota TNI itu adalah Arkan. Satu-satunya mahasiswa di Universitas Negara yang lulus mendapatkan gelar sarjana hanya dengan waktu satu tahun.


Wait! Aldi berpikir sejenak, ia bahkan hampir melupakan tujuan utamanya bergabung dengan gerombolan mereka.


"Litha, tolong sampaiin terimakasih gue ke Dokter Raka ya! Gue terimakasih banget sama makalah penelitian yang kemarin," ujar Aldi dengan senyum mengembang.


"Iya nanti gue sampaiin. Hasilnya gimana Kak?" Litha penasaran dengan hasilnya, apakah sesuai prediksi Raka jika nilai Aldi menjadi tertinggi diantara mahasiswa lainnya?


"Sesuai kata Dokter Raka. Makalah penelitian itu mendapat nilai tertinggi," Aldi begitu kagum dengan kemampuan seorang Raka.


"Tunggu-tunggu lo kenal sohib gua?" Jordy tidak mengerti dengan obrolan Litha dan Aldi.


"Maksud lo Dokter Raka tunangannya Litha? Iya gue baru kenal kemarin, dia orang yang baik walaupun sikapnya dingin," tutur Aldi.


"Diapain lo sampai memuji es balok itu?" Tanya Jordy sinis. Seolah iri dengan Aldi yang pasti telah mendapatkan sesuatu dari Raka, terlepas dari apapun itu yang Aldi dapatkan. Sedangkan Jordy malah mendapatkan tugas mengawasi Litha, jika ada lecet sedikit cafenya menjadi taruhannya.


"Dokter Raka ngerjain tugas makalah penelitian gue," jawab Aldi yang sukses membuat Jordy menganga.


Baru kenal kemarin tapi Raka ngerjain tugas Aldi? Sementara Jordy yang hidup bertahun-tahun dengan Raka, jangankan dikerjain tugasnya, dikasih contekan aja gak pernah.


"Hai Litha," sapa seseorang yang baru datang dan langsung duduk tepat disamping Litha.

__ADS_1


__ADS_2