Ice Boy My Mood Booster

Ice Boy My Mood Booster
Viral


__ADS_3

"Apaaa...?" Litha berteriak kencang setelah Bunda memberitahu hukuman untuk putrinya sendiri.


"Sedangkan untuk Raka, karena kamu bukan lagi murid SMA Nagara jadi kewajiban kamu hanya membayar sanksi denda saja," jelas Bunda menatap Raka yang duduk didepannya.


"Enak banget! Dia kan kaya Bun, uang segitu doang mah bukan apa-apa buat Kak Raka," Litha jadi jengkel sendiri.


"Bunda gak butuh komentar kamu," balas Bunda semakin membuat Litha cemberut.


"Raka, kamu cuma mau bayar sanksi aja atau mau juga nemenin Tatha hormat di bendera merah putih sampai jam istirahat pertama selesai?" Senyuman Bunda terlihat sudah mengetahui jawabannya sebelum Raka menjawab.


"Bun, malu kali Bun dilihatin banyak orang. Satu sekolahan juga tahu kalau Tatha anak pemilik sekolah ini, mau taruh dimana nanti muka Bunda?" Ujar Litha mencari alasan.


"Ditaruh di atas leher lah.. masih nanya," balas Bunda.


"Udah terima aja Tha, nanti aku temenin," ucap Raka membuat senyuman dibibir Bunda terukir. Tuh kan tebakan Bunda benar.


"Ini salah kamu sih," sungut Litha melirik tajam Raka.


"Kok aku?"


"Kamu yang minta dicium!"


"Kamunya mau,"


"Tapi kan kamu yang mulai duluan mancing-mancing minta di cium,"


"Udah-udah! Kenapa jadi ribut sih? Kalian berdua salah, jangan saling menyalahkan!" Tegas Bunda.


Bunda memanggil guru BK untuk mengawasi Raka dan Litha yang akan melaksanakan hukumannya.


"Nanti kalau Raka capek, mau istirahat gak papa," ujar Bunda sebelum keduanya turun ke lapangan.


"Kok gitu? Gak adil!" Ketus Litha tidak terima.


"Raka udah bayar sanksi dendanya. Ingat Raka cuma nemenin kamu doang," balas Bunda.


"Tatha juga punya uang," Litha masih saja usaha supaya gagal dapet hukuman.


"Gak nanya!" Ketus Bunda membuat Litha jadi seperti di anak tirikan.


Lima menit berlalu, keringat mulai bercucuran membasahi dahi Litha. Ini masih pagi, tapi Litha udah mandi keringat aja. Cuaca hari ini sangat cerah matahari bersinar dengan terangnya.


Litha melirik ke arah Raka yang ternyata tidak hormat? "Kok Kakak gak hormat sih?"

__ADS_1


Raka hanya berdiri disamping Litha dengan mengunakan kaca mata hitam dan topi hitam. Tunggu! Perasaan tadi waktu perjalanan ke arah lapangan dari ruangan Bunda, Raka belum pakai perlengkapan itu deh?


"Aku cuma nemenin kamu, jadi mau aku tiduran disini juga gak masalah," jawabnya dengan santai.


"Gak gerah apa? Jaketnya gak dilepas?" Litha mengamati muka dan leher Raka yang tidak menunjukkan tanda-tanda keringat sedikit pun.


"Enggak, makanya jangan kebanyakan emosi biar aura dalam tubuh gak ikut kepanasan," sindiran Raka membuat Litha mencebikan bibirnya.


Litha hormat menghadap ke atas lagi, dimana sang merah putih berkibar tinggi diatas tiang. Gadis itu melirik manusia tinggi disampingnya yang hanya diam menatap lurus ke depan. Dia lagi lihat kembarannya sesama jenis tiang dong? Wkwk...


Litha menghadap ke arah Raka lagi. "Aku pinjem kaca mata sama topi dong Kak... Boleh yaaa..." Litha menunjukkan puppy eyes nya.


"Nggak boleh," jawab Raka tanpa melirik sedikit pun kepada Litha.


Litha melangkah berganti posisi berdiri tepat didepan Raka. Salah sendiri Raka gak mau noleh ke arahnya. "Sejak kapan Kak Raka jadi pelit gini?"


Raka menundukkan kepalanya menatap mata Litha, "Kenapa kamu jadi hormat ke aku?"


"Gak usah mengalihkan pembicaraan deh Kak," tangan Litha tetap tidak ingin turun, takut kalau dilihat sama guru BK atau Bunda nanti yang ada kena semprot lagi. Terus kalau pindah posisi berdiri gak kena omel gitu Tha?


"Bukannya pelit Tha, nanti kalau Bunda atau guru pengawasnya tahu kamu bisa kena marah lagi. Gak ingat tadi Bunda suruh kamu lepas jaket?" Tutur Raka mengingat tadi Litha membuang jaketnya di ruangan Bunda Larissa.


"Kenapa sih aku gak punya penyakit alergi sinar matahari aja," tangan kiri Litha mengibas-ngibas diwajahnya yang sudah glowing karena keringat membasahi pipi dan hidungnya.


"Litha Kusuma Jaya Nagara siapa yang nyuruh kamu hormat ke Raka?" Suara bariton tersebut menggema di setiap sudut lapangan.


Litha tersentak kaget, ia langsung hormat menghadap ke bendera merah putih lagi.


Bel istirahat berbunyi, semua murid berhamburan keluar. Pandangan mereka langsung fokus kepada dua orang yang sedang berdiri ditengah-tengah lapangan menghadap ke arah tiang bendera.


Tentunya anak kelas 10 dan kelas 11 bertanya-tanya siapakah manusia tampan yang berdiri disamping kakak kelas mereka, yang tak lain ialah anak pemilik sekolah ini.


Litha melihat tatapan mata berbinar semua murid memandang ke arahnya. Litha melirik Raka yang ternyata sudah melepas kaca mata hitamnya dan topi hitamnya. Pantas saja semua pasang mata tertuju ke arahnya.


"Kak Raka ngapain sih tepe-tepe gitu?" Raut wajah kesal terlihat di muka Litha.


Raka menoleh melihat Litha yang fokus kepada sang bendera merah putih. "Tepe-tepe itu apa?" Herannya.


"Tebar pesona," Litha hanya melirik Raka sekilas.


Raka tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Tidak terpikirkan sedikit pun oleh Raka untuk menarik perhatian para penonton tersebut. Ia melepaskan kaca mata dan topi agar tidak dikira ******* wkwk...


Teriakan dari para siswi terdengar setelah melihat senyuman dari seorang Raka. Litha melihat ke atas, ternyata tidak hanya di lantai dua, di lantai tiga yang diisi oleh murid kelas 12 juga berjajar rapi didepan kelas masing-masing melihat ke arah Raka.

__ADS_1


Sarah dan Fika baru menunjukkan batang hidungnya setelah mendengar teriakkan para ciwi-ciwi. Pertanyaan mereka terjawab mengenai sahabatnya yang tidak masuk kelas, mereka pikir lagi sakit ternyata malah kepergok pacaran di sekolahan.


Terik matahari mulai terasa semakin panas, tetesan keringat Litha tidak dapat terbendung. Sesekali Raka melihat Litha yang mengusap keringat di dahi dan dagunya.


Raka yang tidak tega melihatnya, menghalangi sinar matahari yang mengenai wajah Litha. Litha mendongak ke atas melihat kedua tangan Raka yang menutupi cahaya matahari yang mengenai kulit wajahnya.


"Sosweet," ucap beberapa siswi junior yang masih setia melihat pasangan yang menurut mereka cocok karena sama-sama cantik dan tampan.


"Kok cowok itu mau sih sama Litha? Tampang dan fisik aja gak sepadan," namanya juga orang banyak, pasti ada aja yang syirik.


"Tinggi badannya aja beda," lagi-lagi tentang tinggi tubuh yang menjadi sasaran netizen untuk mengomentari penampilan Litha.


Padahal Litha gak pendek-pendek amat, kalau cewek lebih tinggi cowok wajar kali. Emang dasarnya Raka yang tiang, so Litha kelihatan pendek banget gitu.


Rumor tentang siapa status Raka telah beredar di seluruh penjuru sekolah. Ada cogan yang gantengnya kelewat batas, tentu membuat siswi-siswi centil yang suka kepo itu mengorek informasi dari beberapa teman seangkatan Litha.


Ada beberapa siswi yang memotret keromantisan Raka dan Litha, lalu di upload ke Instagram dengan caption membandingkan Raka dan Litha jika keduanya tidak cocok.


Uhuk... Uhuk...


Disisi lain Jordy yang sedang enak-enak makan di kantin kampus, ia terlonjak kaget melihat salah satu postingan seseorang yang menandai akun Instagramnya.


"Kenapa lo?" Heran Arkan.


"Si kulkas ternyata udah balik ke Indo," jawab Jordy yang baru mengetahui kepulangan sahabatnya.


Jordy memperlihatkan layar handphonenya kepada Arkan. "Lihat noh... Ada orang yang ngetag akun gue pake foto si kulkas sama ayang beb nya lagi dihukum di sekolah,"


Akun Instagram Jordy telah memiliki tanda centang biru. Yap betul sekali Jordy telah sukses menjadi selebgram yang sesungguhnya, ia kerap kali di undang di acara gosip televisi.


Para penggemarnya juga tahu tentang nama group sahabat Jordy, apa lagi kalau bukan The Perfect. Terlebih lagi Defras Danil Nanggolan, seorang musisi dan penyanyi terkenal juga masuk dalam circle persahabatan para sultan tersebut. Hanya keberadaan Raka saja yang tidak pernah dipublikasikan oleh Jordy dan Danil karena permintaan langsung dari empunya.


Btw sekarang Danil mau loh konser di Indonesia, dulunya dia kan cuma mau konser di luar negeri dan cafe The Perfect doang. But... sejak lulus SMA Danil merambah ke dunia entertainment Indonesia, ia dikenal sebagai penyanyi solo yang sangat bertalenta.


Beberapa kali The Perfect juga ikut diundang bersama Jordy dan Danil, termasuk Umran, dan Nick yang rela terbang jauh-jauh dari Amerika serikat ke Indonesia hanya sekedar untuk menghadiri acara gosip televisi. Serta jangan lupakan Leon yang melanjutkan pendidikan di Harvard University, ia juga sering berkunjung ke Indonesia menemui sahabatnya dan pacar tersayangnya.


Jordy menepuk jidatnya sendiri, dia jadi pusing sendiri memikirkan akunnya yang diserbu banyak orang. Belum lagi nanti mendapat omelan dari Raka yang pasti marah karena wajahnya sudah tersorot oleh seluruh pasang mata wanita-wanita genit diluaran sana.


Dalam hitungan menit akun Jordy menjadi ramai diserbu oleh banyak orang karena menyembunyikan salah satu member The Perfect yang ternyata lebih tampan dari Jordy.


Ada beberapa foto kebersamaan tujuh member The Perfect tersebar di media sosial, dengan foto tersebut penggemar Jordy menuntut mengapa Jordy tidak mempublikasikan sang pangeran tampan tersebut.


"Fotonya viral," ucap Jordy lesu, memikirkan nasibnya yang pasti kena omel Raka. Bukan foto Raka dan Litha yang viral, melainkan foto kebersamaan tujuh member The Perfect.

__ADS_1


"Asyik... Sebentar lagi dapet cuan," Arkan joget-joget kegirangan, tinggal tunggu hitungan menit pasti akan ada beberapa acara gosip yang akan mengundang seluruh member The Perfect.


__ADS_2