
Semua orang termasuk Asri jelas tidak menyangka Riani akan mengungkapkan semuanya dengan gamblang di depan Arka, orang yang ingin Riani selamatkan- ini adalah apa yang Riani katakan.
Akan tetapi diantara semua orang yang Arka lah satu-satunya orang yang tidak terkejut dengan ledakan Riani. Ia masih bersikap tenang, menatap Riani dengan tatapan setenang lautan yang lagi-lagi membuat nyali Riani menciut.
Kakek suatu hari pernah mengatakan kepadanya jika diantara anak-anak Kakek hanya Paman Arka lah yang memiliki temperamen buruk. Arka adalah orang yang sangat sulit marah, namun sekalinya marah dia tidak akan kenal ampun kepada orang yang telah membuatnya marah.
Akan tetapi Riani percaya aturan ini hanya berlaku kepada orang luar saja, sedangkan ia bagian dari keluarga tidak mungkin mendapatkan perlakuan kejam dari Arka.
"Kamu berani menghinaku." Kata Arka tidak senang tapi riak wajahnya sama sekali tidak menunjukkan perubahan.
"Aku mana berani menghina, Paman!" Bantah Riani membela diri.
Apakah pendengaran Arka bermasalah?
Jelas-jelas orang yang ia bicarakan sebelumnya adalah Asri- Ops, apa yang ia katakan mengenai Asri bukanlah sebuah hinaan. Dia tidak menghina tapi mengatakan yang sebenarnya. Asri adalah gadis desa, miskin, udik, putus sekolah, dan jelek, coba jelaskan mana dari perkataannya ini yang berisi sebuah kebohongan ataupun hinaan?
Tidak,
Tidak ada'kan?
Apa artinya ini?
__ADS_1
Artinya dia tidak asal bicara dan apa yang ia katakan jelas semuanya benar. Siapapun termasuk Arka pribadi pasti bisa menyadarinya dengan baik tapi kenapa Arka malah menuduhnya melakukan sebuah penghinaan?
"Ya, kamu berani. Kamu mengatakan bila istriku mau menikah denganku hanya karena aku memiliki uang dan harta. Apa yang kamu katakan ini secara tidak langsung membuat harga diriku jatuh. Coba lihat baik-baik wajahku yang tampan ini, bukankah seharusnya istriku menikah denganku karena wajah ini? Alih-alih memikirkan harta yang tidak seberapa, istriku harusnya jatuh cinta karena wajahku yang tampan. Apakah kamu tidak pernah memikirkan kemungkinan ini sebelumnya?" Ujar Arka sinis, membuat semua orang tercengang.
Arka tidak serius mengatakan ini- niatnya hanya ingin mempermainkan Riani saja. Di sisi lain dengan mengatakan ini ia ingin menegaskan kepada Riani bahwa Asri bukanlah orang yang seperti itu.
Dia adalah gadis desa yang polos dan seringkali membuat tindakan konyol karena kepolosannya tersebut. Dia memang miskin, ya, Arka mengakuinya dengan suara bulat jika Asri berasal dari keluarga yang miskin. Lalu kenapa?
Meskipun miskin akhlaknya yang mulia mampu menundukkan keserakahan di hatinya. Dia tidak memiliki ambisi untuk mendapatkan kekayaan dari Arka. Jujur, selama pernikahan mereka Asri sangat jarang meminta uang ataupun meminta dibelikan barang mahal seperti perhiasan, padahal wanita umumnya akan sangat girang bila melihat uang ataupun melihat barang-barang mahal di tempat perbelanjaan.
Sayangnya, Asri tidak memiliki ambisi ini yang sangat disayangkan untuk Arka.
Dan terakhir, Asri tidak jelek. Ini adalah keputusan final di dalam hati Arka.
Asri hanya boleh menyentuh semua hal-hal tentang 'berhias' saat mereka berada di dalam kamar- tempat yang paling pribadi untuknya dan Asri.
"Itu... Paman, aku tidak berniat mengatakan itu-"
"Kamu melakukannya." Potong Arka dingin.
Riani meneguk ludahnya kasar, meremas pakaiannya dengan kedua tangannya yang telah basah karena keringat dingin.
__ADS_1
"Berbicara mengenai kebaikan ku, apa aku boleh bertanya kepadamu mengenai hal ini?" Arka bertanya serius kepada Riani.
Riani tidak menjawab tapi keterdiaman nya adalah sebuah persetujuan untuk Arka.
"Apa hak mu mendikte bahwa Asri bukanlah yang terbaik untukku? Apa hak mu mengatur orang-orang milikku? Tidakkah Mama mu pernah mengatakan sebelumnya jika kamu hanyalah keponakanku tapi dalam artian hanya orang luar untukku bila menyangkut urusan pribadi?" Arka menatap tajam Riani, menekankan dengan perasaan mendominasi seakan-akan lawan bicaranya sekarang adalah orang lain, bukan Riani ataupun siapapun yang berhubungan dengan darah.
"Jangan terlalu bersikap angkuh, Riani. Hubungan darah di antara kita tidak bisa menjadi akses untukmu bertindak sesuka hati. Dia adalah istriku, satu-satunya wanita yang akan menjalani hidup bersamaku. Kami tidur, makan, bekerja, tertawa, dan menangis bersama. Apa kamu pikir aku tidak akan marah bila mengetahui pendamping hidupku dihina dan dilecehkan oleh orang? Bahkan sekalipun orang itu memiliki hubungan darah denganku, ia tetap tidak mempunyai hak menyentuh istriku!" Bentak Arka murka.
Memangnya laki-laki mana yang akan tahan mengetahui istrinya disakiti oleh orang lain?
Situasi di sini jelas tidak benar dan kemarahan Arka sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Arka menatap Riani nyalang, mengirimkannya tatapan tajam yang sarat akan kemarahan dan perasaan dingin.
Arka sangat marah yang mana ini menjadi kejutan besar untuk semua orang termasuk Asri sendiri. Asri gelisah melihat kemarahan suaminya, dia ingin mengatakan sesuatu tapi rasa-rasanya semua itu akan menjadi sia-sia.
"Aku..hiks..." Riani menangis terisak dengan kepala tertunduk.
Ia tidak berani menatap wajah siapapun, entah Arka, Asri, Ustad Vano, ataupun Ai, ia tidak berani mengangkat kepalanya.
Sangat malu rasanya dia dipermalukan langsung oleh Arka, Pamannya sendiri. Arka sudah mengatakan secara jelas bahwa siapapun tidak diizinkan menyentuh Asri termasuk Riani sendiri. Riani tidak memiliki hak untuk mengatakan apapun mengenai Asri, dia tidak memiliki hak apapun untuk ikut campur di dalam pernikahan Arka.
Ini sungguh sangat memalukan. Dia tidak pernah berharap Arka akan secara langsung mengungkap ketidaksenangan di depan banyak orang.
__ADS_1
Harga dirinya hancur hanya dalam waktu beberapa detik saja dan itu semua karena Asri, si gadis desa udik yang telah mengadu domba hubungannya dengan Arka.
"....aku tidak berniat ikut campur di dalam kehidupan rumah tangga, Paman. Aku sungguh tidak berniat melakukan itu, Paman. Aku...aku hanya kasihan kepada Paman karena harus terjebak dengan gadis yang tidak Paman cintai. Ini...ini adalah alasanku yang sebenarnya, Paman. Aku ingin membantu Paman terlepas dari jeratan gadis ini agar bisa kembali bersama dengan Kak Lisa..hiks. Kak Lisa sangat mencintai Paman dan dia bahkan rela pulang ke Indonesia agar bisa kembali bertemu dengan Paman. Tapi..tapi apa yang ia temukan setelah pulang ke sini? Ia kecewa saat mengetahui Paman Arka telah menikah dengan gadis desa ini, Kak Lisa terlihat sangat menyedihkan. Tapi..tapi aku meyakinkan Kak Lisa agar memberikan Paman kesempatan. Hati Kak Lisa sangat baik karena dia juga mengatakan agar memberikan Paman Arka kesempatan untuk kembali kepadanya hiks..."