
Maka dari itu tanpa perlu pikir panjang ia segera pergi ke perusahaan Arka tanpa mengatakannya dulu kepada kedua sahabatnya. Hatinya sesak, dia sangat kecewa- tidak, kekecewaannya jauh lebih dalam daripada ketika ia tahu Arka berbohong dan berselingkuh di belakangnya. Ini lebih kejam, hatinya lebih sakit ketika mengetahui suaminya tidak sudi meninggalkan benih di dalam rahimnya!
Betapa hancur hati Asri, ia sungguh tidak kuasa menahan semua sesak di dan bergegas masuk ke dalam perusahaan Arka.
Akan tetapi ketika ia masuk ke dalam langkahnya tiba-tiba dihentikan oleh satpam yang berjaga. Ia tidak diizinkan masuk ke dalam tanpa kartu pengenal.
"Aku...aku adalah istri Mas Arka, Pak. Jadi tolong izinkan aku masuk ke dalam untuk berbicara dengannya." Asri memohon kepada mereka agar ia diizinkan masuk.
"Istri Pak Arka? Apa kamu bermimpi, Nak? Pergilah dari sini sebelum kami mengusir mu." Ucap satpam itu mencemooh, merendahkan Asri yang memiliki penampilan sederhana dan menganggapnya sebagai gadis yang memiliki gangguan mental sebab telah berani membuat pengakuan jika Arka, presiden perusahaan ini adalah suaminya.
Asri menggelengkan kepalanya meyakinkan,"Tidak, Pak! Aku sungguh istrinya. Aku...aku bahkan memiliki cincin pernikahan kami!" Kata Asri seraya menunjukkan jari manis di tangan kirinya.
Satpam itu tidak mau mendengar ataupun sampai bersusah payah melihat cincin nikah di jari manis Asri.
"Jangan membuat masalah! Bagaimana mungkin Pak Arka memiliki istri seperti kamu disaat kekasihnya ada di sini?"
"Ke-kekasih?" Asri tergagap tidak percaya.
Bagaimana mungkin suaminya masih bersikap kejam kepadanya?
Disaat ia berjanji akan membawanya pergi nanti malam disaat itu pula suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Ya Allah, betapa hancurnya hati Asri. Ia tidak kuasa menahannya lagi. Dia ingin pulang dan menyerah saja tapi tekadnya berteriak bahwa ia harus mendapatkan penjelasan Arka. Bila memang benar itu yang diinginkan oleh suaminya maka dia tidak akan mempertahankan pernikahan ini lagi. Dia tidak mau mempertahankan pernikahan dengan laki-laki yang enggan meninggalkan benih kehidupan di dalam rahimnya.
__ADS_1
"Ustad! Ustad Azam!" Panggil Asri sekuat tenaga ketika melihat Ustad Azam lewat bersama seorang kolega.
Ustad Azam menoleh, ia sangat terkejut melihat penampilan Asri yang tampak tidak baik-baik saja. Segera ia menghampiri Asri.
"Ustad Azam, tolong bawa aku masuk. Aku ingin bertemu dengan Mas Arka!" Mohon Asri mengabaikan tatapan penuh kejutan dari satpam itu.
Ustad Azam adalah sekretaris pribadi Arka, dan jika Ustad Azam mengenal Asri maka apa yang dikatakan Asri mengenai hubungannya dengan Arka pasti benar. Lalu, jika itu adalah sebuah kebenaran maka pekerjaan mereka di sini akan terancam.
"Asri, apa yang sedang terjadi? Apa kamu baik-baik saja?" Ustad Azam bertanya cemas.
Asri menggelengkan kepalanya tidak mau membuang waktu, ia ingin segera bertemu dengan Arka sekarang.
Ustad Azam tidak bertanya lagi. Meskipun terlihat ragu, tapi ia tetap membawa Asri masuk ke dalam perusahaan dan tidak ada lagi yang berani menghentikannya.
Tepat saat mereka masuk ke dalam, Asri melihat rombongan Arka keluar dari lift khusus presiden dan langsung dikerumuni oleh banyak orang. Jika hanya sendiri, maka Asri akan menunggu dengan sabar tapi sayangnya Arka tidak datang sendirian. Ia datang bersama Lisa, gadis cantik yang ada di dalam foto dan video itu kini ada di depan Asri.
Dia benar-benar wanita yang sangat cantik, memiliki paras yang indah, dan tampak disukai oleh banyak orang. Oh, pantas saja Arka tidak bisa melupakannya karena Lisa memanglah seorang wanita yang cantik dan pasti berasal dari keluarga kaya.
Menahan sakit hati, Asri lalu memberanikan dirinya menghampiri sang suami dan selingkuhannya yang sedang dikelilingi oleh banyak orang.
"Asri, kamu mau kemana?" Ustad Azam buru-buru mengejarnya tapi tidak berani menyentuhnya.
__ADS_1
Ustad Azam hanya memiliki nyali untuk memanggil saja.
"Ustad Azam, bukankah semuanya sudah jelas?" Tanya Asri dengan perasaan melankolis."Aku ingin mengakhiri semuanya!" Tekadnya membuat Ustad Azam tercengang.
Dia mengusap wajahnya panik ingin menghentikan Asri, akan tetapi Asri tidak mau mendengarkan. Ia terus membawa langkahnya sambil meremat kuat kotak kontrasepsi itu.
"Mas Arka!" Teriak Asri sekuat tenaga dan berhasil menarik perhatian semua orang, tidak terkecuali Arka dan Lisa yang menjadi selebritas dadakan perusahaan.
Arka terkejut melihat kedatangan Asri, buru-buru ia mendekati istrinya tapi langkahnya langsung berhenti saat Asri melemparkan sekotak kontrasepsi ke dadanya. Kemasan kecil kontrasepsi itu segera jatuh berserakan, mewarnai lantai putih perusahaan di bawah tatapan semua karyawan.
Arka,"....." Nah, apa yang terjadi sekarang?
Semua orang yang melotot terkejut melihat lantai,"...." Apakah mataku tidak salah lihat bila semua itu adalah alat kontrasepsi?
"Aku sudah menyelesaikan misi yang Mas Arka minta." Ucap Asri mengabaikan tatapan horor semua orang.
"Asri, kita bisa membicarakannya di rumah-"
"Aku tidak mau, Mas!" Potong Asri mulai menangis.
Semua orang,"...." Ya Tuhan, drama apa lagi ini?
__ADS_1