
Fina punya keegoisan di dalam dirinya. Dia adalah wanita yang selalu ingin dimenangkan. Dia sudah seperti ini sejak kecil. Tanpa perlakuan dari orang tua dan orang-orang di sekitarnya, dia mana mungkin menumbuhkan sifat ini. Orang-orang bilang Asri harus mengalah untuknya. Ini adalah hukum di rumah mereka. Karena aturan ini tanpa sadar dia tumbuh menjadi gadis yang bangga sementara kakaknya, adalah orang yang sangat sederhana dan rendah hati. Dan semua perubahan besar terjadi ketika dia bermimpi untuk sekolah di sebuah kota besar. Berkumpul dengan orang-orang kota di sekolah yang maju, lalu mencari calon suami yang sepantaran dengannya. Karena dia bersekolah di kota besar maka otomatis dia memiliki pemikiran bahwa dia pantas mendapatkan orang-orang yang tinggal di kota. Karena nilainya meroket semenjak bersekolah di kota, maka secara alami dia memandang remeh orang-orang di kampung. Mereka semua tidak pantas untuknya. Para petani berkaki lumpur.
Orang-orang ini memang tidak pantas untuknya tapi sangat pantas untuk kakaknya. Asri dan mereka memang ditakdirkan untuk tinggal di kampung selama-lamanya. Mencari nafkah lewat bertani, pekerjaan yang sangat dangkal.
Tapi semua angan-angannya hancur ketika dia melihat kakaknya yang telah lama diremehkan ternyata bisa menikah dengan laki-laki kaya, sementara dia di sini justru berakhir dengan orang desa.
__ADS_1
Dia sangat sakit hati. Malu rasanya mendengar kata-kata kejam Arka kepadanya.
Tapi apa harus dilakukan?
Hatinya terasa panas dan marah ketika melihat mereka bermesraan kemanapun mereka pergi. Seolah-olah semua orang yang ada di dunia ini hanya mengontrak saja.
__ADS_1
Dia terdiam di tepi sawah. Menggeser tubuhnya dibalik ilalang tinggi untuk menyembunyikan sosoknya.
"Enggak usah heran sama pakaian yang Asri pakek. Dia kan nikah sama orang kaya, ya jelas dong barang-barang yang dia miliki bukan sembarang barang. Harganya...cek..." Mereka tidak tahu jika pembicaraan mereka berdua didengar oleh Fina.
"Iya...iya, ngomong-ngomong kamu sadar enggak kalau suami Asri sangat mesra saat berbicara dengan Asri. Lihat aja tangannya tuh. Kemanapun Asri pergi, tangan itu selalu melingkari pinggangnya. Kalau enggak pegang pinggang, ya pegang tangan Asri. Coba saja suamiku begini, aku pasti enggak akan sering memarahinya di rumah." Kata wanita itu agak mengeluh memikirkan suaminya yang ada di rumah.
__ADS_1
Wanita kuat di samping menggelengkan kepalanya. Rata-rata suami di kampung tidak romantis karena mereka sibuk bertani di sawah. Lagian terlalu romantis juga tidak baik karena akan menjadi buah bibir warga desa kalau dilihat.
"Jangan sebut itu. Aku malah agak kaget pas tahu Fina nikah sama Doni. Kita semua tahu kan setinggi apa kesombongan wanita itu. Dulu dia selalu mengangkat kepalanya tinggi saat melewati kita semua seolah-olah kita adalah orang kotor. Aku kira dengan penilaian bola matanya dia akan menikah ke kota dan bertemu laki-laki mapan, eh, siapa yang tahu kalau dia malah nikah sama sepupunya sendiri di desa. Cek...memang benar kita tidak bisa melihat dari luarnya saja. Karena buktinya Asri yang selama ini selalu rendah hati dan tidak sekolah di kota justru berakhir menikahi laki-laki kaya raya! Nasib kedua bersaudara ini saling bertolakbelakang."