Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)
Muhasabah (Cinta) -130


__ADS_3

Sejak Asri menikah dengan orang kaya, Asri jauh lebih sombong dan sok berkuasa padahal di mata Arka, dia sama sekali tidak berharga.


"Oh yah? Jika Kakak gak mau ngasih aku gak masalah kok. Toh aku juga bisa minta sama Mas Arka." Kata Fina tidak mau kalah.


Di kota B dia rela menghabiskan banyak uang hanya untuk melakukan perawatan di salon kecantikan! Jadi kali ini, Arka pasti menemukan bahwa dirinya jauh lebih cantik dan putih daripada sebelumnya. Hem, dia sudah tidak sabar menunggu reaksinya!


Asri marah, semarah-marahnya. Kali ini kesabarannya menguap entah kemana saat menghadapi Fina. Tidak biasanya dia seperti ini. Akan tetapi kemarahannya dirasa wajar saja karena adiknya ingin berulah lagi di dalam rumah tangganya.


"Dek, ayo bertobat. Hentikan semua ini. Aku tahu kamu menyukai suamiku dan ingin mendekatinya, kamu jelas tidak bisa melepaskan matamu darinya. Tapi dek, kamu harus sadar bahwa tindakan kamu ini salah. Kamu tidak bisa merusak rumah tanggaku dan bahkan ingin menjadi orang ketiga. Kamu akan sangat berdosa jika melakukan itu. Jadi tolong hilangkan pikiran ini, dek, dan tolong jangan ganggu pernikahan Kakak dan Mas Arka. Yakinlah, Mas Arka pasti tidak akan senang jika mengetahui niatmu." Kata Asri berterus terang.

__ADS_1


Dia harus segera menghentikan adiknya sebelum melangkah terlalu jauh. Dia juga tidak ingin karena masalah ini hubungannya dengan sang adik lebih merenggang lagi sampai batas dimana mereka saling memusuhi.


Asri tentu tidak mau ini terjadi.


"Apa Kakak yakin Mas Arka akan marah? Kok aku jadi ragu, yah? Mas Arka tidak mungkin kan mencintai Kakak secepat itu? Apalagi Kakak gak secantik aku jadi kemungkinan Mas Arka tidak memiliki perasaan apapun kepada Kakak." Fina sangat meremehkan hubungan Asri dan Arka.


Dia tidak percaya jika Arka kini memiliki perasaan kepada Asri. Meskipun yah... Fina memandangi pakaian mahal yang dikenakan Asri dan cincin berlian yang bertengger manis di jadi manis tangan kiri Asri. Fina sangat iri melihatnya!


Asri mungkin tidak berharga di mata Arka.

__ADS_1


"Dek, kamu sudah keterlaluan!" Asri mengepalkan kedua tangannya marah melihat betapa bertekad nya Fina ingin merebut Arka darinya.


Arka adalah suaminya, belahan jiwanya! Jadi bagaimana mungkin dia rela dan diam saja melihat suaminya direbut oleh wanita lain?


"Apa, apa aku benar?" Fina merasa di atas angin. Tiba-tiba bola matanya menangkap keberadaan Arka.


Arka telah melihat interaksi Asri dan Fina, dia menyadari jika istrinya terlihat sangat marah dan tidak nyaman kepada Fina. Arka mengernyit tidak senang. Fina, adik iparnya ini jelas-jelas sudah mendapatkan kartu kuning di dalam daftar orang-orang 'buruk' yang Arka ingin jauhi. Dan sekarang setelah melihat istrinya dianiaya, dia langsung mengecap Fina dengan kartu merah tanpa ampun. Kalau sudah kartu merah, sampai kapan pun dia tidak akan bisa melewati gerbang rumahnya.


"Mas Arka!" Panggil Fina bersemangat dengan senyum cerah diwajahnya.

__ADS_1


Arka mengabaikannya. Bahkan tidak mau melihatnya sedikitpun. Dia langsung menghampiri istrinya yang sedang marah, meraih pinggang sempitnya dan memeluknya sayang.


"Kamu semakin menggoda jika sedang marah." Bisik Arka dengan suara seraknya.


__ADS_2