
Dia masih kecil, masih 4 tahun tapi kekejaman dunia sudah menyapanya sedini ini. Alsi hampir saja melupakan apa itu namanya kebaikan sampai akhirnya Allah mempertemukannya dengan pasangan suami-istri yang begitu tulus hatinya.
Tanpa ragu mereka merangkulnya, menangis untuknya ketika melihat tetesan darah mengalir dari tubuhnya, dan merasa sakit untuknya yang hidup dalam kondisi menyedihkan ini.
Mereka adalah orang-orang baik yang telah lama Alsi rindukan kedatangannya.
"Ini adalah hadiah dari Aunty Mega, dia adalah keluarga Alsi mulai sekarang sama seperti Umi dan Abi." Suara lembut Ai menarik perhatian Alsi dari lamunan panjangnya.
Dia menoleh menatap Ai di samping,"Umi?" Panggilnya malu-malu.
Ai merendahkan tubuhnya, mengusap kepala Alsi sayang.
"Iya, sayang. Ini adalah Aunty Mega, Aunty yang pernah Umi ceritakan sebelumnya. Dia sudah kangen banget ingin bertemu dengan Alsi."
Mata besar Alsi menatap Mega ragu, kemudian beralih menatap kado manis yang ada di atas pangkuannya.
"Terima kasih, Aunty Mega." Ucapnya dengan suara kecil khas anak-anak.
Mega tersenyum manis,"Sama-sama, sayang."
__ADS_1
Asri juga tidak mau ketinggalan, dia pertama-tama memberikan Alsi kotak kado yang lebih kecil dari Mega tapi dikemas dengan hati-hati dan lucu.
"Ini adalah hadiah dari Aunty Asri, Umi bilang Alsi sangat menyukai kue mochi rasa strawberry jadi Aunty sengaja menyiapkan kue mochi untuk Alsi dengan ukuran yang sangat besar-besar." Rayunya dengan nada kekanak-kanakan.
Kedua bola mata Alsi bersinar terang,"Di dalamnya ada kue mochi strawberry?"
Asri menganggukkan kepalanya semangat.
"Hooh, ada kue mochi strawberry yang besar-besar kesukaan Alsi!"
Senang, Alsi langsung memeluk kotak hadiah pemberian Asri dengan sangat erat. Dari dekapannya, ia bisa mencium wangi kue mochi rasa strawberry kesukaannya.
"Terima kasih, Aunty Asri!" Tidak seperti Mega, cara Asri untuk mendapatkan perhatian Alsi membuahkan hasil.
Setelah mengurus semua kebutuhan Alsi, mereka lalu menempatkan Alsi di dalam kamar rawat. Di sana sudah ada dokter keluarga dengan tim medis pribadinya yang akan siaga merawat Alsi sepanjang perawatan. Sehingga orang-orang rumah bisa tenang dan dapat melakukan aktivitas dengan nyaman kembali.
Dengan adanya Alsi di rumah setidaknya kegiatan Ai, Mega, Asri akan sedikit bermanfaat, setidaknya inilah yang para suami pikirkan. Karena saat mereka bertiga berkumpul, tanpa sadar para suami akan terlupakan karena mereka terlalu asik dengan dunia mereka sendiri. Yah, walaupun itu bagus karena kegiatan istri mereka tidak ada kaitannya dengan ponsel ataupun dunia sosial tapi tetap saja para suami merasa kesepian melihat istri masing-masing lebih sibuk dengan dunia sendiri.
...🍃🍃🍃...
__ADS_1
Paginya, Ai dan Asri keluar pagi-pagi untuk membeli sayuran yang dibawa oleh tukang sayur langganan komplek perumahan ini. Sayur yang dibawa sangat segar, seolah baru dipetik dari kebunnya dan tidak kalah baik kualitasnya dengan yang ada di supermarket, poin pentingnya harga sayur di sini lebih murah lagi.
Jadi daripada bersusah payah ke supermarket, orang-orang di komplek lebih suka meluangkan waktunya membeli sayuran di sini.
"Bang, hari ini ada buah, enggak?" Tanya Asri kepada Abang penjual sayur.
Mereka sudah agak akrab karena sering belanja di sini.
Abang sayur membuka gerobak bagian samping untuk menunjukkan buah-buahan yang gampang ditemukan di jalan seperti rambutan, kelengkeng, jambu, nanas, salak, dan jeruk. Semua buah-buahan ini ada di rumah.
"Ada yang lain gak, Bang?" Tanya Asri sembari melihat-lihat buah itu.
Tidak perlu beberapa kali Asri melihat, ia tidak menemukan buah asing atau buah aneh yang tidak ia kenali.
"Gak ada, Neng. Saya biasanya cuma jual buah ini." Kata Abang sayur.
Ibu-ibu yang kebetulan belanja di sana iseng bertanya,"Emang Adek cari buah apa?"
Asri menjawab antusias,"Aku mau beli buah Durex, Bu. Ibu tahu gak buah ini dijual dimana?"
__ADS_1
Abang sayur,"....."
Ibu-ibu yang sedang memilih sayuran,"....."