
Kata-kata Ibu langsung menusuk ke dalam jantung Fina. Mulai dari keegoisannya pada saat itu hingga keserakahannya dengan kehidupan bahagia kakaknya, dia telah menyadarinya dari awal bahwa dia memang salah. Hanya saja dia tidak bisa menerima semua itu. Karena dia merasa bahwa dari segi apapun dia jauh lebih layak daripada Asri. Dialah yang lebih dulu mengenal kehidupan di kota, belajar di perguruan swasta terkenal di kota, dan memiliki banyak koneksi pertemanan di kota. Sedangkan Asri hanyalah anak desa yang tidak tahu apa-apa dan belum mengenal dunia secara luas.
Yah, namun mengapa kedua sahabat yang Asri kenal jauh lebih baik dari teman-teman yang Fina temui di kota?
Entah itu kehidupan atau latar belakang keluarga yang luar biasa, Fina benci melihat keberuntungan Asri. Lalu yang paling membuatnya sakit hati adalah, malah petaka berujung sebuah keberuntungan. Dari kegagalan pernikahan Asri dengan laki-laki brengsek, dia bertemu dengan Arka. Laki-laki yang jauh lebih baik daripada Rodi. Hatinya sakit dan berandai-andai bahwa sesungguhnya dialah yang harusnya bertemu dengan Arka saat itu, bukan Asri.
Tapi kenyataan telah memberikan tamparan kepadanya.
__ADS_1
"Bu, aku juga putrimu. Aku ingin hidup bahagia seperti kak Asri-"
"Ya, kamu benar. Kamu memang putri ku juga. Tapi apakah harus dengan cara salah kamu ingin hidup bahagia? Apakah harus dengan menghancurkan kehidupan kakak kamu? Nak, kamu telah membuatku kecewa. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa kepadamu. Karena semuanya sudah ku katakan kepadamu. Aku hanya berharap bila kamu belajar dari kesalahan yang telah kamu lakukan. Bila bukan karena menghormati dan menghargai Asri, maka Arka pasti sudah melakukan hal-hal buruk kepadamu untuk memberikan efek jera agar kamu tidak membuat masalah lagi di dalam kehidupan mereka." Suara Ibu melemah, wajahnya yang baru-baru ini dirawat dengan baik hanya dalam beberapa hari kehilangan semangatnya.
Hingga dengan saat ini dia bingung dan bertanya-tanya, mengapa kedua putrinya memiliki karakter yang berbeda padahal mereka terlahir dari rahimnya?
Mengapa berbeda padahal dia membesarkan mereka bersama-sama?
__ADS_1
"Bu-" Fina memanggil dengan suara sedih.
Tapi saat melihat suaminya masuk ke dalam rumah. Dia segera menutup mulutnya. Dia sudah mendapatkan pelajarannya tadi malam bahwa suaminya lembut di luar tapi keras di dalam. Suaminya bilang bahwa pernikahan ini terjadi karena perjodohan dan tidak ada cinta untuknya. Jadi suaminya meminta dia untuk menjaga sikap bila tidak ingin disakiti. Sebab suaminya sudah mendengar semua tentang yang dia lakukan di kota kepada rumah tangga Asri. Oleh sebab itu suaminya kita memiliki wajah manis ketika melihat ke arahnya.
"Doni, apakah pekerjaan di luar sudah selesai? Di mana Bapak dan yang lainnya?" Ibu langsung senang melihat kedatangan Doni.
Bisa dibilang Ibu melihat dan menyaksikan Doni tumbuh hingga sebesar ini. Dia sangat mengagumi Doni karena menjadi pemuda yang yang dikagumi oleh banyak orang di desa karena karakternya yang sopan.
__ADS_1
Menitipkan Fina kepada Doni jauh lebih terpercaya daripada ke laki-laki lain di luar sana. Setidaknya mereka tahu bahwa Doni adalah orang yang baik dan memiliki kemampuan untuk mendisiplinkan putri mereka.
"Alhamdulillah, Bu. Pekerjaan di luar sudah selesai. Sekarang Bapak dan yang lainnya pergi ke sungai. Tadinya aku ingin ikut tapi Bapak melarang. Kata Bapak dia ingin bernostalgia bersama kerabat yang lain karena sudah lama tidak kembali ke kampung." Doni menjawab dengan sopan sambil tersenyum manis kepada Ibu.