Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)
Muhasabah (Cinta) - 88


__ADS_3

Meskipun Asri tidak mengatakannya tapi dia tahu bila pinggangnya lah yang bermasalah karena tangan Asri menyentuh tempat itu secara terus-menerus. Arka merasa bersalah melihat istrinya seperti ini, dia lalu mengambil inisiatif untuk memijat pinggang istrinya. Membantunya mengurangi rasa nyeri yang mungkin akan membutuhkan beberapa hari untuk sembuh.


"Ini semua karena Mas Arka!" Kata Asri menyalahkan.


Suaminya terlalu buas, sungguh sangat buas. Ia tidak percaya bila pengalaman pertamanya langsung dibuat tepar tanpa ampun oleh suaminya.


Mau marah tapi ia juga tidak bisa melawan sebab ini adalah tugasnya sebagai seorang istri, ladang amalnya yang sangat berharga.


Arka menghela nafas panjang,"Ini adalah hukuman untuk kamu yang berani meminta cerai dan bahkan menuduhku berselingkuh." Arka menegaskan sekali lagi menegaskan.


Ini adalah hukuman yang harus didapatkan oleh istrinya.


"Aku tidak asal menuduh, Mas, demi Allah! Jika aku tidak melihat dan mempunyai bukti maka aku tidak akan berani melayangkan tuduhan kepada Mas Arka!" Kata Asri membantah suaminya.

__ADS_1


Di hari itu Riani menunjukkan kepadanya foto dan video pendek apa yang dilakukan suaminya hari itu.


Semuanya menjadi lebih aneh lagi tatkala Asri mengatakan ia mempunyai bukti. Tapi bukti apa?


"Lalu dimana buktinya?" Tanya Arka mulai serius. Ia tidak lagi menghadapi masalah ini dengan santai seperti sebelumnya.


"Buktinya ada di keponakan Mas Arka sendiri. Riani sore itu datang ke rumah dan menemui ku. Dia memperlihatkan ku foto Mas Arka sedang ada di bandara untuk menjemput Lisa, kekasih masa lalu mu, Mas. Di foto itu Mas Arka dan Lisa berpegangan tangan bersama seperti sepasang kekasih! Setelah itu dia juga menunjukkan sebuah video pendek kepadaku. Di dalam video itu Mas Arka dan Lisa berpegangan tangan masuk ke dalam bioskop! Kalian pergi menonton bioskop bersama!" Kata Asri dengan nafas memburu, kedua matanya memerah menahan tangisan.


Dia masih saja sakit hati setiap kali mengingat foto dan video itu. 


Asri goyah, pasalnya jika suaminya benar-benar berbohong ia tidak akan mungkin sekeras kepala ini- ah, ia tidak bisa asal menebak karena siapa tahu Arka adalah pembohong yang andal.


"Mas Arka menggunakan kemeja biru dan jas hitam yang sama di dalam foto dan video itu, jadi bagaimana mungkin itu semua tipuan?" Asri bersikukuh.

__ADS_1


Arka menghela nafas panjang, ia menatap istrinya dengan tatapan yang meyakinkan. Mengunci Asri sepenuhnya dan tidak akan membiarkanmu berpalinglah dengan mudah. Dia adalah suaminya yang sangat mendominasi.


"Demi Allah, aku tidak pernah kemana-mana hari itu dan hanya tinggal di perusahaan bersama Ayah. Jika kamu tidak percaya maka aku bisa menelpon Ayah dan teman-temannya yang lain untuk membuktikannya. Dan jika kamu masih belum percaya juga aku bisa memperlihatkan mu rekaman cctv hari itu. Dari pagi hingga malam, aku selalu berada di dalam ruangan ku. Lalu mengenai Lisa, memang benar beberapa hari yang lalu ia sempat menghubungi ku. Ia bilang ingin dijemput olehku di bandara tapi aku langsung menolak. Aku juga mengatakan kepadanya bahwa aku sudah menikah dan memiliki seorang istri, yaitu kamu. Aku tidak lagi sebebas dulu. Setelah hari itu dia tidak lagi menghubungi ku. Awalnya ku pikir dia tidak akan menghubungi ataupun mencoba berhubungan lagi denganku, tapi siapa yang mengira bila hari ini ia tiba-tiba datang ke perusahaan dan mengaku-ngaku sebagai kekasihku. Hah, padahal aku sudah memintanya untuk tidak membuat masalah tapi dia masih tidak mau mendengar." 


Dia bersumpah menggunakan nama Allah, mengatakan kejadian yang sebenarnya kepada Asri tanpa niat mengurangi atau melebih-lebihkan cerita.


Kedatangan Lisa sungguh diluar perkiraan hari ini. Ditambah dengan masalah yang ia di perusahaan, Arka sudah berencana untuk membicarakannya dengan Ayah agar segera mengeluarkan Lisa dari perusahaan itu. Karena Ayah lah yang mengizinkan Lisa bekerja di sana dan bukan dirinya. 


"Apa yang Mas Arka semuanya benar?" Tanya Asri mulai mengembang harapan lagi di dalam hatinya.


Dia berharap bila suaminya tidak pernah melanggar janji yang ia buat sendiri.


"Demi Allah, semuanya benar. Ayah dan beberapa kerabatnya akan menjadi saksi untukku. Ada juga rekaman cctv yang membuktikan bila dari pagi hingga malam aku tidak pernah beranjak dari ruangan ku." Kata lembut, ia bersyukur Asri akhirnya perlahan melunakkan hatinya.

__ADS_1


"Lalu...lalu foto dan video itu?" 


__ADS_2