Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)
20. Kamu Menikahi Pamannya?


__ADS_3

"Kamu menikah dengan Paman Kak Kevin dan Mas Vano?" Bahkan Ai lebih tidak percaya lagi setelah mendengarnya.


Tiba-tiba Ai maupun Mega mulai meragukan pendengaran mereka berdua.


Asri menghela nafas panjang. Ia tahu jika kabar ini akan sangat sulit dipercayai oleh kedua temannya. Untungnya, mungkin karena shock Mega tidak lagi membekapnya dengan kuat sehingga ia bisa melepaskan diri dari Mega.


Malu, ia menatap wajah shock kedua sahabatnya dengan pandangan permintaan maaf.


"Mungkin ini semua membuat kalian sangat terkejut tapi nyatanya inilah yang terjadi. Aku menikah dengan Mas Arka kemarin sore, Paman dari Kak Kevin dan Ustad Vano." Perjelas Asri lagi canggung.


Kedua pipinya bersemu merah, ia tidak berani menoleh ke belakang melihat wajah tampan suaminya yang mungkin saja diam-diam menertawakannya.


"Kamu..." Mega dan Ai buru-buru menarik kepala Asri untuk melakukan diskusi dadakan.


"Bukankah kamu menyukai Kak Kevin tapi kenapa malah menikah dengan Pamannya?" Tanya Mega tidak habis pikir.


Yang disukai adalah Kevin tapi ujung-ujungnya Asri malah menikah dengan Paman Kevin. Oh hei, bukankah ini terdengar agak konyol?


Asri menggaruk pipinya malu.


"Itu..aku akan segera menjelaskannya kepada kalian tapi tidak sekarang karena ceritanya agak panjang."

__ADS_1


Kini giliran Ai yang bertanya,"Baiklah. Tapi aku masih ingat kamu pernah mengatakan jika tipe-tipe suami idaman mu adalah seorang laki-laki muda. Tapi kenapa kamu malah menikah dengan laki-laki yang jauh lebih tua darimu bahkan dari suami kami berdua, oh astagfirullah, Asri! Kamu menikah dengan Paman dari laki-laki yang kamu sukai sebelumnya dan dia bahkan lebih dewasa dari usia Kak Kevin!" 


Ai bingung, ia heran dan ia ingin tahu alasan kenapa Asri berakhir menikah dengan Arka. Dari semua kemungkinan yang ada, mengapa sahabatnya ini malah menikah dengan Paman dari laki-laki yang Asri sukai sebelumnya?


Dia...


Tidak bisa mengerti ini.


Asri menghela nafas panjang,"Itu juga akan aku ceritakan kepada kalian berdua karena ceritanya sangat panjang. Ini memang tidak terduga tapi semua ini terjadi karena sebuah alasan yang tidak bisa dihindari. Jika... jika aku tidak menikah dengannya maka mungkin kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi."


Mega sontak menutup mulutnya kaget,"Jadi ini adalah pernikahan paksaan?"


Dan yah, mungkin karena membutuhkan uang keluarga Asri tidak punya pilihan selain meminjam uang kepada Arka. Lalu, ketika waktu membayar jatuh tempo keluarga tidak bisa membayar dan terpaksa harus mengorbankan Asri untuk melunasi-


"Jangan salah paham, ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Mas Arka adalah orang yang sangat baik.. sekalipun sedikit menjengkelkan." Bisik Asri sengaja merendahkan suaranya di akhir kalimat.


"Ekhem," Arka berdehem lagi membuat acara diskusi dadakan mereka segera bubar.


Entah sejak kapan Arka telah berdiri di dekat mereka, menatap dalam diam betapa konyolnya tindakan mereka bertiga. Bahkan sekalipun niat mereka berbisik, suara percakapan mereka masih bisa Arka dengar karena yah... disadari atau tidak volume suara mereka lebih tepat disebut sebagai obrolan normal daripada berbisik.


"Mas Arka..." Asri menoleh dengan senyuman lebar di wajahnya- ia melakukannya untuk menyamarkan perasaan gugup.

__ADS_1


Arka balas tersenyum,"Ini, gunakanlah jilbabmu. Mulai sekarang jangan teledor lagi seperti tadi keluar rumah tanpa menggunakan jilbab." 


Arka memberikan Asri jilbab panjang berwarna abu gelap di bawah pengawasan Mega dan Ai. Dari interaksi mereka berdua, Mega dan Ai menilai jika ini baik-baik saja tanpa ada unsur pemaksaan seperti yang ada di dalam sinetron.


"Terimakasih, Mas. Aku tadi buru-buru turun ke bawah setelah mendengar suara kedua sahabatku." Katanya seraya memasang jilbab itu di kepalanya.


Arka mengangguk ringan tidak mempermasalahkannya.


"Jangan ulangi lagi ini di masa depan. Apalagi mulai hari ini kita akan tinggal bersama mereka di rumah ini-"


Arka belum selesai berbicara tapi sudah dipotong oleh istrinya.


"Eh, beneran, Mas? Bukannya Mas bilang yang akan tinggal di sini bersama kita adalah wakil presiden dan sekretaris pribadi Mas Arka?" Asri jelas bingung.


Arka tersenyum jail,"Wakil presiden yang aku maksud adalah Vano dan sekretaris pribadi ku adalah Azam. Kenapa, apa sebelumnya kamu berpikir jika wakil presiden yang ku bicarakan adalah wakil presiden negara kita?"


 


"Jadi, pasangan yang dimaksud adalah kalian!" Kaget Ai dan Mega kompak.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2