
"Adek! Adek!" Ayah merangsek masuk ke dalam kamar gadis itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ayah, ada apa?" Mama segera bangun.
Gadis itu juga ikut berdiri di samping Mamanya dan segera dihadiahi sebuah tamparan keras di pipi kanan.
Plak
Shock berat, kedua mata gadis itu terbelalak kaget menatap Ayahnya tidak percaya. Bagaimana mungkin Ayahnya menjatuhkan tangan ke wajahnya?!
"Ayah! Kenapa Ayah menampar wajah Adek?! Dia putri kita, Yah!" Tanya Mama marah.
"Kenapa?" Ayah kemudian menunjuk gadis itu dengan tangannya.
"Coba tanya putri terkasih mu kesalahan apa yang baru saja dia lakukan sehingga pantas mendapatkan tamparan dariku! Tanya dia perbuatan gila apa yang dia lakukan hari ini!" Ayah sangat marah hingga kedua matanya memerah.
__ADS_1
Bagaimana mungkin dia tidak marah? Masalah ini telah mencoreng nama baiknya di perusahaan. Dan karena masalah ini pula teman-teman kantornya memandang aneh keluarganya. Membuat nama baiknya rusak sehingga dia tidak bisa mengangkat kepalanya dengan benar di kantor.
Mama berpaling melihat putrinya yang kini tengah tertunduk menangis sambil memegang pipi sebelah kanannya yang bengkak.
"Dek, bilang sama Mama kesalahan apa yang kamu lakukan hari ini?" Mama membujuk putrinya dengan suara yang sangat lembut.
Tapi gadis itu menggelengkan kepalanya menolak untuk menjawab. Dia menangis terisak, menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan tajam menusuk Ayah. Dia sungguh sangat takut menghadapi kemarahan Ayahnya.
"Masih tidak mau berbicara juga?" Ancam Ayah geram.
"Ayah, aku minta maaf..." Mohon gadis itu terisak.
"Minta maaf?! Lihat kesalahan apa yang baru saja kamu lakukan untuk keluarga kita! Karena kamu, Ayah ditertawakan di kantor! Nama Ayah tercoreng dan Ayah terancam diberhentikan dari perusahaan! Masalah yang kamu buat mengantarkan keluarga kita di jurang kehancuran, apa kamu mengerti!" Teriak Ayah dalam puncak kemarahannya!
Mama dan gadis itu tidak percaya dengan apa yang Ayah katakan. Mereka sungguh tidak menyangka bila masalah ini sangat serius. Terutama untuk Mama sendiri. Dia tidak menyangka bila masalah yang dibuat anaknya akan berimbas kepada karir suaminya. Bila seperti ini maka masalah yang dibuat anaknya pasti sangat serius.
__ADS_1
"Dek, masalah apa yang kamu buat kali ini?!" Tanya Mama cemas.
Gadis itu bungkam- ah, tidak. Lebih tepatnya mungkin karena lidahnya kelu tidak bisa mengatakannya apapun.
"Nak, kamu boleh jatuh cinta tapi tidak harus merusak rumah tangga orang lain. Apalagi rumah tangga yang ingin kamu rusak adalah wakil CEO Ayah di kantor! Dia bukanlah orang yang bisa diganggu apalagi bila menyangkut istri dan anaknya. Apa kamu tahu? Dia sangat marah ketika mengetahui anak dan istrinya kamu sakiti! Masalah ini sangat serius karena dia memutuskan untuk membawanya ke pengadilan! Katakan! Apa yang harus Ayah lakukan bila kamu masuk penjara?! Pekerjaan Ayah akan hancur dan masa depan kamu akan hancur pula! Apa kamu tidak memikirkan konsekuensi ini sebelum membuat masalah?!" Teriak Ayah melampiaskan amarahnya kepada gadis itu.
Gadis itu semakin menangis histeris. Dia tidak mampu menjawab satupun pertanyaan yang Ayah ajukan kepadanya.
"Kamu...kamu ingin merusak rumah tangga Pak Vano?!" Kaget Mama merasakan lemas di lututnya.
Semua orang- tidak, semua orang di kantor tahu betapa protektifnya Ustad Vano bila menyangkut keluarga. Terutama untuk istrinya! Tidak ada yang boleh menyakiti istrinya selama dia masih ada di sana!
"Aku...aku mencintai Kak Vano, Ma-"
"Cinta! Cinta! Makan cintamu! Nanti setelah kamu masuk penjara Ayah ingin lihat apakah kamu masih berani mencintai suami orang!"
__ADS_1
"Aku enggak mau masuk penjara, Yah!"