Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)
Muhasabah (Cinta) - 65


__ADS_3

Asri masih mencoba menjalankan misinya sesuai dengan permintaan sang suami. Ia juga telah diberikan aturan untuk tidak bertanya kepada kedua sahabatnya mengenai masalah ini. Asri tidak menyerah, baginya masalah ini tidak terlalu mempersulitnya. Bila tidak ada yang mau memberitahu maka Asri akan mencari tahunya sendiri. Bukankah ini cukup mudah?


Namun ini aneh pikirnya karena entah kenapa kedua sahabatnya seringkali memberikan pandangan rumit di wajah mereka. Setiap kali Asri bertanya, mereka berdua akan mengatakan bahwa 'tidak apa-apa' atau 'tidak ada'. Jelas-jelas sikap mereka menunjukkan ada sesuatu yang disembunyikan.


Namun entahlah, Asri tidak mau terlalu memikirkannya karena bila kedua sahabatnya tidak mau mengatakannya maka mungkin itu bukanlah sesuatu yang penting.


"Mas Arka, hari ini masuk kerja, gak?" Asri telah menyelesaikan tugas memasaknya di bawah dan segera naik ke atas untuk memanggil suaminya.


Tugas rutinnya sebagai istri seperti ini, setelah sholat subuh langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan lalu naik ke kamar untuk menyiapkan keperluan sang suami petgi ke kantor.


Atau kalau tidak ia akan menyiapkan keperluan suami terlebih dahulu sebelum turun ke dapur untuk memasak. Kegiatan ini juga sama seperti yang dilakukan oleh kedua sahabatnya, meskipun ini cukup menguras tenaga tapi Asri tidak mengeluh karena ini adalah kewajibannya sebagai istri yang berusaha 'menjadi lebih baik di depan suami'.


"Hari ini aku gak ke kantor." Jawab Arka bermalas-malasan di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


Arka bukanlah tipe orang yang suka bermain ponsel, bila dia terlalu terpaku pada ponsel maka itu artinya Arka sedang mengurus pekerjaan dan bukan sedang bermain.


"Hari ini kantor libur ya, Mas? Soalnya Ustad Vano dan Ustad Azam juga tidak pergi ke kantor."


Arka hanya menjawab singkat,"Hem." Dengan kedua tangan yang fokus mengetik di ponsel.


Asri menoleh ke arahnya, Arka saat ini tidak bisa diajak berbicara karena percuma bertanya, toh, pada akhirnya kata yang hanya keluar dari mulut Arka nantinya adalah 'hem' dan 'hem' saja. Ini tidak menarik.


Karena Arka tidak pergi bekerja, Asri lalu memasukkan pakaian kantor Arka yang sudah diseterika rapi kembali ke dalam lemari. Ia juga membersihkan kamar dengan cepat, menyapu dan mengelap beberapa tempat dalam waktu yang singkat. Kamar ini besar tapi untungnya tidak memiliki barang yang terlalu banyak sehingga mudah dibersihkan.


Sebentar lagi pukul 7 pagi, waktu dimana semua orang turun ke bawah untuk sarapan.


Namun Arka masih tidak mendengar. Ia masih fokus pada ponsel di tangannya tanpa memperhatikan keberadaan Asri di dalam kamar ini. Asri melihat suaminya aneh karena bagaimana mungkin urusan pekerjaan dapat membuat suaminya terkadang senyum-senyum sendiri saat membalas pesan atau mengetik sesuatu di ponsel?

__ADS_1


Sikap suaminya membuat Asri memikirkan kemungkinan yang tidak-tidak, tapi itu hanya beberapa saat karena Asri segera mengenyahkan pikiran itu. Seperti yang Mega katakan kepadanya, apapun yang terjadi Asri harus memegang janji Arka bahwa pernikahan terjadi karena keseriusan Arka. Entah itu cinta masa lalu ataupun wanita masa lalu, Arka tidak ada hubungannya lagi karena ia sudah menikah dengan Asri.


"Mas Arka sibuk banget, yah?" Tanya Asri lembut seraya mendudukkan dirinya di atas ranjang, duduk tepat di samping suaminya.


"Eh," Arka tiba-tiba baru menyadari keberadaan istrinya dan buru-buru menjauhkan layar ponselnya dari pandangan Asri.


Gerakan ini jelas mencurigakan, lagi-lagi Asri berpikir bila ini adalah masalah pekerjaan maka mengapa suaminya tidak mau memperlihatkan layar ponsel itu kepada Asri?


Bukankah biasanya Arka selalu terbuka dalam hal pekerjaan kepada Asri, ia tidak pernah keberatan mengungkapkan isi pesannya dari Asri. Tapi hari ini mengapa Arka tiba-tiba menjauhkan ponselnya?


Ini tidak mungkin karena Arka sedang berselingkuh'kan?


"Kamu...kamu sejak kapan ada di sini?" Tanya Arka kaget baru menyadari keberadaan Asri.

__ADS_1


Asri terkejut, ia menatap suaminya tidak percaya. Menilai apakah ini adalah sebuah lelucon seperti waktu-waktu yang lalu atau justru sebaliknya, Arka memang sepenuhnya tidak tahu Asri ada di sini, ya, dan Arka baru saja menyadarinya sekarang.


Ah, tiba-tiba Asri merasa kecewa. Kecewa?


__ADS_2