Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)
56. Menolak


__ADS_3

Kedua mata almond nya turun memandangi benda kenyal merah nan ranum itu. Ada hasrat tersendiri yang timbul di dalam diri Ustad Vano, menggodanya untuk segera memakan benda kenyal itu sepuas mungkin untuk memuaskan hasrat.


Ai tersenyum manis, membawa tangan besar Ustad Vano untuk menyentuh tengkuknya.


"Ridho mu, Mas." Bisik Ai bersedia.


Ustad Vano tercengang, beberapa detik kemudian senyuman lebar terbentuk sempurna di wajah tampannya.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, ia menekan tengkuk Ai dan mulai melahap benda kenyal itu dengan gerakan hati-hati nan lembut. Tangan kirinya yang bebas memeluk pinggang Ai, mendekapnya erat dan mengangkat dalam satu gerakan ke atas pahanya.


"Mas- hemph!"


Malam ini hujan, Allah menurunkan rahmat-Nya kepada semua mahluk di muka bumi. Di suatu tempat yang hangat nan nyaman, sepasang suami istri sedang memadu kasih dalam rasa syukur. Mereka saling mendekap, saling berbagi kehangatan sembari mengharap ridho Allah.


Ridho dari kekasih sejati seluruh umat manusia dan seluruh mahluk di langit maupun di bumi. Mereka memohon dengan penyatuan ini Sang Maha Romantis ridho menghadirkan benih hidup di dalam rahim sang istri, gadis cantik nan pemalu yang selalu mengejar ridho suaminya dan mengejar ridho Allah SWT.

__ADS_1


...🍃🍃🍃...


Di sisi lain, di waktu dan tempat yang berbeda.


"Aku...kenapa aku harus menggunakan pakaian seperti ini?" Dia berteriak histeris, menatap ngeri pakaian minim nan bolong-bolong di tangan suaminya.


"Lho, bukannya setiap istri akan menggunakan pakaian ini untuk menyenangkan hati suaminya?" Sang suami bertanya heran, namun samar, di wajahnya ada senyuman jail yang sudah lama tidak terlihat.


Dia- objek dari keusilan suaminya menggelengkan kepala tidak mau menggunakan pakaian itu. Ia ketakutan dan bahkan tanpa sadar telah berdiri di atas ranjang menjaga jarak yang cukup jauh dari suaminya.


Suaminya memang orang kota dan biasanya orang kota memiliki pemikiran yang cukup aneh. Lihat saja sekarang, begitu selesai mandi dan berpakaian sang suami tiba-tiba memberikannya sebuah kotak kado dimana ada pakaian mengerikan ini di dalamnya.


Sang suami diam-diam mengulum senyumnya,"Tentu saja kamu tidak akan melihatnya karena ini adalah masalah pribadi pasangan suami-istri. Mereka tidak mungkin mengekspos rahasia ini dan memamerkannya di hadapan orang-orang desa'kan?"


Apa yang dikatakan oleh suaminya memang benar, tapi tetap saja ia tidak bisa menerima hal ini. Dia... tidak pernah membayangkan akan ada hari dimana ia menggunakan sebuah pakaian aneh dan dipenuhi lubang-lubang di tempat yang seharusnya mendapatkan perlindungan!

__ADS_1


"Tentu saja ini adalah rahasia, tapi! Tapi pakaian ini tidak cocok untuk digunakan oleh manusia!" Dia berteriak keras kepala, mempertahankan pendapatnya dan menolak keras untuk menggunakannya.


Karena hei, yang benar saja!


Pakaian ini sangat minim dan transparan! Di beberapa tempat privasi, pakaian ini malah memiliki lubang-lubang besar untuk mengeksposnya. Dia tidak percaya ada pakaian yang sengaja diciptakan seperti ini.


Sang suami menggelengkan kepalanya tidak berdaya, sambil bersedekap dada ia bersandar pada sisi lemari.


"Wahai istriku yang cantik dan penurut, pakaian ini memang sengaja dibuat seperti ini agar para istri bisa menunjukkan keindahannya pada sang suami. Menggunakan pakaian ini artinya menyenangkan hati sang suami, dan bukankah sang istri akan mendapatkan pahala yang besar bila mampu menyenangkan hati suaminya? Maka tidakkah kamu ingin menyenangkan suamimu ini?" Sang suami menjelaskan dengan sangat mudah, membuat sang istri kesulitan untuk membalas kata-katanya.


Memang benar alangkah besar pahala yang istri dapatkan bila bisa menyenangkan suaminya. Akan tetapi bukankah cara ini terlalu vulgar?


Mereka... mereka berdua adalah dua orang asing yang terikat tali pernikahan dan berusaha untuk saling mengikat meskipun masih belum terlepas dari masa lalu.


Dan sekarang, ia tiba-tiba diminta menggunakan pakaian aneh di depan suaminya- atau orang asing terikat tali pernikahan dengannya.

__ADS_1


"Maaf Mas Arka, memang benar bahwa seorang istri akan mendapatkan pahala besar dari hal ini. Akan tetapi aku masih...aku masih belum bisa melakukannya karena pakaian ini terlalu vulgar." Dia benar-benar tidak bisa.


Di merasa seperti tidak menggunakan pakaian sama sekali bila menggunakan pakaian ini dan ia sungguh tidak sanggup.


__ADS_2