Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)
Muhasabah Cinta - 197


__ADS_3

Melihat wanita itu pulang dengan banyak buah di dalam pelukannya, beberapa orang langsung cemburu dan merasa iri dengan keberuntungannya. Tidak hanya tetangga saja yang merasa masam, namun para gadis yang diabaikan oleh Arka barusan juga ikut merasa masam. Mereka telah bekerja keras berjalan lalu lalang di depan rumah untuk menarik perhatian Arka, tapi apa yang mereka semua dapatkan?


Hanya sikap pengabaian saja.


"Aku curiga Asri pakai guna-guna makannya Arka selalu fokus kepadanya." Seorang gadis yang terbakar cemburu berbicara masam dan secara tidak sadar memfitnah Asri.


"Astagfirullah, jangan bicara omong kosong! Kalau didengar sama keluarga Asri, bisa habis kamu. Lagian Asri sekolah di pondok pesantren, mana mungkin dia melakukan hal-hal gila itu! Aku ngerti kamu cemburu tapi kamu tidak boleh asal berbicara. Jatuhnya fitnah! Hati-hati lho, Asri bisa aja laporin kamu ke kantor polisi atas pencemaran nama baik." Kata teman di sampingnya kesal.

__ADS_1


Dia sudah capek panas-panasan di sini menunggunya fashion show seperti cacing kepanasan. Dia sudah lama ngebatin dan langsung marah ketika mendengar tuduhan nya kepada Asri tadi.


Dia memang tidak berteman dengan Asri, tapi dia tahu kalau Asri pernah sekolah di pondok pesantren. Logikanya orang yang pernah sekolah di sana mana mungkin melakukan hal-hal gila seperti itu?


Selain itu orang yang belajar agama sangat sukar tergoda oleh perbuatan syirik ini makanya dia sangat yakin jika Asri adalah gadis baik-baik. Adapun kenapa Arka sangat baik kepadanya sudah pasti itu karena mereka saling menyukai dan saling menghargai. Semuanya sudah jelas terlihat di depan mata kepala sendiri, tapi orang-orang yang cemburu tidak bisa menerima fakta ini. Tapi malah diam-diam menyalahkan Asri. Ini sungguh sangat tidak maksud akal. Sekali lagi dia diingatkan bahwa kecemburuan itu sangat berbahaya. Terutama cemburu melihat kebahagiaan hidup orang lain, ini sudah masuk penyakit hati!


"Alah, berlebihan pakai lapor polisi." Gadis itu tidak menganggapnya serius.

__ADS_1


"Tahukah kamu bila asal menikah dengan orang yang luar biasa? Suaminya adalah orang besar dan keluarga suaminya juga tidak perlu dipertanyakan lagi. Menurut kamu dengan kekuatan mereka dan pengaruh keluarga mereka, mungkinkah mereka tidak marah mendengar kalian menjelek-jelekkan bahkan sampai menghina Asri? Hati-hati, orang kaya tidak suka berperang menggunakan mulut tapi sangat suka menggunakan hukum untuk berbicara. Jika kamu mengalami masalah, jangan bilang kalau aku tidak pernah mengingatkan kamu sebelumnya!" Setelah memperingatkan temannya dengan serius, dia langsung pergi melarikan diri tidak mau terlibat.


Soalnya dia takut terlibat kejahatan temannya. Jangan salahkan dia berpikir begini. Dia terlalu banyak menonton drama di tv dan menafsirkan bahwa kehidupan orang kaya di dalam drama pasti sama dengan yang ada di dunia nyata!


"Cih, penakut!" Gadis itu mengusap bibirnya merasa panik, melihat ke sekelilingnya untuk memastikan tidak ada orang yang mendengar pembicaraan mereka, dia lalu bergegas melarikan diri. Untuk saat ini dia tidak akan melakukan fashion show lagi.


Sementara itu di dalam rumah Asri sangat senang melihat lautan buah yang dibawa oleh suaminya. Dia hanya minta buah peach tapi suaminya memborong berbagai macam buah-buahan yang sangat lezat.

__ADS_1


Arka bukannya boros tapi dia sengaja memborong banyak agar Asri tidak minta dibeliin ke kota lagi!


Ini sangat menyiksa. Sepanjang perjalanan Arka merasa naik rollercoaster karena jalan yang terlalu bergelombang.


__ADS_2