Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)
Muhasabah (Cinta) - 79


__ADS_3

Lisa masuk ke dalam kantornya dengan marah. Suara hak tingginya yang memekakkan telinga terdengar tanpa henti di dalam ruangan itu. Dia berjalan mondar-mandir, mengigit kukunya gelisah juga cemas. Kedua bola matanya bergerak tidak fokus menatap ke sembarang arah tanda tidak tenang.


Ia tidak bisa tenang, ia tidak bisa tenang sekuat apapun ia berjalan mondar-mandir di dalam ruangan ini. Ada rasa marah, cemburu, dan benci di dalam dadanya.


Ia tidak bisa mempercayainya-


"Argh!" Dia melemparkan semua dokumen penting yang ada di atas meja kerjanya dengan marah.


"Bagaimana mungkin aku bisa dibandingkan dengan gadis udik itu!" Teriaknya frustasi.


Ia tidak bisa menerimanya begitu saja. Mendengar Arka telah menikah dengan seorang gadis desa miskin bagaikan sebuah penghinaan untuk Lisa. Karena bagaimana mungkin ia bisa dibandingkan dengan gadis desa itu?


Dia jauh lebih cantik dan jauh lebih menarik tapi kenapa Arka malah lebih memilih gadis desa itu?


Kenapa dia lebih memilih tinggal bersama gadis desa itu?


Kenapa?


Bahkan Arka juga membuatnya malu dihadapan semua karyawan di bawah, membentaknya demi gadis itu dan bahkan mengancamnya dengan senjata api karena gadis itu!

__ADS_1


Lisa tidak bisa menerima kekalahan ini!


"Ini belum berakhir, aku masih bisa merebut Arka kembali. Di samping itu aku juga memiliki dukungan dari keluarga besar Arka maka peluang ku jauh lebih besar bisa bersanding dengan Arka daripada gadis itu."


Dia memegang kepalanya merasakan pusing. Lalu ia duduk di atas sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, menenangkan dirinya dan menstabilkan nafasnya yang memburu karena emosi.


"Arka masih mencintaiku, dia tidak bisa melupakan aku." Bisiknya percaya diri.


Dia datang jauh-jauh dari negeri Paman Sam agar bisa bertemu dengan Arka, menjalin hubungan dengan Arka dan meneruskan perjodohan mereka yang sempat terputus karena kebodohannya memilih untuk keluar negeri. Jujur, bila dia tahu Arka adalah orang yang akan mewarisi perusahaan besar itu, maka dia tidak akan pernah memiliki pikiran untuk pergi apalagi sampai memutuskan hubungannya dengan Arka.


Sekarang lihatlah yang ia dapatkan,


Mungkinkah gadis itu adalah pelampiasan Arka saja atau mungkin gadis itu adalah umpan untuk Lisa agar segera pulang ke tanah air, akan tetapi jika benar begitu lalu kenapa ia berlari mengejar gadis itu?


Kenapa Arka sangat marah ketika mendengar permintaan cerai dari gadis?


Dia sangat marah, artinya Arka serius dengan pernikahan ini dan mungkin saja dia juga menyukai gadis itu-


"Tidak, tidak, tidak! Arka tidak mungkin menyukai wanita lain!" Teriak Lisa dilanda perasaan krisis.

__ADS_1


Dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kabar buruk ini. Membuatnya uring-uringan di luar negeri saat memikirkan Arka dan gadis desa itu memadu kasih bersama.


"Hanya aku! Hanya aku yang boleh Arka sukai!" Dia masih mengingat jelas semua tahun-tahun kebersamaannya dengan Arka.


Arka sendiri yang mengatakan jika dia adalah satu-satunya wanita yang berhasil menarik perhatiannya. Dan Lisa masih mempercayainya sampai sekarang karena Rani dan Riani juga mengatakan hal yang sama.


"Aku tahu... Arka tidak akan pernah bisa berpaling dariku." Bisiknya menyakinkan diri sendiri.


...🍃🍃🍃...


Sementara itu dilain tempat, Asri tidak pulang ke rumahnya dengan Arka, melainkan langsung pergi ke rumah kedua orang tuanya yang ada di sebelah. Setelah sampai di sana, ia turun dari taksi dengan tergesa-gesa. Membayar ongkos tanpa meminta uang kembalian.


Lalu, dengan berurai air mata ia keluar dari taksi. Berjalan cepat masuk ke dalam halaman rumah sambil berteriak-teriak memanggil Bapak.


"Bapak...hiks..." Teriaknya membuat seisi rumah terkejut.


Bapak dan Ibu mendengar suara teriakan putri tertua mereka. Ini mengherankan, sebab mereka ingat bila 1 jam yang lalu putri mereka pergi bersama kedua sahabatnya ke taman untuk bersantai.


"Bu, itu suara Kakak, yah?" Fina, adik Asri hari ini pulang ke rumah karena akhir pekan.

__ADS_1


Padahal Bapak dan Ibu sudah menasehatinya agar pulang sekali sebulan saja untuk menghemat pengeluaran. Karena mereka di sini hanya sebatas menumpang meskipun rumah dan tanah sudah dipindahkan untuk mereka. Akan tetapi mereka tidak bisa menerima pemberian cuma-cuma Arka ini apalagi hubungan Asri dengannya sedang tidak baik.


__ADS_2